Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Graha Layar Prima, pengelola bioskop CGV. Foto: Perseroan.

Graha Layar Prima, pengelola bioskop CGV. Foto: Perseroan.

Ekspansi, CJ CGV Restrukturisasi Saham Graha Layar

Farid Firdaus, Rabu, 4 Desember 2019 | 21:35 WIB

JAKARTA, investor.id – CJ CGV Co Ltd merestrukturisasi kepemilikan sahamnya pada PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ). Perusahaan bioskop asal Korea Selatan tersebut mengalihkan 22,99% saham Graha Layar kepada CGI Holdings Ltd dengan nilai transaksi Rp 1,03 triliun.

Semula komposisi kepemilikan saham Graha Layar, antara lain CJ CGV secara langsung menguasai 22,99% dan anak usaha CJ CGV, yakni IKT Holdings Ltd sebesar 28%. Selain itu, ada Coree Capital Ltd 40%, dan masyarakat 9%.

Dengan transaksi terbaru ini, maka struktur kepemilikan sahamnya adalah CGI Holdings sebanyak 22,99%, sementara IKT Holdings, Coree Capital dan publik tidak mengalami perubahan.

CEO CJ CGV Co Ltd Choi Byung-Hwan mengatakan, perseroan menjual 200,93 juta saham Graha Layar kepada CGI Holdings pada 29 November 2019. Harga penjualannya sebesar Rp 5.148 per saham. Transaksi ini tidak membuat terjadinya perubahan pengendali dalam Graha Layar.

“Mengingat setelah terjadinya transaksi, maka CJ CGV tetap melakukan pengendalian tidak langsung melalui anak-anak usahanya yakni IKT Holdings dan CGI Holdings, yang masing-masing dimiliki 100% oleh perseroan,” jelas dia dalam keterangan resmi, Rabu (4/12).

Sebagai informasi, aksi ini merupakan bagian dari upaya CJ CGV dalam mengucurkan investasi di negara-negara Asia. Rencananya, CGI Holding akan  difokuskan untuk mengendalikan operasi di Indonesia, Tiongkok, dan Vietnam.

November lalu, CGI Holdings sepakat untuk menawarkan saham baru yang dapat dikonversi (new convertible preference shares) sebanyak 653.364 saham atau setara 28,57% kepada calon investor.

Adapun, calon investor tersebut adalah private equity MBK Partners dan perusahaan investasi Mirae Asset Daewoo. Transaksi ini ditargetkan selesai pada 27 Desember 2019.

Target dana yang diraih dari penerbitan saham baru CGI Holdings mencapai 333,56 miliar won atau setara Rp 3,99 triliun. Sebanyak 149,02 miliar won atau sekitar Rp 1,78 triliun akan digunakan sebagai modal operasional perseroan. Sementara sisa 184,53 miliar won atau sekitar Rp 2,20 triliun akan dimanfaatkan untuk menambahkan kepemilikan saham dalam perusahaan di bawah bendera CJ CGV.

Selain investasi di Indonesia, CJ CGV akan mengucurkan dana kepada CJ CGV Vietnam Holdings Co Ltd sebanyak 99,46 miliar won atau setara Rp 1,19 triliun. Sebagai informasi, berdasarkan data terbaru, CJ CGV memiliki sebanyak 1.059 layar di Tiongkok dan 453 layar di Vietnam.

Sementara di Indonesia, manajemen CGV Cinemas menargetkan bisa membuka hingga 81 layar baru sepanjang tahun ini. Hingga semester I-2019, CGV Cinemas setidaknya telah memiliki 59 bioskop dengan lebih dari 352 layar yang tersebar di lebih dari 28 kota dan 15 propinsi di seluruh Indonesia.

Untuk menunjang modal kerja perseroan, CGV Cinemas telah mengantongi pendanaan dari Korean Development Bank (KDB) cabang Singapura dan PT Bank KEB Hana Indonesia pada Oktober 2019. Kedua bank tersebut masing-masing mengucurkan pinjaman senilai US$ 10 juta. Pinjaman ini dijamin dengan jaminan korporasi dari CJ CGV.

Strategi CJ Group

Seperti diketahui, CJ CGV masuk menjadi pemegang saham CGV Cinemas di kala bioskop itu masih bernama Blitz Megaplex dan go public pada April 2014. Setahun kemudian, Blitz Megaplex resmi berganti nama menjadi CGV Cinemas.

Pada 2016, pemerintah Indonesia telah memperbolehkan Penanaman Modal Asing (PMA) di bisnis bioskop, setelah revisi ketentuan Daftar Negatif Investasi (DNI). Hal ini membuat sejumlah investor asing berbondong-bondong mengucurkan invetasinya di industri bioskop Tanah Air. Salah satunya adalah pemerintah singapura melalui GIC Private Ltd yang mengambil alih sebagian saham Cinema 21, XXI dan The Premiere.

Adapun induk usaha CJ CGV, yakni CJ Corp terkenal sebagai konglomerasi di bisnis media dan hiburan, keuangan, teknologi, serta makanan dan farmasi.

Dalam bisnis hiburan dan media, CJ Corp memilik unit usaha CJ E&M yang berkontribusi signifikan terhadap budaya K-Pop. Di Indonesia, CJ Entertainment kerap berinvestasi dan berkolaborasi dengan sejumlah produser serta sutradara dalam negeri dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA