Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO Dynaplast Group Tirtadjaja Hambali saat acara BeritaSatu Economic Outlook 2022: Akselerasi Pembangunan Industri 2022, Selasa, 23 November 2021.  Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

CEO Dynaplast Group Tirtadjaja Hambali saat acara BeritaSatu Economic Outlook 2022: Akselerasi Pembangunan Industri 2022, Selasa, 23 November 2021. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Dynaplast Kembali Menggeliat setelah Pelonggaran PPKM

Selasa, 23 November 2021 | 23:47 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id – PT Dynaplast mendapat berkah dari relaksasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan optimistis dapat membukukan kinerja yang lebih baik dari tahun 2020. Untuk menopang harapan itu, perseroan menyiapkan berbagai strategi bisnis.

CEO Dynaplast Tirtadjaja Hambali memaparkan bahwa pada saat ini perseroan mengalami kendala akibat pandemi, sama seperti industri lainnya. Di tengah penjualan yang menurun, perseroan masih melakukan operasional dan menggaji para karyawan. “Selama pandemi, kami tidak melakukan pemecatan kepada para karyawan. Kami anggap karyawan sebagai aset berharga,” jelas dia dalam acara BeritaSatu Economic Outlook 2022 yang berlangsung secara virtual, Selasa (23/11).

Tirta menegaskan, pihaknya juga terkendala dalam pengiriman bahan baku yang berasal dari luar negeri, selain karena pajak yang dianggap tinggi, logistik (shipping) yang tertunda makin memperberat posisi perusahaan. Meski demikian, pelonggaran PPKM memberikan ruang perbaikan bagi industri dan diharapkan akan terus berlanjut.

“Mengenai prospek usaha, kami tetap positif dan optimis terhadap prospek usaha di Indonesia. Kami juga berterima kasih pada pemerintah yang terus memperbaiki usaha dan mengeluarkan berbagai kebijakan di antaranya omnibus law UU Cipta Kerja dan perpajakan sehingga membuat Indonesia menjadi negara yang menarik untuk investasi yang akan menumbuhkan ekonomi akan semakin tinggi,” paparnya.

Dynaplast juga punya strategi tersendiri agar dapat bertahan dan bertumbuh, yakni dengan  fokus pada bisnis yang sustainability untuk menciptakan circular economy dan dunia yang lebih hijau. Salah satunya menggandeng perusahaan minuman berkarbonasi dengan merek Coca Cola Indonesia. 

Dalam  kerja sama tersebut, perusahaan akan membangun pabrik recycle material untuk botol kemasan polyethylene terephthalate (PET) dengan kapasitas 25 ribu ton yang diharapkan dapat beroperasi tahun depan. Pabrik ini memiliki nilai investasi Rp 556,2 miliar dan berrlokasi di Kawasan GIIC Cikarang, Bekasi.

Berdasarkan catatan Investor Daily, Presiden Direktur Coca-Cola‎ Amatil Indonesia, Kadir Gunduz, mengatakan bahwa kolaborasi antara Amatil Indonesia dan Dynaplast sejalan dengan program “Sustainability Ambitions 2020-2040 Coca-Cola Amatil”.

Fasilitas tersebut akan mulai beroperasi pada 2022 dan memiliki kapasitas untuk mengurangi jumlah resin plastik baru yang digunakan perusahaan sekitar 25.000 ton per tahun, perluasan industri, dan percepatan laju daur ulang.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN