Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Install besi dudukan mortar padd oleh PT. PP

Install besi dudukan mortar padd oleh PT. PP

Divestasi Aset Dongkrak Laba PP

Jumat, 7 Mei 2021 | 04:31 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Divestasi tiga aset akan menjadi faktor utama pendongkrak kinerja keuangan PT PP Tbk (PTPP) tahun ini, selain ekspektasi peningkatan kontrak baru di tengah pemulihan ekonomi nasional. Sedangkan dari sisi keuangan, perseroan masih memiliki ruang yang memadai untuk mengandalkan dana pihak ketiga dalam ekspansi,

Analis BRI Danareksa Sekuritas Maria Renata mengungkapkan,tiga aset perseroan sedang ditawarkan ke sejumlah investor dengan target tuntas tahun ini.

“Divestasi ketiga aset tersebut diperkirakan mencapai Rp 3,4 triliun, yaitu terdiri atas nilai investasi Rp 2,2 triliun dan potensi keuntungan investasi senilai Rp 1,2 triliun,” tulis dia dalam risetnya.

Ketiga aset yang sedang memasuki tahapan negosiasi untuk dilepas tersebut adalah 15% saham PT Jasamarga Kualanamu Tol dan sudah menandatangani CSPA dengan King Roads. Berdasarkan perhitungan keuntungan yang diperoleh dari penjualan aset tersebut senilai Rp 200 miliar.

Aset kedua yang bakal dilepas adalah kepemilikan 35% saham PT Jasamarga Pandaan Malang, yaitu pemilik ruas tol Pandaan-Malang.Nilai kepemilkan 35% saham tersebut setara dengan Rp 492 miliar. Namun aset tersebut berpotensi dilepas pada harga Rp 1,4 triliun, sehingga keuntungan investasinya mencapai Rp 908 miliar.

Sedangkan aset ketiga yang sedang dalam tahap negosiasi untuk dilepasa adalah kepemilikan 25% saham PT Prima Multi Terminal yang mengelola pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara. Nilai buku aset tersebut mencapai Rp 305 miliar dengan perkiraan harga penjualan Rp 378 miliar, sehingga perseroan bakal untung Rp 73 miliar.

PT PP melibatkan 450 sampai 500 tenaga konstruksi dengan masa kerja aktif selama empat tahun untuk membangun jembatan Teluk Kendari.
PT PP melibatkan 450 sampai 500 tenaga konstruksi dengan masa kerja aktif selama empat tahun untuk membangun jembatan Teluk Kendari.

Meski dana hasil penjualan ketiga aset tersebut akan diinvestasi kembali, menurut dia, yang jelas penjualan aset tersebut berpotensi mendongkrak keuntungan bersih perseroan sepanjang tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu.

Selain faktor divestasi tigaaset, menurut Maria, kinerja keaungan PP akan didorong ekspektasi peningkatan kontrak baru tahun ini, seiring dengan perkiraan berjalannya pemulihan ekonomi dan peningkatan anggaran proyek infrastruktur.

Dia memperkirakan kontrak baru PP menjadi Rp 28 triliun tahun ini, dibandingkan pencapaian tahun lalu sebanyak Rp 22,26 triliun. Sedangkan total kontrak yang ditangani perseroan diperkirakan meningkat dari Rp 90,26 triliun menjadi Rp97,93 triliun.

“Dengan perkiraan raihan kontrak baru tersebut, pendapatan PP diperkirakan meningkat menjadi Rp 17,86 triliun tahun ini, dibandingkan perolehan tahun 2020 sebanyak Rp 15,83 triliun. Laba bersih perseroan juga diperkirakan melonjak menjadi Rp 397 miliar, dibandingkan perolehan tahun 2020 sebanyak Rp 138 miliar. Laba tersebut belum mempertimbangkan keuntungan investasi,” jelasnya.

Harga saham PTPP satu dekade terakhir, Prospek PTPP, dan kinerja keuangan PT PP
Harga saham PTPP satu dekade terakhir, Prospek PTPP, dan kinerja keuangan PT PP

Terkait pembayaran utang, tercatat obligasi jatuh tempo senilai Rp 1,4 triliun pada Juli 2021. Pelunasan bakal mengandalkan hasil penerbitan obligasi baru dengan rencana penawaran umum berkelanjutan (PUB) dengan total Rp 4 triliun.

Sedangkan penerbitan tahap pertama obligasi tersebut bakal mencapai Rp 2 triliun.

“Meski menambah utang melalui obligasi, kami menilai PP masih memiliki ruang yang memadai untuk mencari pendanaanmelalui kredit. Sebab, DER perseroan baru mencapai 1,32 kali hingga akhir Desember 2020 atau dengan total utang baru mencapai Rp 18,6 triliun,” ungkapnya.

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi buy saham PTPP dengan target harga Rp 1.800. Target harga tersebut juga mempertimbangkan ratarata PE perseroan selama ini 27 kali.

Pandangan senada juga diungkapkan analis Samuel Sekuritas Indonesia Selvi Ocktaviani. Menurut dia, divestasi aset akan menjadi faktor utama pendongkrak keuntungan perseroan tahun ini. “Kami memperkirakan divestasi sejumlah aset ini bisa berkontribusi senilai Rp 800 miliar terhadap laba bersih perseroan tahun ini. Namun di pihak lain, perseroan akan kehilangan potensi keuntungan dari pendapatan berulang tersebut,” tulis dia dalam risetnya.

Marjin Stabil

Sedangkan terkait kinerja keuangan perseroan tahun lalu, Selvi memberikan apresiasi positif terhadap manajemen PP atas keberhasilannyamenjaga marjin operasional dan laba kotor tetap stabil di tengah pandemi Covid-19, meskipun realisasi laba bersih turun 84,3%.

“Perseroan berhasil mencetak marjin laba kotor dan marjin operasional masing-masing 13,7% dan 10% sepanjang 2020 atau hanya mengalami penurunan tipis dari realisasi tahun sebelumnya,” jelas dia.

PT PP, perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia, menargetkan penyelesaian pembangunan dua bendungan yang termasuk dalam proyek strategis nasional(PSN) tahun ini. Kedua bendungan tersebut merupakan program pemerintah untuk mendukung ketahanan air dan pangan nasional
PT PP, perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia, menargetkan penyelesaian pembangunan dua bendungan yang termasuk dalam proyek strategis nasional(PSN) tahun ini. Kedua bendungan tersebut merupakan program pemerintah untuk mendukung ketahanan air dan pangan nasional

Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham PTPP dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 1.900. Target tersebut merefleksikan PE tahun 2021 sekitar 19,6 kali.

Target tersebut juga mempertimbangkan ekonomi mulai pulih, sehingga kontrak baru diharapkan meningkat. Target tersebut juga mempertimbangkan proyeksi peningkatan laba bersih perseroan menjadi Rp 595 miliar tahun 2021, dibandingkan realisasi tahun 2020 senilai Rp 129 miliar. Pendapatan perseroan juga diproyeksikan bertumbuh dari Rp 15,83 triliun menjadi Rp 21,56 triliun.

PP sebelumnya menandatangani perjanjian jual beli (sales purchase Agreement/SPA) sebanyak 15% saham Jasa Marga Kualanamu dengan Kings Ring Ltd yang merupakan bagian dari Road King Expressway International Holdings Ltd. Nilai transaksi mencapai Rp 412 miliar.

Direktur Utama PP Novel Arsyad mengatakan, PP telah sepakat untuk melepas sebanyak 15% saham JMKT kepada Kings Ring Ltd senilai Rp 412 miliar.

“Aksi korporasi ini merupakan salah satu momentum penting bagi perseroan dan kami sangat menyambut baik terjalinnya kesepakatan ini. Dengan SPA ini, tingkat kepercayaan investor, baik lokal maupun asing, meningkat terhadap perseroan,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN