Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
The Telkom Hub.

The Telkom Hub.

Ekspansi Menara, Grup Telkom Raih Pinjaman Rp 2,98 Triliun

Kamis, 5 November 2020 | 22:26 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) atau Telkom, melalui PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) mengantongi fasilitas pinjaman bank senilai Rp 2,98 triliun. Secara umum pinjaman akan digunakan untuk mendukung ekspansi usaha Mitratel, termasuk aksi pembelian menara milik PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).

Mitratel menandatangani dan melakukan penarikan fasilitas kredit pada 16 Oktober 2020. Rincian bank yang mengucurkan pinjaman tersebut antara lain, Bank DBS senilai Rp 800 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp 840 miliar, sindikasi PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan BNI senilai Rp 576 miliar, Bank Mandiri sebanyak Rp 269 miliar, dan MUFG Bank sebanyak Rp 500 miliar.

Seperti diketahui, Mitratel bersama Telkomsel telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat (conditional purchase agreement/CSPA) pada 14 Oktober 2020. Sesuai rencana, Mitratel akan membeli 6.050 menara telekomunikasi miliki Telkomsel senilai Rp 10,3 triliun.

Transaksi afiliasi ini membuat jumlah menara Mitratel bertambah menjadi 22.000 menara. Aksi tersebut dinilai akan memperkuat fundamental bisnis dan menciptakan nital tambah bagi Mitratel, sekaligus membantu Mitratel merealisasikan rencana jangka panjangnya.

Sementara itu, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 99,94 triliun hingga kuartal III-2020 di tengah pandemi Covid-19. Sementara EBITDA perseroan tercatat meningkat 7,1% menjadi Rp 53,59 triliun dengan EBITDA margin yang menguat signifikan dari periode sama tahun lalu menjadi 53,6%.

Adapun laba bersih Telkom mencapai Rp 16,68 triliun hingga kuartal III-2020, atau tumuh 1,3% dibanding kuartal III-2019, dengan margin laba bersih yang juga lebih baik dibanding periode sama tahun lalu menjadi 16,7% dari sebelumnya 16,0%.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, dalam kurun sembilan bulan berjalan di tahun 2020, Telkom mampu mencatat kinerja yang baik dan sehat dengan terus fokus pada peningkatan layanan dan tingkat profitabilitas.

“Pencapaian ini tidak lepas dari kontribusi IndiHome yang menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan pendapatan perseroan, selain bisnis mobile data yang tetap tumbuh dengan baik,” jelas dia dalam keterangan resmi, Kamis (5/11).

Menurut Ririek, pertumbuhan ini sejalan dengan fokus bisnis perusahaan pada tiga domain bisnis digital, yakni digital connectivitydigital platform, dan digital services. Anak usaha perseroan, Telkomsel mencatat pertumbuhan bisnis digital yang baik sebesar 10,6% menjadi Rp 47,66 triliun dengan kontribusi yang semakin meningkat menjadi 73,2% dari total pendapatan Telkomsel.

Pencapaian hingga kuartal III-2020 tersebut didorong oleh lebih dari 170 juta pelanggan, dengan pelanggan mobile data sebanyak 117,3 juta, atau tumbuh 4,6% secara tahunan. Hal ini turut mendorong konsumsi layanan data tumbuh 42,5% dari periode yang sama tahun lalu dan menjadi katalis bagi peningkatan average revenue per user (ARPU) data. Begitupun dengan lalu lintas data yang juga meningkat 39,6% menjadi 6.681.637 TB.

Layanan fixed broadband triple play, IndiHome juga mencatat kinerja yang kuat baik dari segi finansial maupun operasional, dan menjadi salah satu lini bisnis andalan perseroan ke depan.

IndiHome mencatat pendapatan sebesar Rp 16,1 triliun hingga kuartal III-2020 atau tumbuh 17,1% dibanding periode yang sama tahun lalu. Pelanggan IndiHome tumbuh 752 ribu hingga akhir kuartal tiga 2020 atau mencapai total lebih dari 7,76 juta pelanggan. IndiHome optimistis mencapai target 8 juta pelanggan di akhir tahun ini.

Ririek menambahkan, fundamental bisnis segmen enterprise semakin sehat, di mana Telkom menerapkan kebijakan fokus pada lini bisnis yang memiliki profitabilitas lebih tinggi. Selanjutnya, segmen wholesale and international business menunjukkan kinerja yang baik, dengan peningkatan pendapatan sebesar 24,9% secara tahunan menjadi Rp10,2 triliun hingga kuartal III-202. Pencapaian ini terutama didorong oleh peningkatan bisnis menara telekomunikasi dan voice wholesale.

Penyerapan capex

Direktur Keuangan Telkom Heri Supriadi menambahkan, di tengah pandemi Covid-19, Telkom berkomitmen untuk terus berinvestasi guna mengakselerasi bisnis digital serta memberikan produk dan layanan terbaik bagi masyarakat. Hingga kuartal III 2020, Telkom telah menyerap belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 17,9 triliun. Anggaran tersebut sebagian besar untuk penguatan infrastruktur guna meningkatkan kualitas layanan.

“Dengan investasi yang terjaga, kami optimis dan berharap dapat menutup tahun 2020 dengan kinerja yang kian sehat dan profitabilitas yang baik,” jelas dia.

Menurut Heri, situasi pandemi yang diperkirakan masih akan berlangsung memberikan ruang bagi akselerasi digital. Telkom melihat peluang ini untuk menghadirkan solusi melalui beragam layanan digital yang didukung oleh digital connectivity dan digital platform yang kuat.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN