Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Bappebti (Foto: Beritasatu.com)

Ilustrasi Bappebti (Foto: Beritasatu.com)

Ekonom: BI, OJK, dan Bappebti Diminta Bersinergi Perkuat Perlindungan Transaksi Kripto

Rabu, 8 Juni 2022 | 11:00 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda berharap, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) bersinergi positif untuk memperkuat perlindungan transaksi kripto di Indonesia. Sebagai regulator, peran Bappebti sangat diperlukan, meski sejauh ini belum menjadi pelindung investor.

“Perannya kurang luas, termasuk membuat aturan melindungi dari kejatuhan harga seperti kasus Terra Luna kemarin. Makanya saya rasa harus secepatnya dibuat bursa bagi investor aset kripto agar bisa ada regulator yang lebih teknis seperti BEI-nya di pasar saham,” kata Nailul di Jakarta, Rabu (8/6/2022).

Advertisement

Nailul menyatakan, sinergisitas antara Bappebti, BI, dan OJK secepatnya dilakukan untuk menyikapi perkembangan aset kripto yang sangat cepat. “Seharusnya sudah lama OJK, BI, dan Bappebti duduk bersama, untuk memformulasikan regulasi dan bagi perannya,” katanya.

Disebutkan, perlindungan transaksi perdagangan aset kripto kembali digoyang seiring wacana pembekuan sementara Bappebti yang disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima. Ia menyatakan, pembekuan sementara Bappebti diperlukan karena dinilai gagal mengawasi perdagangan berjangka baik fisik maupun digital.

Baca juga: Riset: Investor Kaya di Indonesia Banyak yang Mulai Investasi Aset Kripto

Selama ini, keberadaan transaksi aset kripto bernaung di bawah Peraturan Bappebti Nomor 8/2021 tentang penyelenggaraan perdagangan fisik aset kripto. Namun, legitimasi transaksi aset kripto kembali dikuatkan menyusul terbitnya PMK No. 68/2022 tentang PPN dan PPh atas Transaksi Perdagangan Aset Kripto, pemerintah menetapkan tarif PPN dan PPh terhadap transaksi kripto.

Mengacu pada aturan pajak itu, kini perdagangan aset kripto diakui selayaknya komoditas perdagangan yang legal dan terdaftar. Hanya saja, semakin maraknya kasus penipuan berkedok investasi belakangan ini, membuat publik bingung hingga memunculkan berbagai sentimen negatif.

Sementara itu, Komisaris Utama PT HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo, mengatakan perdagangan aset kripto selama ini sudah berjalan baik dengan perannya sebagai regulator dan pelindung bagi investor.

“Memang belum 100%, mengingat perkembangan aset kripto ini sangat cepat dan bersifat global karena itu Bappebti harus mampu bergerak lebih cepat mengikuti tren ini. Terutama bisa bergerak dan mampu mencegah, serta melindungi investor dari penipuan Ponzi yang mengatasnamakan kripto,” kata Sutopo.

Baca juga: Apa itu Kriptografi dan Contohnya?

Sutopo menilai, peran Bappebti saat ini harus diperkuat. Dia sepakat jika lembaga itu didukung dengan SDM yang kompeten dan bisa bergerak cepat untuk menangkap perkembangan tren terkini terkait kripto.

“Kalau untuk lembaga khusus atau otoritas lain yang secara khusus mengelola dan mengawasi aset kripto, bisa saja asalkan cocok dengan produk yang diperdagangkan,” katanya.

Di sisi lain, dia juga menyoroti sejauh ini kinerja Bappebti dalam mengawasi perdagangan aset kripto seharusnya perlu sinergi dengan lembaga lain, khususnya OJK dan BI agar investor lebih terlindungi dan dampak makro bisa diantisipasi.

“Apalagi bursa kripto belum juga jadi, salah satunya karena dari pihak OJK sempat melarang pihak perbankan memfasilitasi kripto. Dengan maksud baik OJK juga ingin investor aman dari investasi yang sangat spekulasi ini, jadi perlu solusi bersama. Karena suka atau tidak, industri kripto ini akan menjadi semakin besar,” tutup Sutopo.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN