Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Dharma Satya Nusantara Tbk . Foto: Perseroan.

PT Dharma Satya Nusantara Tbk . Foto: Perseroan.

DSN Tumbuh Berkat Produktivitas

Jumat, 11 Desember 2020 | 04:42 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id -  PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) tercatat sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan tingkat produktivitas tandan buah segar (TBS) terbaik. Perseroan juga memiliki kas bersih yang kuat, sehingga bisa dipakai untuk melunasi pinjaman dan pembayaran dividen

Dharma Satya Nusantara atau DSN memiliki lahan inti perkebunan kelapa sawit yang tertanam seluas 88.100 hektare (ha). Dari luas tersebut, 83.700 ha di antaranya merupakan lahan menghasilkan, dengan usia rata-rata tanaman di bawah 15 tahun. Adapun yield lahan sawit perseroan mencapai 8,4% per tahun untuk periode 2015- 2019. Volume produksi kebun inti perseroan diperkirakan mencapai 1,81 juta ton TBS tahun ini dan diharapkan naik menjadi 2,05 juta ton TBS pada 2021.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Andreas Kenny mengungkapkan, DSN merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang paling produktif dengan rata-rata produksi 23 ton TBS per tahun. Usia tanaman sawit perseroan juga tergolong muda dan produktif dengan rata-rata mencapai 11,8 tahun pada 2020. Perseroan juga sedang gencar mengakuisisi aset untuk mendongkrak

 volume produksi. Hal ini diharapkan membuat rata-rata pertumbuhan volume produksi perseroan mencapai 9,6% per tahun untuk periode 2020-2022.

“Dengan usia rata-rata kelapa sawit perseroan mencapai 11,8 tahun pada 2020, perseroan memiliki ruang untuk mendongkrak volume produksi dengan target sekitar 10% per tahun hingga 2022. Peningkatan volume produksi juga didukung oleh langkah akuisisi aset, seperti membeli lahan sawit seluas 17 ribu ha,” tulis Andreas dalam risetnya. Selain faktor tersebut,

DSN berhasil mencetak pertumbuhan produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) sebesar 10% per tahun. Tingkat pertumbuhan tersebut diperkirakan berlanjut hingga akhir 2020 dengan target volume mencapai 787 ribu ton.

“Dengan asumsi harga jual CPO 2.700 ringgit Malaysia per ton, perseroan diperkirakan mampu mencetak penjualan Rp 6,7 triliun tahun ini dan diharapkan meningkat menjadi Rp 8 triliun pada 2022. Perolehan tersebut menunjukkan rata-rata pertumbuhan 9,1% per tahun,” jelas dia.

Di sisi lain, DSN memiliki arus kas yang mencukupi untuk membayar utang jatuh tempo dan pembayaran dividen dalam beberapa tahun mendatang. Total kas bersih akhir tahun perseroan periode 2020-2022 bisa mencapai Rp 2,8 triliun per tahun. Tingginya kas internal ditopang oleh berlanjutnya peningkatan margin keuntungan kotor (GPM) perseroan mencapai 24,3% pada 2020 dan diharapkan meningkat menjadi 25,9% pada 2021 yang didukung oleh pertumbuhan volume penjualan.

Kegiatan di pabrik Dharma Satya Nusantara. Foto: dsn.co.id
Kegiatan di pabrik Dharma Satya Nusantara. Foto: dsn.co.id

Begitu juga peningkatan biaya operasional diperkirakan hanya satu digit pada 2020-2022, sehingga margin keuntungan diprediksi tetap kuat. Selain didukung sentimen positif tersebut, kini saham DSNG sudah masuk indeks SRI-Kehati.

Hal itu setelah perseroan mendapatkan ‘pinjaman hijau’ (green loan) senilai US$ 30 juta dari The &Green Fund. Sebab itu, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham DSNG dengan target harga Rp 850.

Target harga tersebut mengimplikasikan perkiraan PE tahun ini sekitar 18,4 kali dan PBV 2 kali. Target harga tersebut juga mempertimbangkan produksi perseroan yang terus bertumbuh saat harga jual CPO masih mendatar dan rendahnya beban keuangan yang berpotensi menjadikan pertumbuhan tahunan laba bersih perseroan mencapai 21,7% untuk periode 2020-2022.

Adapun laba bersih DSN diproyeksi meningkat tahun ini menjadi Rp 380 miliar dan diharapkan berlanjut menjadi Rp 488 miliar pada 2021 dibandingkan realisasi tahun 2019 senilai Rp 272 miliar. Pendapatan tahun ini diperkirakan meningkat menjadi Rp 6,75 triliun dan menjadi Rp 7,39 triliun pada 2021 dibandingkan 2019 yang senilai Rp 5,73 triliun.

Belanja Modal

Sebelumnya, manajemen DSN menyebutkan, perseroan akan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/ capex) Rp 1 triliun tahun depan.

Presiden Direktur DSN Andrianto Oetomo mengatakan, pihaknya akan menggunakan dana tersebut untuk mengatur kembali peta energi melalui pembangunan pabrik Bio-CNG.

“Dalam 2-4 tahun ke depan, kami akan meng-upgrade peta energi kami melalui pabrik Bio- CNG. Dengan meng-upgrade peta energi, belanja modal kami memang naik, namun kami bisa menghemat solar 2 juta liter per tahun,” jelas dia, belum lama ini.

DSN telah membangun pabrik Bio-CNG pertama di Muara Wahau, Kalimantan Timur, pada 17 September 2020. Pabrik ini bisa menghasilkan listrik 1.200 kwh dan biomethane gas sebesar 280 m3 per jam. Pembangunan pabrik ini menelan biaya investasi sekitar US$ 6-6,5 juta.

Mengenai perubahan peta energi ini, DSN bekerjasama dengan eREX Singapore untuk mengekspor cangkang kelapa sawit (palm kernel shell) ke Jepang. Cangkang kelapa sawit ini kemudian digunakan untuk bahan baku pembangkit listrik berbasis biomassa.

Ke depan, perseroan juga berencana menggunakan belanja modal untuk replanting. Namun, hal tersebut akan dilakukan pada 2023.

Menurut Andrianto, replanting berbeda dengan menanam di lahan baru, sehingga perusahaan harus belajar terlebih dahulu. Selain itu, perusahaan berencana masuk ke downstream dalam tiga tahun mendatang.

Sebelum melakukan downstream, perusahaan akan mempersiapkan produksi CPOuntuk downstream di atas 600 ribu ton.

Downstream kami lakukan bukan sekadar untuk menambah margin EBITDA, namun untuk menyetabilkan margin EBITDA,” tutur Andrianto.

Perseroan berharap strategi tersebut bisa berdampak positif terhadap kinerja keuangan. Hingga kuartal III-2020, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp 162 miliar, meningkat 162,3% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 62 miliar.

Peningkatan laba bersih didukung oleh pertumbuhan penjualan sebesar 10,4% menjadi Rp 4,38 triliun dari Rp 3,96 triliun. Kenaikan tersebut didukung oleh peningkatan rata-rata harga jual CPO.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN