Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Duta Pertiwi Hentikan operasional hotel La Grandeur Jakarta dan Balikpapan

Duta Pertiwi Hentikan operasional hotel La Grandeur Jakarta dan Balikpapan

Duta Pertiwi Hentikan Operasi Dua Hotel

Gita Rossiana, Selasa, 7 April 2020 | 11:22 WIB

JAKARTA, Investor.id -  PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) melalui anak usahanya, PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI), berencana menghentikan kegiatan operasional dua hotel di Jakarta dan Balikpapan. Penghentian operasional akan mulai efektif pada 7 April 2020.

Direktur Bumi Serpong Damai Hermawan Wijaya mengatakan, penghentian operasional dilakukan untuk Hotel Le Grandeur Mangga Dua dan Hotel Le Grandeur Balikpapan. Hal ini dilakukan setelah mencermati penurunan signifikan kinerja kedua hotel tersebut dalam tahun terakhir. Aksi ini juga bertujuan untuk mengurangi defisit keuangan.

Guna menghentikan kegiatan operasional kedua hotel tersebut, Duta Pertiwi melalui dua entitas usahanya, yakni PT Sinarwisata Lestari dan PT Sinarwisata Permai akan melakukan beberapa tahapan. Hermawan menjelaskan, tahapan pertama adalah mengkomunikasikan hal tersebut kepada para pemangku kepentingan, seperti Disnakertrans DKI Jakarta, serikat pekerja, karyawan, vendor dan pelanggan.

"Aksi tahap kedua adalah menyelesaikan kewajiban Sinarwisata Lestari sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku kepada para pemangku kepentingan," papar dia dalam keterangan resmi pada Selasa, (7/4).

Dengan penghentian operasional hotel ini, Hermawan menjelaskan, penerimaan dividen Duta Pertiwi akan berkurang. Namun demikian, hal ini tidak akan berdampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha perseroan dan Duta Pertiwi secara keseluruhan.

"Dengan adanya penghentian kegiatan operasional hotel, Sinarwisata Lestari dan Sinarwisata Permai selanjutnya akan mencari alternatif bisnis baru untuk kelangsungan usaha," kata dia.

Tahun ini, Bumi Serpong Damai menargetkan pra penjualan atau marketing sales sebesar Rp 7,2 triliun, naik 11% dibanding realisasi 2019 sebesar Rp 6,5 triliun. Produk residensial atau landed house tetap menjadi andalan perseroan pada 2020.

Hermawan mengatakan, raihan marketing sales tahun lalu berada di atas target yang ditetapkan sebelumnya mencapai Rp 6,2 triliun atau tercapai 105% hingga akhir 2019. Capaian positif tersebut didukung oleh penjualan produk-produk baru yang unik dan inovatif.

Terkait target tahun 2020, kata Hermawan, produk residensial atau landed house akan menjadi kontributor utama marketing sales, yaitu sebesar 58% atau senilai Rp 4,2 triliun. Sementara itu, proyek komersial diharapkan menyumbang 28% marketing sales dan sisanya 14% dari penjualan lahan dalam kerja sama joint venture dengan mitra strategis.

Tahun lalu, BSD membukukan penjualan perumahan meningkat sebesar 2% secara tahunan, sedangkan dalam hal penjualan unit meningkat dari 1.299 unit menjadi 1.803 unit. Peningkatan penjualan segmen residensial terutama itu disumbangkan oleh kluster baru dan yang sudah ada. Beberapa di antaranya adalah kluster Mozia, Savia, Greenwich, Vanya Park, FleekHauz, Fleekhauz-R, Imajihaus, Nava Park dan The Zora di BSD City, serta penambahan penjualan dari Taman Banjar Wijaya dan Grand City Balikpapan.

Tahun ini, lanjut Hermawan, perseroan masih mengandalkan marketing sales dari proyek flagship BSD City dengan kontribusi sebesar 58%. Adapun, sejmlah proyek yang siap diluncurkan tahun ini, yang masuk pada pengembangan fase I dan II, yaitu Tabebuya, Zena, The Zora, Nava Park, Savia dan Mozia. “Selain itu, kami juga menargetkan dapat menjual lahan komersial di BSD City untuk kebutuhan bisnis senilai Rp 800 miliar,” ujar Hermawan.

Lebih lanjut, sisa marketing sales sebesar 42% diharapkan berasal dari sejumlah proyek lain, seperti Kota Wisata di Cibubur, Taman Banjar Wijaya di Tangerang, Grand City Balikpapan di Kalimantan, Grand Wisata di Bekasi, Southgate TB Simatupang di Jakarta Selatan dan The Elements di Jakarta CBD.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN