Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jalan tol JORR II. Sumber: PUPR

Jalan tol JORR II. Sumber: PUPR

Divestasi Tol Jadi Penopang Pertumbuhan 709% Laba Bersih Jasa Marga

Kamis, 29 Juli 2021 | 11:34 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Pertumbuhan laba bersih yang diraih PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebesar 709% pada semester I-2021 dinilai tidak lepas dari kebijakan perseroan mendivestasi 14% saham di PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ) selaku pengelola Jalan Tol JORR W2 Utara (Ulujami-Kebon Jeruk) sepanjang 7,67 Km.

Analis Mirae Asset Sekuritas Anggraeni Setiawan mengatakan, pendapatan laba bersih Jasa Marga pada semester I-2021 yang tercatat naik 709% yoy ditopang oleh divestasi jalan tol yang dilakukan perusahaan. Sebab, jika dilihat dari mobilitas kendaraan di jalan tol relatif sepi.

“Dari sisi pendapatan, juga ada kenaikan sebesar 1,62% menjadi Rp 6,9 triliun,” ucap Anggraeni, Kamis (29/7).

Hal senada juga dikatakan Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada. Menurut dia, kinerja perusahaan mengalami kenaikan berkat kontribusi dari divestasi 14% saham yang dilakukan Jasa Marga di anak perusahaannya, PT MLJ.

“Jadi, dengan adanya tambahan pemasukan ini memberikan booster tambahan pendapatan bagi JSMR,” ujarnya kepada Investor Daily, Kamis (29/7).

Namun berbeda dengan Anggraeni, Reza justru melihat sisi jalan tol menunjukkan kenaikan yang cukup lumayan karena lalu lintas logistik masih tetap bergerak dan PPKM belum diberlakukan secara ketat selama periode semester I-2021.

“Kan PPKM ketat baru-baru ini saja. Adanya PPKM ketat memang menurunkan jumlah lalu lintas kendaraan di jalan tol, tapi bukan berarti sepi 100%. Masih ada kendaraan yang lalu lalang terutama dari bidang logistik,” jelasnya.

Untuk mendongkrak pendapatan yang lebih optimal, Reza menyarankan, selain melalui divestasi, perseroan juga bisa berupaya dengan melakukan efisiensi dari sisi operasional.

Sebelum didivestasi, kepemilikan saham Jasa Marga di PT MLJ sebesar 65% dari total ekuitas. Namun setelah dilakukan transaksi, kepemilikan Jasa Marga menjadi 51%.

Dari laporan keuangan yang diumumkan, Jasa Marga telah mencetak laba bersih sebesar Rp 855,63 miliar pada semester I-2021, meningkat 709,25% dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 105,73 miliar.

Perseroan juga membukukan EBITDA sebesar Rp 3,62 triliun, tumbuh 40,76% atau sekitar Rp 1,05 triliun dibandingkan semester I-2020 sebesar Rp 2,6 triliun. Begitu juga dari pendapatan usaha di mana pada semester I-2021 ini, Jasa Marga menunjukkan kinerja positif dengan meraih Rp 5,64 triliun atau meningkat 29,95% dibandingkan semester I-2020.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN