Menu
Sign in
@ Contact
Search
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga.

Ekonomi Digital Tumbuh 8 Kali Lipat, BUMN Siapkan Talenta Digital via Telkom (TLKM)

Kamis, 14 Juli 2022 | 16:49 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Kementerian BUMN melalui PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tengah fokus menyiapkan talenta-talenta digital untuk memanfaatkan potensi ekonomi digital Indonesia yang pertumbuhannya diprediksi eksponensial hingga 8 kali lipat pada 2030.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebutkan bahwa pada 2020 menuju 2030, Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia diperkirakan mengalami kenaikan 1,5 kali. Namun, lain ceritanya dengan ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan bertumbuh hingga 8 kali dalam 10 tahun ke depan.

Hebatnya lagi, lanjut Arya, pertumbuhan tersebut menjadi yang tertinggi di Asean mengalahkan Vietnam di posisi kedua. Lalu Filipina, Singapura, dan Thailand yang pertumbuhan ekonomi digital mereka relatif kecil.

Baca juga: Erick: Buah Transformasi, BUMN Cetak Laba Rp 126 T, Rasio Utang Turun Jadi 35%

"Di level Asean, peningkatan ekonomi digital kita itu dari US$ 44 miliar pada 2020 dan diperkirakan menjadi US$ 325 miliar pada 2030. Jadi, Indonesia itu 4 kali lipat Vietnam yang berada di posisi kedua. Potensi ini harus dilihat milenial dan generasi Z kita. Mereka harus siap dan paham bahwa disrupsi terjadi di hampir semua industri," terang Arya dalam acara Beritasatu Next Gen Fest 2022 yang digelar secara virtual, Kamis (14/7/2022).

Karena itu, Arya mengungkapkan bahwa pada 2024, Indonesia akan membutuhkan sebanyak 17 juta talenta digital yang mencakup kebutuhan atas talenta digital seperti data scientist, artificial intelligence (AI), software game developer, analyst big data, blockchain, market research, digital marketing, digital content, financial research, dan economy.

Menurutnya, ke depan, semua lapangan pekerjaan tersebut akan sangat diperlukan dan Menteri BUMN Erick Thohir sedang mempersiapkan semuanya.

Maka dari itu, saat ini perusahaan-perusahaan BUMN tengah fokus melakukan transformasi digital dengan menggodok para talenta digital di Telkom yang selanjutnya bakal disebar ke seluruh perusahaan BUMN. Para talenta digital yang disiapkan ini baik yang diambil langsung dari BUMN maupun dari luar BUMN agar mereka (para talenta digital) siap menjadi game changer di BUMN.

Baca juga: Metaverse Bisa Jadi Masa Depan Ekonomi Digital RI yang Fenomenal

Selain itu, tutur Arya, Menteri Erick juga telah menempatkan hampir 10% direksi dari kalangan milenial seperti menarik Fajrin Rasyid dari PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) untuk mengembangakn ekonomi digital di Telkom. Kemudian, menunjuk Soleh Udin Al Ayubi untuk menempati direktur digital healthcare PT Bio Farma (Persero).

Dampaknya, pengembangan talenta digital melalui Telkom ini terbukti membuahkan hasil karena emiten telekomunilasi pelat merah tersebut sudah mulai memasok para talenta digital mereka ke perusahaan-perusahaan BUMN.

"Kita juga minta kepada BUMN untuk melakukan pengembangan talenta digital seperti yang dilakukan Telkom. Karena para talenta digital yang disiapkan Telkom ini nantinya akan memperkuat seluruh lini BUMN karena 40% ekonomi Indonesia ditopang BUMN. Sehingga kalau BUMN kuat, kita juga akan kuat dari sisi ekonomi. Ini lagi dibangun dan mulai menghasilkan karena satu per satu talenta digital sudah mulai dikirim ke BUMN," papar Arya.

Kabar baik lainnya juga datang dari fenomena Indonesia dalam merespons revolusi industri 4.0. Arya mencermati, perihal industri 4.0 Indonesia terbilang unggul dibanding negara-negara lain karena masyarakatnya lebih kreatif seiring dengan hadirnya perusahaan-perusahaan rintisan (start-up) seperti Gojek, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, Halodoc, dan lain-lain.

Tidaklah mengherankan jika kemudian di tingkat Asia, Indonesia merupakan fenomena yang terbaik. Bahkan, kata Arya, Indonesia merupakan penghasil talenta digital dan start-up terbaik di dunia. Terpenting lagi, Indonesia menjadi tuan rumah di negaranya sendiri.

Baca juga: Ini Strategi Jitu Telkom (TLKM) Dongkrak Laba, Sahamnya Bisa Naik Kencang?

"Bayangkan saja, Tokopedia kita punya, Traveloka kita punya, Bukalapak dan Gojek kita punya. Bahkan Gojek sudah merambah ke negara-negara lain seperti Malaysia, Filipina, Singapura, dan negara-negara lain," bebernya.

Karena itu, Arya optimistis, generasi muda Indonedia akan mampu membawa perubahan-perubahan yang lebih baik ke depan. Untuk itu, Kementerian BUMN menyiapkan anggaran bernama Merah Putih Fund untuk memberikan dukungan pendanaan kepada startup-startup lokal agar ketika mereka (start-up) sudah menjadi besar tidak dikuasai asing.

"Fenomena ini memang telat. Tapi tetap lebih baik daripada tidak dipersiapkan sama sekali. Kami percaya pada 2045, Indonesia akan hebat di tangan generasi milenial dan gen Z," pungkas Arya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com