Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Vale Indonesia. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Vale Indonesia. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Divestasi 20% Saham Vale Indonesia Dipercepat

Farid Firdaus, Senin, 23 September 2019 | 20:51 WIB

JAKARTA, investor.id – Rencana PT Vale Indonesia Tbk (INCO) untuk melepas 20% saham bakal segera terealisasi. Presiden Joko Widodo siap membantu perseroan untuk mempercepat aksi korporasi tersebut.

CEO & Presiden Direktur Vale Indonesia Nicolas Kanter mengatakan, pihaknya memboyong langsung Presiden dan CEO Vale SA Eduardo Bartolomeo beserta Executive Director Vale Base Metal Mark Travers untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan memaparkan sejumlah komitmen jangka panjang Vale di Indonesia.

“Untuk divestasi, Presiden akan membantu untuk mempercepat prosesnya. Belum disebutkan detail. tapi Presiden dan menterinya bilang akan membantu mempercepat supaya kepastian mengenai divestasi bisa terjadi, sehingga investasi kita bisa berjalan lebih cepat,” kata Nico, usai pertemuan di Istana Negara, Senin (23/9).

Nico mengaku, pihaknya belum dapat memastikan 20% saham divestasi tersebut akan diserap oleh BUMN tertentu, seperti PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Perseroan akan menunggu keputusan pemerintah terkait hal tersebut. “Kalau divestasi kan selalu begitu (ditawarkan ke BUMN). Presiden bilang dipercepat, jadi doakan saja,” jelas dia.

Ke depan, lanjut Nico, perseroan tetap berkomitmen untuk memproduksi feronikel dan high pressure acid leaching process (HPAL). Selain itu, smelter yang akan dibangun juga tidak jauh-jauh dari pengolahan nikel dan HPAL.

Adapun, selain Inalum, saham Vale juga berpeluang ditawarkan ke PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Ketika dikonfirmasi, Sekretaris Perusahaan Antam Kunto Hendrapawoko dan Direktur Keuangan Antam Dimas Wikan Pramudhito tidak menjawab telepon dan pesan singkat Investor Daily.

Sebagai informasi, kewajiban Vale untuk mendivestasi sahamnya sesuai dengan sesuai dengan PP Nomor 7 Tahun 2014. Aturan tersebut mengalami revisi keempat melalui PP Nomor 1 Tahun 2017 yang menyebut seluruh perusahaan penanaman modal asing (PMA) wajib mendivestasikan sahamnya secara bertahap hingga 51% setelah lima tahun berproduksi.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA