Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi uang. (Foto: Beritasatu Photo/Uthan A Rachim)

Ilustrasi uang. (Foto: Beritasatu Photo/Uthan A Rachim)

Dolar AS Jatuh dari Level Tertinggi, Rupiah Berhasil Naik Tinggalkan Posisi Rp 15.300-an

Selasa, 4 Oktober 2022 | 09:24 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (4/10/2022) pagi, menguat 15 poin atau 0,1% ke posisi Rp 15.288 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.303 per dolar AS.

Analis pasar uang dari Monex Investindo Futures Faisal menilai, dengan melihat dari sudut cadangan devisa yang cukup baik akhir-akhir ini, hal tersebut bisa menenangkan pergerakan rupiah untuk sesaat.

Baca juga: Pengusaha Dapat Berpartisipasi Wujudkan Stabilitas Rupiah

Namun, untuk volatilitas rupiah yang cenderung melemah tampaknya masih dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global dimana prospek kenaikan suku bunga lanjutan dari The Fed, kekhawatiran resesi dan masalah geopolitik yang dapat membuat pasar menjauhi aset-aset berisiko yang mana rupiah termasuk di dalam ini.

Baca juga: Rupiah Bergejolak, Ini Harapan Kadin kepada Otoritas Moneter dan Fiskal

Pelemahan rupiah pada penutupan awal pekan Senin (3/10/2022) kemarin menurut Faisal karena pasar tampaknya mengantisipasi perilisan data inflasi konsumen Indonesia yang naik. Di mana, jika lebih tinggi dari periode sebelumnya, maka rupiah bisa semakin melemah ke depannya.

Baca juga: Jangan Panik, Yuk! Stay Cool di Rupiah

“Kalau untuk hari ini, untuk rupiah mungkin dapat menguat jangka pendek dibalik outlook pelemahan dolar AS karena data indeks manufaktur AS yang kurang baik. Hanya, yang perlu diwaspadai jika pasar ternyata melihat anjloknya sektor manufaktur di negara-negara maju seperti Perancis, Jerman, zona Euro dan AS, mungkin saja dapat berdampak negatif ke rupiah karena mungkin saja pasar akan menjauhi aset berisko,” kata Faisal kepada Investor Daily, Selasa (4/10/2022).

Sementara itu, dolar AS mundur dari level tertinggi 20 tahun. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,33% menjadi 111,7460, terutama karena melonjaknya sterling setelah Inggris membatalkan rencana untuk memotong tingkat pajak penghasilan tertinggi.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com