Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pekerja memperlihatkan kepingan koin emas. (Foto: ANTARA/REUTERS/Neil Hall/aa)

Pekerja memperlihatkan kepingan koin emas. (Foto: ANTARA/REUTERS/Neil Hall/aa)

Emas Anjlok 28,30 Dolar, Terseret Greenback yang Lebih Kuat

Selasa, 6 Des 2022 | 08:11 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

CHICAGO, investor.id – Harga emas anjlok pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), memperpanjang kerugian untuk hari kedua berturut-turut kembali berada di bawah level psikologis 1.800 dolar AS. Harga emas tertekan oleh greenback yang lebih kuat, didorong spekulasi bahwa Federal Reserve (Fed) dapat menaikkan suku bunga lebih besar daripada yang diproyeksikan baru-baru ini.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange anjlok 28,30 dolar AS atau 1,56% menjadi ditutup pada 1.781,30 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan mencapai tertinggi sesi di 1.822,90 dolar AS dan terendah sesi di 1.778,10 dolar AS.

Emas berjangka tergelincir 5,60 dolar AS atau 0,31% menjadi 1.809,60 dolar AS pada Jumat (2/12), setelah melonjak 55,3 atau 3,14% menjadi 1.815,20 dolar AS pada Kamis (1/12), dan merosot 3,80 dolar AS atau 0,22% menjadi 1.759,90 dolar AS pada Rabu (30/11).

Dolar menguat pada Senin (5/12), setelah data menunjukkan bahwa aktivitas industri jasa-jasa AS secara tak terduga meningkat pada November. Ini mendorong spekulasi bahwa Fed dapat menaikkan suku bunga lebih besar dari yang diperkirakan baru-baru ini.

Advertisement

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, termasuk euro, yen, dan poundsterling, naik 0,71% menjadi 105,2920 pada pukul 15.00 waktu setempat (2000 GMT). Indeks dolar telah jatuh 1,40% minggu lalu dan 5,0% pada November, bulan terburuk sejak 2010.

Meningkatnya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS semakin menambah tekanan terhadap emas.

Data ekonomi yang dirilis pada Senin juga meredam emas. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pesanan baru AS untuk barang-barang manufaktur meningkat 1,0% pada Oktober, setelah naik 0,3% pada September. Pertumbuhan tersebut juga lebih tinggi dari kenaikan sebesar 0,7% yang diharapkan para ekonom.

Indeks jasa-jasa komposit dari Institute for Supply Management (ISM) meningkat menjadi 56,5% pada November, atau bertambah 2,1 poin dari 54,4% pada Oktober.

Indeks Aktivitas Bisnis PMI Jasa-jasa AS Global S&P akhir yang disesuaikan secara musiman tercatat 46,2 pada November, turun dari 47,8 pada Oktober, tetapi secara umum sejalan dengan perkiraan flash yang dirilis sebelumnya sebesar 46,1.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 83,3 sen atau 3,58%, menjadi ditutup pada 22,417 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari merosot 19,10 dolar AS atau 1,86%, menjadi ditutup pada 1.007,50 dolar AS per ounce.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com