Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu dalam acara Investor Award 2021 secara virtual, Selasa sore (27/7/2021). Foto: BeritasatuPhoto/Uthan AR

Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu dalam acara Investor Award 2021 secara virtual, Selasa sore (27/7/2021). Foto: BeritasatuPhoto/Uthan AR

DIREKTUR BSMH:

Ekonomi Indonesia Diharapkan Segera Bangkit dari Pandemi

Selasa, 27 Juli 2021 | 17:49 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Perekonomian Indonesia diharapkan segera bangkit dari pandemi Covid-19. Bangkitnya perekonomian Indonesia bisa berdampak positif bagi emiten dan pasar modal Indonesia.

Indonesia selalu cepat rebound
Indonesia selalu cepat rebound

Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu mengatakan, perekonomian Indonesia selalu cepat bangkit setelah terkena krisis perekonomian.

Pertumbuhan Ekonomi, Laba Bersih Emiten & IHSG
Pertumbuhan Ekonomi, Laba Bersih Emiten & IHSG

Dia menjelaskan, setelah kontraksi ekonomi pada 1965, perekonomian Indonesia langsung bertumbuh pada satu tahun berikutnya.

Perkembangan Market Cap, IHSG & Jumlah Emiten
Perkembangan Market Cap, IHSG & Jumlah Emiten

Begitu juga pada tahun 1998 dan 2009, perekonomian yang terkena krisis bisa bertumbuh kembali.

Gain Index dan Market Cap Bursa Asia Tenggara
Gain Index dan Market Cap Bursa Asia Tenggara

"Pada 2020, perekonomian Indonesia sempat terkontraksi 2,07% akibat pandemi. Namun kita harapkan tahun ini bisa bertumbuh positif sekitar 3-4%," ujar dia dalam acara Majalah Investor Award secara virtual, Selasa (27/7).

Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings (BSMH) selaku moderator Primus Dorimulu (kiri) bersama Presenter Chakry Miller  saat acara expose pertama dengan tema Prospek Cerah Emiten Peduli ESG di acara Emiten Expose 2021 Live Streaming di Beritasatu.com, Youtube dan Facebook Beritasatu Media pada Selasa 27 Juli 2021. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR
Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings (BSMH) selaku moderator Primus Dorimulu (kiri) bersama Presenter Chakry Miller saat acara expose pertama dengan tema Prospek Cerah Emiten Peduli ESG di acara Emiten Expose 2021 Live Streaming di Beritasatu.com, Youtube dan Facebook Beritasatu Media pada Selasa 27 Juli 2021. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), menurut Primus juga bertumbuh seiring dengan pertumbuhan laba emiten dan perekonomian. Apabila perekonomian dan laba emiten meningkat, maka IHSG juga meningkat.

Investor Asing Masuk Kembali ke Pasar Saham
Investor Asing Masuk Kembali ke Pasar Saham

Pertumbuhan laba emiten dan perekonomian tahun ini juga diharapkan bisa meningkatkan performa IHSG di atas level 6.300. Pasalnya, setelah 2017, IHSG belum pernah lagi menutup tahun dengan level IHSG di atas 6.300.

Jumlah Emiten Indonesia tumbuh paling cepat di kawasan
Jumlah Emiten Indonesia tumbuh paling cepat di kawasan

Dari sisi kapitalisasi pasar, Primus melihat saat ini masih tergolong kecil, yakni sekitar Rp 7.200 triliun yang berasal dari 738 emiten. Namun demikian, jumlah emiten Indonesia bertumbuh paling cepat di kawasan Asia Tenggara.

10 Besar Emiten berdasarkan laba bersih 2020
10 Besar Emiten berdasarkan laba bersih 2020

Akan tetapi sayangnya, emiten yang melantai di bursa masih kebanyakan emiten kecil. Karenanya, dengan akan masuk bursanya tiga perusahaan decacorn bisa menambah kapitalisasi pasar.

10 Besar Emiten berdasarkan pendapatan usaha 2020
10 Besar Emiten berdasarkan pendapatan usaha 2020

Dibandingkan negara kawasan, Primus juga melihat indeks bursa tanah air belum beranjak naik di saat indeks negara lain sudah meningkat. Namun, Primus mulai melihat adanya net buy investor asing sebesar Rp 18,7 triliun pada 23 Juli 2021.

10 Besar Emiten berdasarkan aset
10 Besar Emiten berdasarkan aset

Selain itu, investor asing juga mulai mengincar saham blue chip dan startup teknologi. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan indeks dan juga partisipasi investor asing yang selama ini mendukung perusahaan startup di bursa tanah air.

Seleksi awal emiten 2021
Seleksi awal emiten 2021
Rekapitulasi seleksi awal 2021
Rekapitulasi seleksi awal 2021

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN