Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT DMS Propertindo Tbk Muhamad Prapanca (tengah) bersama Direktur independen Antonius Bima, Direktur PT Accola Hotel Indonesia Haryadi, Direktur Operasional dan Proyek Tatang Sukmana, Direktur Keuangan Marwadi S Masyhur, VP Investment PT Danatama Makmur Sekuritas Jonni Effendi, Direktur Marketing Radjasa Barkah usai acara paparan Penawaran Umum Perdana Saham PT Danamata Makmur Sekuritas di Bogor, Jawa Barat, Jumat, (21/06/2019). Foto: nvestor Daily/EMRAL

Direktur Utama PT DMS Propertindo Tbk Muhamad Prapanca (tengah) bersama Direktur independen Antonius Bima, Direktur PT Accola Hotel Indonesia Haryadi, Direktur Operasional dan Proyek Tatang Sukmana, Direktur Keuangan Marwadi S Masyhur, VP Investment PT Danatama Makmur Sekuritas Jonni Effendi, Direktur Marketing Radjasa Barkah usai acara paparan Penawaran Umum Perdana Saham PT Danamata Makmur Sekuritas di Bogor, Jawa Barat, Jumat, (21/06/2019). Foto: nvestor Daily/EMRAL

DMS Propertindo Siapkan Dana Akuisisi Lahan Rp 100 Miliar

Thereis Kalla, Selasa, 9 Juli 2019 | 12:56 WIB

JAKARTA,Investor.id - PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) akan mengalokasikan dana Rp 100 miliar dari hasil penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) saham untuk membiayai pembelian lahan potensial di Soreang, Bandung, Jawa Barat. 

Perseroan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 186 miliar dari hasil IPO saham. Dana berasal dari pelepasan sebanyak 9,3 miliar saham dengan harga penawaran Rp 200 per saham. Saham perdana KOTA telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini.

“Sampai saat ini proses pembebasan lahan masih berlangsung dan segera diselesaikan setelah meraih dana IPO saham. Kami berharap dalam setahun setidaknya sudah ada perizinan dan lain-lain,” kata Corporate Secretary DMS Propertindo Ferryan Syukri seusai listing perdana saham KOTA di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (9/7). 

Selanjutnya perseroan akan menggunakan sisa dana IPO saham untuk operasional perseroan dan entitas anak, yaitu PT Padjadjaran Raya, dalam bentuk penyertaan modal. DMS memiliki proyek jangka panjang untuk membangun kota mandiri di daerah potensial tersebut secara bertahap dengan luas total lahan 500 hektar. “Tahap pertama sekitar 50 hektar dulu kita mau bangun menggunakan dana IPO,” kata Ferryan.     

Sementara itu, pembangunan lahan tersebut akan memanfaatkan dana dari pinjaman bank. “Kita akan membangun cluster per cluster, tahun ini kita bangun cluster tahap pertama dulu,” jelasnya.

Pengembangan tahap awal lahan tersebut akan fokus membangun perumahan kelas menengah ke bawah di Soreang. “Kami bangun dari kelas mid low level, supaya ramai dahulu,” jelasnya.

Selain melakukan ekspansi, perseroan kemungkinan  mengakuisisi hotel yang berada di daerah pariwisata. “Rencananya akuisisi hotel di Bali dan Lombok, karena perseroan sudah punya di Bandung dan Jogja,” tuturnya.  

 DMS Propertindo resmi mencatatkan perdana saham (listing) di BEI pada Selasa (9/7).  Selama penawaran umum pada 2-3 Juli 2019, saham DMS mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 22,79 kali. Emiten berkode saham KOTA ini melepas sebanyak 9,33 miliar saham melalui penawaran umum perdana IPO. Saham KOTA ditawarkan Rp 200 per saham. PT Danatama Makmur Sekuritas dan PT NH Korindo Sekuritas bertindak sebagai penjamin emisi efek (underwriter).

DMS juga menerbitkan sebanyak 2,87 miliar waran seri I yang diberikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham hasil konversi Obligasi Wajib Konversi dan pemegang saham baru sebagai insentif. Rasionya 3:1. Itu berarti setiap pemegang tiga saham baru berhak memperoleh satu waran, dimana setiap satu waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru. 

Jangka waktu pelaksanaan waran ditetapkan selama tiga tahun. Harga pelaksanaan sebesar 125% dari harga IPO. Masa berlaku pelaksanaan waran mulai tanggal 10 Januari 2020 sampai dengan 8 Juli 2022. 

Sementara itu, bersamaan dengan penawaran umum, DMS juga melaksanakan Obligasi Wajib Konversi (OWK) senilai Rp 270.161.947.504. Adapun saham yang ditawarkan dalam rangka penawaran umum dan pelaksanaan hasil konversi OWK memberikan hak yang sama dan sederajat kepada pemegangnya dalam segala hal, sama seperti pemegang saham lainnya. 

Hal itu termasuk hak atas pembagian dividen dan sisa kekayaan hasil likuidasi, hak untuk menghadiri dan mengeluarkan suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), hak atas pembagian saham bonus dan hak memesan efek terlebih dahulu sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas (UUPT) dan Undang-Undang Penanaman Modal (UUPM).

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN