Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produk United Tractors di kegiatan pertambangan. Foto: defrizal

Produk United Tractors di kegiatan pertambangan. Foto: defrizal

Dividen United Tractors Capai Rp 2,4 Triliun

Jumat, 9 April 2021 | 22:22 WIB
Nabil Al Faruq

JAKARTA, investor.id – PT United Tractors Tbk (UNTR) menetapkan total dividen tunai untuk tahun buku 2020 sebesar Rp 2,4 triliun atau Rp 644 per saham. Aksi korporasi tersebut telah disetujui dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Jumat (9/4).

Sekretaris Perusahaan United Tractors Sara K Loebis mengatakan, dividen tunai sebesar Rp 2,4 triliun sudah termasuk dividen interim sebesar Rp 171 per saham atau seluruhnya berjumlah Rp 637 miliar yang telah dibayarkan pada 20 Oktober 2020.

“Sisanya sebesar Rp 473 per saham atau seluruhnya berjumlah Rp 1,8 triliun akan dibagikan kepada pemegang saham perseroan yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) pada 21 April 2021,” ujar Sara dalam paparan publik United Tractors, Jumat (9/4).

Dividen tunai tersebut akan dibayarkan kepada pemegang saham perseroan pada 11 Mei 2021. Adapun sisa dari laba bersih perseroan pada akhir tahun 2020 akan dibukukan sebagai laba ditahan.

Sebagaimana diketahui, perseroan sepanjang tahun 2020 membukukan laba setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 6 triliun, menurun 46,93% dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya yang mencatatkan Rp 11,31 triliun.

Pendapatan bersih perseroan juga mengalami penurunan menjadi Rp 60,34 triliun atau turun 28,52% dari periode 31 Desember 2019 yang mencatatkan sejumlah Rp 84,43 triliun. Beban pokok pendapatan diperoleh sebesar Rp 47,35 triliun, turun 25% dari sebelumnya Rp 63,19 triliun. Alhasil laba kotor yang diperoleh sejumlah Rp 12,98 triliun dari semula Rp 21,23 triliun.

Sara menyampaikan, penurunan laba dan pendapatan bersih perseroan sepanjang tahun 2020 tersebut disebabkan oleh harga komoditas yang mengalami pelemahan dan juga dipengaruhi oleh pandemi Covid-19 yang terjadi di dalam negeri.

Dorong Kinerja

Adapun untuk meningkatkan kinerjanya pada tahun ini, perseroan akan memanfaatkan demand dari alat berat yang saat ini tengah meningkat. Strateginya yakni dengan cara men-deliver demand yang ada dari konsumen untuk bisa di-deliver sesuai dengan waktu yang diinginkan oleh konsumen.

“Kami pasti akan berkoordinasi dengan prinsipal bagaimana kita bisa mendapatkan barang yang lebih tepat dan lebih banyak untuk mengantisipasi demand yang sangat luar biasa,” ujar Presiden Direktur United Tractors Frans Kesuma.

Strategi lainnya yang dilakukan oleh perseroan adalah fokus untuk mendapatkan atau mengakuisisi tambang-tambang baru, baik itu tambang emas dan mineral lainnya. Perseroan juga akan fokus terhadap segmen renewable energy

Sebagai informasi, United Tractors pada tahun ini menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) di tahun 2021 sebesar US$ 290 juta atau setara dengan Rp 4,09 triliun.

Investor Relation United Tractors Ari Setiawan mengatakan, anggaran belanja modal tersebut rencananya akan dialokasikan 50% untuk kontraktor penambangan yang sebagian besar digunakan untuk pergantian alat berat. 

Perseroan juga akan menggunakan sekitar 40% dari anggaran tersebut untuk pertambangan emas untuk membiayai pemgembangan fasilitas processing plant, proyek peningkatan operasional dan peningkatan tailing storage facility serta pemeliharaan rutin. “Adapun untuk sumber pendanaan belanja modal rencananya akan berasal dari kas internal perseroan,” ujar Ari.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN