Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI). Foto: IST.

PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI). Foto: IST.

Duta Pertiwi Akuisisi Pengembang Apartemen Aerium Rp 293,2 Miliar

Selasa, 23 Maret 2021 | 22:48 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI), anak usaha PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), mengakuisisi PT Itomas Kembangan Perdana (IKP), pengembang Apartemen Aerium. Nilai transaksi mencapai Rp 293,24 miliar.

Direktur Bumi Serpong Damai atau BSD Hermawan Wijaya menjelaskan, jumlah saham seri A yang diambilalih mencapai 14.700 saham dengan nilai Rp 147 miliar dan saham seri B sebanyak 25.068 saham atau sebesar Rp 146,24 miliar.

Duta Pertiwi mengambil alih saham tersebut dari pemegang saham sebelumnya, yakni PT Jcreal dan TPB Development Pte Ltd. "Pengambilalihan saham tersebut membuat IKP menjadi anak usaha Duta Pertiwi," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (23/3).

Melalui akuisisi ini, Hermawan berharap Duta Pertiwi bisa mempertahankan kepemilikan sahamnya di Itomas Kembangan. Selain itu, Itomas Kembangan juga bisa melakukan ekspansi melalui dana dari hasil akuisisi.

Adapun Itomas Kembangan Perdana merupakan perusahaan yang dibentuk oleh anak usaha Duta Pertiwi, PT Kembangan Permai Development (KPD), Itochu Corporation, dan TPB Development. Pada 2014, Itochu Corporation menjual kepemilikan sahamnya kepada Jcreal.

Itomas Kembangan didirikan untuk mengembangkan Apartemen Aerium di Perumahan Taman Buana. Dengan pembelian saham seri A dan seri B milik Itomas Kembangan, Duta Pertiwi bisa sepenuhnya memiliki Itomas Kembangan.

Ekspansi Usaha

Tahun lalu, akibat pandemi Covid-19, Duta Pertiwi memprioritaskan ekspansi pada proyek yang sudah berjalan ketimbang memulai proyek baru. Sekretaris Perusahaan BSD Christy Grasella mengatakan, proyek yang masih dijalankan adalah mixed use Southgate yang mencakup tiga menara apartemen, satu menara perkantoran, dan AEON Mall di Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Untuk proyek AEON Mall ditargetkan beroperasi pada Maret 2021. Perseroan mengucurkan investasi sekitar Rp 1,1 triliun untuk pendirian mall, yang sebagian besar anggaran sudah terserap. Dari alokasi tersebut, anggaran tahun 2020 hanya sekitar Rp 200 miliar.

Direktur Utama Duta Pertiwi Teky Mailoa menambahkan, pusat perbelanjaan yang dimiliki oleh perseroan seperti kawasan ITC berpotensi mengalami penurunan pendapatan hingga 50% selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pasalnya perseroan memberikan keringanan biaya service charge sekitar 30%-50%.

Sementara itu, BSD memfokuskan pertumbuhan bisnis organik sepanjang 2021. Hermawan mengatakan, strategi ini dilandasi atas prospek industri properti kian membaik di 2021. Terlebih, pemerintah telah memberikan beragam insentif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, termasuk properti.

“Kami sangat mengapresiasi kebijakan tersebut. Seperti adanya kebijakan Uang Muka 0% untuk pembelian hunian, bahkan pemerintah menghapus pencairan bertahap sehingga pencairan bisa dilakukan sekaligus dari nilai KPR. Kebijakan tersebut sangat membantu bagi calon pembeli maupun pengembang,” paparnya.

Lebih lanjut, beragam kebijakan tersebut akan meringankan para pembeli properti yang hendak membeli properti secara kredit dan bagi pengembang untuk meningkatkan kemampuan modal dan cash flow. “Tahun ini kami akan memaksimalkan angka penjualan dari penjualan unit/lot properti yang kami miliki. Untuk kawasan residensial kami menargetkan pra-penjualan Rp 4,4 triliun,” ungkap Hermawan.

Sedangkan segmen kawasan komersial akan ditopang oleh penjualan apartemen dan ruko senilai Rp 1,6 triliun. Kawasan residensial yang ditargetkan memberikan kontribusi positif terdiri dari; BSD City, Nava Park dan The Zora di BSD City, Grand Wisata, Kota Wisata, Grand City Balikpapan, Taman Banjar Wijaya dan Legenda Wisata.

Adapun di kawasan komersial yang ditargetkan memberikan kontribusi positif antara lain: kawasan komersial BSD City, Apartemen The Element, Apartemen Southgate, Apartemen Akasa dan Upper West di BSD City, Apartemen Aerium dan Klaska Residence.

Hermawan lebih lanjut mengatakan, selain fokus pada pertumbuhan secara organik, pihaknya juga terbuka untuk pertumbuhan secara anorganik jika secara bisnis menguntungkan dan memberikan nilai lebih kepada pemegang saham.

Sebagai catatan BSD City merupakan flagship project Sinar Mas Land di Indonesia yang berada dalam pengelolaan Bumi Serpong Damai. Saat ini sudah memasuki tahap 3 dengan luas lahan yang dikelola mencapai 2.450 ha dari total 5.950 ha kawasan BSD City.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN