Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu gerai Summarecon. Foto: Investor Daiy/EMRAL

Salah satu gerai Summarecon. Foto: Investor Daiy/EMRAL

Ekspektasi Berlanjutnya Pertumbuhan Summarecon

Senin, 16 Desember 2019 | 11:16 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) diproyeksikan mampu lanjutkan pertumbuhan kinerja keuangan ke depan. Pertumbuhan didukung segmen property yang dikembangkan perseroan sengat diminati masyarakat. Selain itu, properti yang dibangun sesuai dengan kebutuhan pasar.

Samuel Sekuritas menargetkan peningkatan laba bersih Summarecon menjadi Rp 637 miliar pada 2020, dibandingkan perkiraan tahun ini mencapai Rp 528 miliar dan realisasi tahun 2018 mencapai Rp 449 miliar. Pendapatan perseroan juga diharapkan naik dari Rp 5,66 triliun pada 2018 menjadi Rp 5,84 triliun pada 2019 dan Rp 6,40 triliun pada 2020.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ilham Akbar Muhammad mengatakan, ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan didasarkan pada penjualan unit properti (marketing sales) Summarecon mampu untuk mengungguli perusahaan sejenis hingga kuartal III-2019.

“Dengan target pasar pembeli rumah pertama serta harga jual di bawah Rp 2 miliar per unit, Summarecon optimistis kembali mengungguli pertumuhan marketing sales emiten properti lainnya tahun depan,” ujarnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Optimisme outperform penjualan properti perseroan dibandingkan perusahaan properti lainnya mendorong Samuel Sekuritas untuk menaikkan rekomendasi saham SMRA menjadi beli dengan target harga Rp 1.500. Target harga tersebut merefleksikan diskon 40% dari perkiraan nilai aset bersih (RNAV) perseroan. Perseroan disebut telah membukukan peningkatan marketing sales sebesar 51,5% hingga Oktober 2019. Realisasi tersebut setara dengan 91% dari total target tahun ini mencapai

Rp 4 triliun.

Menurut Ilham, tingginya pencapain marketing sales perseroan tersebut didukung strategi perseroan untuk tidak menunda peluncuran proyek baru saat Pilpres lalu.

“Dengan perkiraan situasi politik lebih stabil tahun depan, kami berharap per tumbuhan penjualan properti emiten bisa meningkat 5%, dibandingkan perolehan tahun 2019. Pertumbuhan diharapkan datang dari penjualan penjualan rumah tapak,” terangnya.

Samuel Sekuritas menyebutkan bahwa proyek Summarecon Serpong diperkirakan kembali mendominasi marketing sales dengan kontribusi di atas 50% tahun depan. Sedangkan target pasar diperkirakan tetap berasal dari pembeli rumah pertama dengan mengandalkan harga beli di bawah Rp 2 miliar.

Summarecon sebelumnya mengumumkan akan melakukan penawaran umum obligasi berkelanjutan III dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp 3.5 triliun. Obligasi berkelanjutan ini akan terbagi dalam dua tahap yakni tahap 1 tahun 2018 dengan jumlah pokok sebesar Rp 416 miliar. Sedangkan tahap 2 tahun 2019 dengan jumlah pokok sebesar Rp 700 miliar.

Berdasarkan keterangan resmi di Bursa Efek Indonesia, Rabu (25/9), obligasi tersebut akan ditawarkan dalam dua seri, yakni Seri A sebesar Rp 500 miliar dengan tenor 3 tahun dan bunga Obligasi sebesar 9,125%. Pembayaran obligasi tersebut akan dilakukan secara penuh (bullet payment) sebesar 100% (seratus persen) dari Pokok Obligasi Seri A pada saat tanggal jatuh tempo.

Kemudian seri B sebesar Rp 200 miliar dengan tenor 5 tahun dan bunga Obligasi sebesar 9,500%. Pembayaran obligasi tersebut akan dilakukan secara penuh (bullet payment) sebesar 100% dari Pokok Obligasi Seri B pada saat tanggal jatuh tempo.

Selanjutnya, pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 10 Januari 2020. Sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi masingmasing seri pada tanggal 10 Oktober 2022 untuk Obligasi Seri A dan tanggal 10 Oktober 2024 untuk Obligasi Seri B.

Adapun PT Indo Premier Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas dipercaya untuk menjadi penjamin pelaksanaemisi obligasi. Lebih lanjut, PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo) memberikan obligasi tersebut peringkat “idA” untuk obligasi berkelanjutan II tahun 2015, Obligasi Berkelanjutan II Fase II tahun 2017, dan Obligasi Berkelanjutan III tahun 2018.

Pefindo menambahkan, peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar perseroan yang kuat di dalam industry properti, kualitas aset yang baik, dan pendapatan berulang yang cukup. Namun, peringkat dibatasi oleh struktur permodalan yang agresif dan perlindungan arus kas yang kurang kuat, risiko pengembangan proyek baru di area baru, dan karakteristik industry property yang sensitif terhadap perubahan kondisi makroekonomi.

Tahun ini, Summarecon Agung membidik penjualan unit properti (marketing sales) sebesar Rp 4 triliun atau hampir sama dengan perolehan tahun lalu. Hingga kini, realisasi marketing sales perseroan telah mencapai 50% dari total target tahun ini.

“Realisasi marketing sales perseroan hingga Mei sudah mencapai Rp 2 triliun atau 50% dari target tahun ini,” ujar Direktur Utama Summarecon Agung Adrianto P Adhi.

Adrianto menambahkan, perseroan optimistis terhadap peningkatan kinerja keuangan tahun ini. Apalagi Pemilihan umum berjalan relatif aman, lancar, dan kondusif.

“Kami yakin setelah ini tingkat kepercayaan konsumen pada pasar properti akan pulih dan tumbuh. Pemodal yang tadinya menahan uangnya untuk beli properti mulai mau menggulirkan uangnya. Situasi itu akan menggairahkan kembali penjualan properti,” tutupnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN