Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu fasilitas Star Energy, anak usaha Barito Pacific.

Salah satu fasilitas Star Energy, anak usaha Barito Pacific.

Dividen Star Energy Naikkan Likuiditas Barito Pacific

Kamis, 22 Oktober 2020 | 13:55 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Fitch Ratings memprediksi likuiditas kas PT Barito Pacific Tbk (BRPT) akan meningkat setelah mendapat dividen sekitar US$ 52 juta dari Star Energy Geothermal (Salak-Darajat). Sebab, Star Energy berencana membagikan US$ 150 juta sebagai distribusi ekuitas kepada para pemegang sahamnya dalam waktu 30 hari setelah penerbitan obligasi global pro lingkungan (green bond).

Barito Pacific tercatat menguasai 34,63% saham Star Energy. Fitch memperkirakan, dividen yang akan diterima bisa memperbaiki rasio tingkat perlindungan bunga (interest coverage ratio) Barito menjadi 1,9 kali pada 2020 dan 0,8 kali pada 2021. Tahun lalu, rasio tersebut sebesar 0,7 kali.

Sementara itu, Barito memiliki kas sekitar US$ 71 juta pada akhir Juni 2020. Posisi kas ini akan meningkat setelah Barito menerima dividen sekitar US$ 52-56 juta dari Star Energy Geothermal (Salak-Darajat) dan sebanyak US$ 4 juta dari Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Ltd. “Kas ini akan menutupi pembayaran utang yang dijadwalkan sebesar US$ 50 juta dan biaya bunga US$ 25 juta selama 12 bulan ke depan,” ungkap Fitch dalam risetnya.

Fitch meyakini, Barito bisa menggunakan sebagian dari penerimaan dividen untuk mengurangi utang, meskipun belum mengkonfirmasi rencana apapun. Namun, Fitch memprediksi interest coverage ratio Barito bisa di bawah 1,5 kali selama 18-24 bulan ke depan.

Fitch memperkirakan, leverage bersih Grup Barito yang diukur dengan utang bersih per EBITDA meningkat secara marginal menjadi 5,2 kali pada 2020 dari tahun lalu 3,9 kali. Hal ini dikarenakan kenaikan pinjaman Star Energy setelah penerbitan green bond. “Selain distribusi ekuitas, Star Energy akan menggunakan saldo hasil green bond terutama untuk membayar utang pinjaman senior,” tulis Fitch.

Leverage bersih Grup Barito, kata Fitch, akan turun di bawah 4,0 kali pada 2021 menyusul kinerja operasional yang lebih baik dari PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) bersama peningkatan dividen dari Star Energy. Fitch memperkirakan, Barito akan menerima dividen tahunan reguler di kisaran US$ 15-25 juta dari Star Energy mulai 2021.

Sebelumnya, Fitch menurunkan peringkat Barito menjadi B dari B+ pada September 2020 lantaran melemahnya leverage bersih dan interest coverage ratio perseroan. Hal ini setelah Barito menarik pinjaman US$ 253 juta untuk kebutuhan investasi perusahaan patungan, PT Indo Raya Tenaga di proyek pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU) Jawa 9 dan 10.

“Kami juga memperkirakan spread produk petrokimia yang lebih ketat pada Chandra Asri berpotensi menghasilkan EBITDA lebih rendah. Akibatnya pembayaran dividen yang lebih rendah dalam waktu dekat,” jelas Fitch.

Baru-baru ini, Star Energy Geothermal (Salak-Darajat) menerbitkan green bond US$ 1,11 miliar yang terdiri dari 2 seri, yaitu US$ 320 juta dengan kupon 3,25% berjangka waktu 8,5 tahun yang jatuh tempo pada April 2029, dan senilai US$ 790 juta dengan kupon 4,85% berjangka waktu 18 tahun yang jatuh tempo pada Oktober 2038.

Di tengah pandemi Coovid-19, Star Energy sukses menerbitkan green bond dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 3,5 kali. Green bond Star Energy ini mendapat peringkat Baa3 dari Moody’s dan BBB- dari Fitch, dengan outlook stabil.

Wakil Presiden Direktur Barito Pacific Rudy Suparman mengatakan, perseron terus merintis dan mengembangkan bisnis di sektor energi yang berkelanjutan. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki cadangan energi panas bumi terbesar. “Keberhasilan penerbitan green bond ini menunjukkan besarnya minat investor terhadap investasi hijau, serta tingginya kepercayaan investor pada upaya Indonesia menuju masa depan yang lebih hijau,” kata dia.

Green bond tersebut, lanjut Rudy, semakin memperkuat fondasi keuangan Star Energy dan kemampuan perusahaan untuk ekspansi di masa mendatang. Selain itu, hal ini juga membuka kemampuan Star Energy untuk memberikan dividen yang lebih stabil kepada pemegang sahamnya. Barito akan terus mendorong investasi pada teknologi yang membantu mengurangi emisi karbon, serta meningkatkan energi berkelanjutan.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN