Menu
Sign in
@ Contact
Search
ilustrasi dolar
Sumber: Antara

ilustrasi dolar Sumber: Antara

Dolar Jatuh di Tengah Data Ekonomi

Selasa, 2 Agustus 2022 | 07:15 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id - Dolar melemah terhadap sekeranjang mata uang utama pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Jatuh ke terendah sejak pertengahan Juni terhadap yen, karena pelaku pasar mencerna data ekonomi yang baru dirilis dan kemungkinan bahwa Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga seagresif yang diperkirakan sebelumnya.

Indeks dolar AS bergejolak setelah data menunjukkan aktivitas manufaktur AS melambat kurang dari yang diharapkan pada Juli. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,43% menjadi 105,45.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi US$ 1,025 dari US$ 1,022 di sesi sebelumnya. Poundsterling Inggris naik menjadi US$ 1,22 dari US$ 1,21 di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi US$ 0,70 dari US$ 0,69.

Baca juga: Minyak Turun Sekitar 4% Terbebani Lemahnya Data Manufaktur

Dolar AS dibeli 131,83 yen Jepang, lebih rendah dari 133,35 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,95 franc Swiss dari 0,951 franc Swiss, dan naik menjadi 1,28 dolar Kanada dari 1,28 dolar Kanada.

Pergerakan di atas terjadi setelah data menunjukkan aktivitas manufaktur AS terus menurun pada Juli karena lebih banyak pabrik yang menghentikan produksi dalam menghadapi pesanan yang menyusut dan meningkatnya persediaan.

Baca juga: Saham-saham Inggris, Jerman, dan Prancis Berakhir di Wilayah Negatif

Institute for Supply Management mengatakan pada Senin (1/8/2022) bahwa indeks aktivitas manufaktur turun menjadi 52,8, level terendah sejak Juni 2020, dari 53 sebulan sebelumnya. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi di sektor ini.

Tetapi laporan utama bagi investor minggu ini adalah laporan pekerjaan bulanan AS pada Jumat (5/8). "Ini awal bulan baru, dan fokus sebenarnya adalah pada kemungkinan bahwa Fed memperlambat kenaikan suku bunganya," kata Marc Chandler, kepala strategi pasar di Bannockburn Global Forex di New York, seperti dikutip oleh Reuters.

"Fokus besar adalah pada data pekerjaan pada akhir pekan, dan itu mungkin mengkonfirmasi bahwa perbaikan di pasar tenaga kerja moderat. Ini angka yang lemah, tetapi hanya mengingat masa lalu kami baru-baru ini,” katanya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com