Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
ilustrasi token LUNA

ilustrasi token LUNA

Do Kwon Persiapkan LUNA Baru yang Tidak Akan Terhubung dengan UST, Harga LUNA Anjlok Lagi

Selasa, 17 Mei 2022 | 12:55 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Pendiri blockchain Terra Luna, Do Kwon, mengumumkan revisi rencana untuk memulihkan ekosistem setelah mengalami kombinasi volatilitas pasar yang signifikan sehingga menghapus sebagian besar kapitalisasi pasar blockchain.

Dikatakan Kwon, Terraform Labs akan mengajukan proposal tata kelola baru pada 18 Mei untuk mem-fork blockchain Terra Luna yang disebut Terra (LUNA).

Namun, dalam chain yang baru itu tidak akan ditautkan ke stablecoin TerraUSD (UST). Sedangkan, untuk blockchain Terra akan tetap ada dan tertaut dengan UST dan akan disebut Terra Classic (LUNC). Jika rencana disetujui, maka blockchain LUNA yang baru akan live mulai 27 Mei 2022.

Dalam revisi tersebut, token LUNA yang baru akan dikirimkan ke pemegang LUNC, pemegang UST, dan pengembang penting dari blockchain Terra Classic. Selain itu, dompet Terraform Labs akan dihapus dari daftar putih untuk airdrop, sehingga menjadikan Terra milik komunitas sepenuhnya. Pasokan LUNC yang diusulkan dibatasi sebesar 1 miliar, dimana 25%-nya masuk ke kumpulan komunitas, 5% ke pengembang penting, dan 70% ke pemegang LUNC dan UST di berbagai snapshot acara di bulan Mei, tergantung pada kondisi vesting.

Baca juga: Usai Tragedi UST dan LUNA, Masih Amankan Stablecoin Dikoleksi? 

Sebelumnya, Luna Foundation Guard yang penjaga ekosistem LUNA mengungkapkan bahwa mereka menggunakan sebagian besar cadangan mata uang kriptonya untuk mempertahankan pasak UST selama aksi jual pasar. Namun dengan aksi ini, kecil kemungkinan ekosistem Terra dapat menyelamatkan dirinya sendiri tanpa bantuan modal eksternal.

CEO Binance, Changpeng Zhao, mengatakan bahwa dia akan mendukung komunitas Terra dalam usaha recovery ini, namun dia ingin melihat lebih banyak transparansi dari entitas terkait.

Berdasarkan CoinMarketCap, Selasa (17/5/2022) pukul 12.50 WIB token LUNA turun 24,61% dalam 24 jam ke US$ 0,0001841. Namun jika dibandingkan pekan lalu dan year to date harga LUNA tercatat sudah anjlok 100% dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar US$ 1,2 miliar.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN