Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Dorong Transparansi, BEI Siap Terapkan Aturan e-IPO

Selasa, 14 Juli 2020 | 05:17 WIB
Thereis Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah siap untuk mengimplementasikan penerapan aturan terkait penyelenggaraan penawaran umum secara elektronik atau e­-IPO. Rencananya BEI akan mulai melakukan uji coba terkait sistem pengaturan e-IPO.

 

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Laksono Widodo mengungkapkan, pihaknya sudah menyiapkan sistem untuk penerapan e-IPO. Rencananya BEI akan mulai melakukan uji coba kepada anggota bursa dalam waktu dekat ini.

 

“Sudah mulai berlaku dan akan mulai diterapkan oleh anggota bursa pilot. Selanjutnya akan diwajibkan mulai awal tahun 2021,” jelas Laksono kepada Investor Daily, Senin (13/7).

Adapun sebelumnya Otoritas Jasa Keuangan telah mengeluarkan aturan mengenai e-IPO yang tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Republik Indonesia Nomor 41 /POJK.04/2020. OJK sebagai regulator mempertimbangkan agar POJK ini dapat meningkatkan partisipasi publik dalam penawaran umum, sehingga perlu dilakukan peningkatan efisiensi, efektivitas, transparansi, akuntabilitas pelaksanaan penawaran umum, dan peran serta perusahaan efek dalam penawaran umum.

“Bahwa untuk memberikan kepastian hukum, penyelenggaraan suatu sistem teknologi informasi dalam penawaran umum, diperlukan pengaturan mengenai pelaksanaan kegiatan penawaran umum efek bersifat ekuitas, efek bersifat utang, dan atau sukuk secara elektronik,” jelas OJK dalam POJK Nomor 41, seperti dikutip Investor Daily, Senin (13/7).

Berdasarkan penjelasan OJK dalam aturan tersebut, perlunya kemudahan bagi pemodal publik dalam partisipasi penawaran umum, pasalnya proses bisnis penawaran umum untuk penjatahan terpusat saat ini relatif sulit diakses, mengingat dilaksanakan secara manual melalui gerai pemesanan. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi informasi dapat memberi kemudahan bagi pemodal untuk melakukan pemesanan efek pada penawaran umum.

Lebih lanjut OJK menjelaskan, ketersediaan efek yang memadai dapat memberikan kesempatan yang lebih baik bagi pemodal untuk mendapatkan penjatahan efek.

“Selain itu, penentuan harga penawaran efek dan jumlah efek yang ditawarkan dalam penawaran umum perdana saham juga penting untuk ditingkatkan transparansi dan akuntabilitasnya,” papar OJK.

Ulang Tahun BEI

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono mengungkapkan, memasuki usianya yang ke-28 tahun pada 13 Juli 2020, BEI tidak berhenti mengembangkan program-program baru yang berkontribusi terhadap kemajuan pasar modal Indonesia.

Selain implementasi pengembangan sistem e-IPO,  BEI juga tengah mempersiapkan e-Registration tahap II, peluncuran produk derivatif baru dan structured warrant, implementasi Penyelenggara Pasar Alternatif (PPA) melalui peluncuran ETP Tahap II dan inovasi-inovasi lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan perlindungan terhadap investor dan pendalaman di pasar modal Indonesia.

“BEI berharap untuk terus berkembang menjadi Bursa yang kompetitif dan mampu bersaing dengan bursa-bursa lain di dunia. Dengan harapan ke depannya, BEI juga semakin kuat, kokoh, serta berkelanjutan untuk menjadi pilar kemajuan perekonomian Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Dengan target 46 pencatatan efek baru pada tahun 2020, lanjut Yulianto, BEI telah berhasil menorehkan 41 pencatatan efek baru yang terdiri dari 32 pencatatan efek saham, 1 obligasi baru, 7 ETF baru, dan 1 EBA. Hingga Juni 2020, jumlah investor telah mengalami peningkatan 18% menjadi 2,9 juta investor untuk total investor saham, obligasi, dan reksa dana berdasarkan Single Investor Identification (SID). Khusus untuk investor saham, peningkatan telah terjadi sebesar 12% menjadi 1,2 juta investor saham.

“Semua pencapaian ini tentunya merupakan kerja keras seluruh stakeholders yang tetap memberikan kontribusi dalam memajukan pasar modal Indonesia,” pungkasnya.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN