Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawati berjalan di depan layar elektronik Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawati berjalan di depan layar elektronik Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Duh, IHSG Dibuka Amblas 0,14%

Selasa, 28 Juni 2022 | 09:03 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Ditutup melemah sebesar 26 poin (0,38%) ke level 7.016, IHSG dibuka amblas pada perdagangan sesi I, Selasa (28/6/2022). IHSG jatuh 9,64 poin (0,14%) di level 7.006. IHSG bergerak menghijau pada rentang 6.986-7.012.

Tercatat sebanyak 789.464 miliar saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 375,12 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 41.805 kali transaksi. Sebanyak 175 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikkan, 114 saham terkoreksi, dan 197 saham stagnan.

Advertisement

Saham Wall Street merosot pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), memudar setelah pergerakan positif pekan lalu. Pasalnya, pasar kini membebani kekhawatiran atas perlambatan ekonomi dan suku bunga yang lebih tinggi. Ekonom semakin pesimis tentang potensi regulator Amerika Serikat (AS) untuk merekayasa ‘pendaratan lunak’ (soft landing) karena bank sentral memperketat kebijakan moneter. Federal Reserve (The Fed) membalikkan arah kebijakannya setelah periode panjang suku bunga terendah, akibat melonjaknya inflasi.

Hasil pada catatan obligasi pemerintah Treasury AS dengan tenor 10 tahun, proxy untuk ekspektasi suku bunga, naik menjadi sekitar 3,20%. Kepala ekonom untuk S&P Global Ratings Beth Ann Bovino mengatakan bahwa dirinya tetap relatif berharap tentang prospek 2022, tetapi ia menyadari 2023 menjadi kekhawatiran yang lebih besar.

Baca juga: Mirae: IHSG Uji Resistance, Pantau RAJA, PGAS, dan PSSI

S&P telah memroyeksikan resesi pertumbuhan rendah pada 2023. Dow Jones Industrial Average berakhir turun 0,2% pada 31.438,26. S&P 500 berbasis luas turun 0,3% menjadi 3.900,11, sedangkan Nasdaq Composite Index yang kaya teknologi turun 0,7% menjadi 11.523,83.

Saham di kawasan Asia Pasifik sedikit lebih tinggi pada perdagangan Selasa (28/6), karena investor mempertimbangkan kekhawatiran ekonomi. Nikkei 225 Jepang naik 0,11%, sedangkan Topix naik 0,26%. Di Korea Selatan, Kospi naik 0,51% dan Kosdaq naik tipis 0,29%. S&P/ ASX 200 Australia naik 0,22%. Dalam berita perusahaan, Trip.com melaporkan kerugian bersih sebesar 989 juta yuan Tiongkok (US$ 147,79 juta) untuk kuartal pertama tahun ini setelah pasar Amerika Serikat (AS) tutup.

Prediksi Analis

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG terkonsolidasi pada perdagangan Selasa (28/6/2022). IHSG bakal bergerak pada kisaran resistance 7.050, pivot 7.000, support 6.950. Cermati saham-saham berpeluang rebound.

Phintraco Sekuritas menyebut, tanpa ada arahan solid dari indeks-indeks global, IHSG diperkirakan cenderung terkonsolidasi di bawah strong pivot 7.050. “Jika bertahan di atas 7.000, IHSG berpotensi uji 7.050-7.080. Sebaliknya, hati-hati support level 6.930-6.950, jika turun ke bawah 7.000 di Selasa (28/6/2022),” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa (28/6/2022).

Baca juga: Saham Pilihan untuk Trading 28 Juni dan Target Harganya

Phintraco Sekuritas menyebut, sentimen eksternal masih berkaitan dengan arah kebijakan bank central. Presiden ECB, Christine Lagarde, Gubernur BoE, Bailey dan Kepala the Fed, Powell dijadwalkan memberikan pidato pada 29 Juni 2022.

Masih dari eksternal, Phintraco Sekuritas menambahkan, pelaku pasar menantikan hasil dari G7 Summit yang tengah berlangsung. Ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina menjadi salah satu topik yang diangkat dalam pertemuan tersebut. Dari data ekonomi, U.S. CB Consumer Confidence diperkirakan turun ke 100.9 di Juni 2022 dari 106.4 di Mei 2022.

Dari dalam negeri, Phintraco Sekuritas menyebut, pelaku pasar mengantisipasi data inflasi bulan Juni 2022. Data inflasi, terutama inflasi inti menjadi salah satu indikator utama yang diperhatikan BI dalam memutuskan sukubunga acuan, khususnya untuk beberapa bulan kedepan.

“Pelaku pasar dapat mencermati peluang rebound pada MIKA, MLIA dan INKP; potensi penguatan lanjutan pada BRMS, PNLF, PNBN dan TBIG,” tutup Phintraco Sekuritas.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN