Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Foto: DEFRIZAL

PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Foto: DEFRIZAL

Ekspansi Barito Pacific dan Pemulihan Harga produk Petrokimia

Selasa, 9 Maret 2021 | 04:31 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Peningkatan kapasitas produksi dan diversifikasi usaha akan mendorong pertumbuhan kinerja keuangan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dalam jangka panjang. Selain itu, pandemi Covid-19 di Indonesia yang mulai terkendali seiring program vaksinasi juga bakal membantu perseroan dalam menjalankan usaha.

Analis Trimegah Sekuritas Hasbie dan Willinoy Sitorus mengungkapkan, konsistensi Barito Pacific untuk meningkatkan kapasitas produksi akan menopang pertumbuhan kinerja keuangan dan kenaikan harga saham BRPT dalam jangka panjang.

Barito Pacific melalui anak usahanya, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), merupakan produsen petrokimia terbesar di Indonesia. Barito Pacific juga memiliki Star Energy Group, anak usaha yang bergerak di bidang pembangkit listrik panas bumi atau geotermal.

Adapun kapasitas produksi Chandra Asri mencapai 4.231 ktpa dan Star Energy memiliki kapasitas 875 MW.

“Kedua perusahaan itu memang tidak memiliki sinergi operasional, tetapi satu sama lain saling melengkapi. Chandra Asri merupakan perusahaan dengan keuangan yang sehat dan harga jual produk yang cenderung naik,” tulis Hasbie dan Willinoy dalam risetnya.

Salah satu pabrik milik PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Foto: Perseroan.
Salah satu pabrik milik PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Foto: Perseroan.

Sementara, Star Energy memiliki arus kas yang stabil dan diharapkan bisa menurunkan biaya keuangan. Selain itu, bisnis geotermal tergolong pembangkit listrik yang paling ramah lingkungan dengan gas buang karbon yang rendah dibandingkan pembangkit listrik lainnya.

Terkait spread keuntungan bisnis petrokimia, Hasbie dan Willinoy menyebutkan bahwa itu memang mengalami penurunan pada kuartal II-2020, namun mulai rebound pada kuartal III dan berlanjut pada kuartal IV-2020. “Kami optimistis spread penjualan petrokimia akan meningkat tahun ini, seiring dengan program vaksinasi dan pemulihan ekonomi,” ungkap mereka.

Hasbie dan Willinoy memprediksi spread keuntungan penjualan HDPE-Naphtha meningkat dari US$ 400 per ton menjadi US$ 445 per ton tahun ini.

Selain itu, LLDPENaphtha diproyeksi meningkat dari US$ 450 per ton menjadi US$ 495 per ton. Hal serupa juga diharapkan terjadi pada PP-Naphtha dari US$ 558 per ton menjadi US$ 595 per ton. Di tengah tren kenaikan harga jual produk petrokimia tersebut, Chandra Asri juga gencar menambah kapasitas produksi.

Perseroan akan membangun pabrik petrokimia kedua dengan target lonjakan produksi etilena dari 900 ribu tpa menjadi 2.000 ribu tpa per tahun. Pabrik tersebut diperkirakan siap beroperasi pada 2025 dengan kebutuhan belaja modal pengembangan mencapai US$ 5 miliar.

Perseroan juga sedang menjajaki mitra strategis untuk menggarap proyek tersebut. Kehadiran mitra strategis itu bisa menjadi katalis positif terhadap Chandra Asri maupun Barito Pacific. Dari bisnis geotermal, Star Energy menargetkan kapasitas produksi sebesar 1.200 MW pada 2028 dibandingkan saat ini 875 MW.

Harga saham BRPT dalam satu dekade terakhir, prospek saham BRPT, dan kinerja keuangan BRPT
Harga saham BRPT dalam satu dekade terakhir, prospek saham BRPT, dan kinerja keuangan BRPT

Beberapa proyek yang segera memasuki tahap konstruksi adalah proyek Salak Binary dengan kapasitas 15 MW, Salak Unit 7 kapasitas 55 MW, dan Wayang Windu Unit 3 dengan kapasitas 60 MW.

Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas merekomendasikan hold saham BRPT dengan target harga Rp 1.170. Target harga tersebut mempertimbangkan EV/EBITDA 16,6 kali dan PBV 5,9 kali tahun ini.

Target harga tersebut juga mempertimbangkan proyeksi peningkatan laba bersih Barito Pacific tahun ini menjadi US$ 67 juta dibandingkan perkiraan tahun lalu senilai US$ 36 juta. Begitu juga dengan pendapatan diharapkan meningkat menjadi US$ 2,42 miliar pada 2021 dibandingkan proyeksi tahun 2020 sebesar US$ 2,22  miliar.

Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas Ignatius Teguh Prayoga mengungkapkan, pertumbuhan kinerja keuangan Barito Pacific bakal berlanjut karena didukung oleh spread keuntungan penjualan produk petrokimia yang diperkirakan pulih. Pemulihan harga terlihat sejak Juni 2020.

“Kami memperkirakan peningkatan rata-rata harga jual produk petrokimia perseroan sebesar 24% pada 2021, dengan perkiraan margin kotor mencapai 14%. Sedangkan bisnis geotermal masih menunjukkan kehati-hatian bagi perseroan,” tulis dia dalam risetnya.

Sebab itu, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi hold saham BRPT dengan target harga Rp 1.165. EV/EBITDA tahun ini diperkirakan mencapai 17,1 kali. Target harga tersebut mempertimbangkan berlanjutnya ekspansi bisnis perseroan.

Target harga tersebut juga telah mempertimbangkan proyeksi peningkatan laba bersih Barito Pacific menjadi US$ 176 juta pada 2021 dibandingkan perkiraan tahun 2020 senilai US$ 123 juta. Pendapatan perseroan juga diharapkan bertumbuh menjadi US$ 3,84 miliar tahun ini dibandingkan perkiran tahun 2020 senilai US$ 2,38 miliar.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Barito Pacific David Kosasih mengatakan, pihaknya akan fokus melanjutkan ekspansi senilai total US$ 8,32 miliar selama lima tahun ke depan. Pendanaan proyek akan berasal dari mitra strategis, pinjaman bank, serta kas internal perseroan.

Menurut dia, tiga proyek utama perseroan yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 9 dan 10 berkapasitas 2x1.000 megawatt (MW) senilai US$ 3,28 miliar, kompleks pabrik Chandra Asri Petrochemical (CAP) II senilai US$ 5 miliar, serta Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak Binary senilai US$ 40 juta.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN