Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
ilustrasi Minyak. 
Sumber: Antara

ilustrasi Minyak. Sumber: Antara

Dua Sentimen Ini Dongkrak Minyak Kembali Menguat

Rabu, 25 Mei 2022 | 11:22 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Tim riset ICDX menyebut, setelah sempat tertekan pasca rilisnya laporan API serta pengumuman dari Departemen Energi AS, harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi ke zona bullish. Kenaikan tersebut didongkat oleh beberapa sentimen positif. Diantaranya optimisme penerapan sanksi UE dalam waktu dekat, isyarat Saudi untuk tidak menambah lebih banyak pasokan, serta penurunan produksi minyak Rusia.

Departemen Energi AS pada hari Selasa mengumumkan rencana terbaru perilisan minyak dari cadangan strategis yang merupakan bagian dari realisasi program perilisan terkoordinasi AS bersama negara anggota International Energy Agency (IEA) yang disampaikan pada akhir Maret lalu. Rencananya total minyak yang akan dirilis AS kali ini sebesar 40,1 juta barel dengan perilisan secara bertahap yaitu 39 juta barel dirilis pada 1 Juli - 15 Agustus, dan sisanya 1,1 juta barel pada 21 - 30 Juni.

Masih dari AS, stok minyak mentah AS dalam sepekan naik sebesar 567 ribu barel, ungkap data dari grup industri American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir 20 Mei. “Meski demikian, pasar masih menantikan angka resmi dari pemerintah yang akan dirilis malam nanti oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA),” tulis tim riset ICDX dalam risetnya, Rabu (25/5/2022).

Baca juga: Duet Great Edu dan LPS Gelar Edukasi Investasi Cerdas di Era Digital 4.0

Sementara itu, Menteri Luar Negeri baru Prancis, Catherine Colonna pada hari Selasa mengatakan bahwa dia optimis bahwa mereka yang masih menentang paket sanksi baru Uni Eropa (UE) terutama terkait embargo minyak Rusia dapat diyakinkan, dan bahwa blok tersebut akan dapat segera mencapai kesepakatan. Pernyataan Colonna tersebut menguatkan komentar sebelumnya dari Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck yang pada hari Senin melontarkan pernyataan serupa.

“Efek dari penerapan embargo tersebut akan berdampak positif pada harga minyak karena berimbas pada pengetatan pasokan di pasar,” tambah tim riset ICDX.

Turut mendukung pergerakan harga minyak, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, pangeran Faisal bin Farhan pada hari Selasa mengatakan bahwa tidak ada lagi yang bisa dilakukan kerajaan untuk menjinakkan pasar minyak. Faisal juga menambahkan bahwa ada cukup energi di pasar dan pasokan saat ini juga relatif seimbang.

Baca juga: Dolar AS Bergerak Naik, Harga Emas Dunia Tertekan

“Komentar tersebut mengindikasikan bahwa Saudi tidak akan memasok lebih banyak minyak ke pasar dalam waktu dekat ini,” kata tim riset ICDX.

Dari Rusia, produksi minyak negara eksportir minyak terbesar kedua dunia itu mengalami penurunan pada pertengahan Mei yaitu 830 ribu bph lebih rendah dari produksi bulan Februari, ungkap data terbaru dari Kementerian Energi Rusia. Untuk penurunan terbesar berasal dari produksi Rosneft, yang menyumbang penurunan sebesar 560 ribu bph.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$115 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$105 per barel,” tutup tim riset ICDX.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN