Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi emas

Ilustrasi emas

Emas Diprediksi Lanjutkan Tren Penurunan di Kuartal III-2022

Rabu, 20 Juli 2022 | 16:27 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Tim Research and Development ICDX memprediksi, emas masih bakal melanjutkan tren penurunan di kuartal III-2022. Penurunan tersebut terjadi akibat kenaikan suku bunga yang dilakukan The Fed membuat investor lebih tertarik pada safe heaven lainnya, yaitu obligasi AS atau US Treasury, ketimbang emas.

Research and Development ICDX, Taufan Dimas Hareva menjelaskan, saat terjadi inflasi dan resesi, biasanya emas menjadi instrumen utama sebagai lindung nilai. Alhasil, di masa itu, emas biasanya menjadi sangat diminati, sehingga mendongkrak harga emas. Namun, uniknya yang terjadi malah sebaliknya seperti pada Kuartal II-2022. Harga emas malah cenderung turun.

Baca juga: Harga Emas Antam Naik Rp 2.000 ke Level Rp 963.000 Per Gram

“Hal ini terjadi karena kenaikan suku bunga menjadi peluang pedagang untuk mengalihkan investasi mereka ke instrumen safe-heaven lainnya, yaitu obligasi AS,” ungkap Taufan di sela virtual media briefing commodity outlook untuk Kuartal III-2022 oleh ICDX Group Research, Rabu (20/7/2022).

Menurut Taufan, hal itu sangat terlihat pada saat The Fed melakukan pengetataan, harga emas mengalami penurunan. Ini bahkan terjadi pada Mei dan Juni 2022. Melihat kondisi masih resesi, angka inflasi, dan kondisi ekonomi yang masih belum pulih, potensi untuk Kembali berulang kondisi seperti kuartal II itu diperkirakan sangat besar terjadi.

Baca juga: Dolar AS Masih di Level Yang Tinggi, Harga Emas Dunia Tertekan

Terlebih, lanjut dia, pada bulan-bulan mendatang The Fed diperkirakan akan lebih agresif lagi dalam menaikan suku bunga. Bahkan, diperkirakan akan mencapai pada kisaran 75-100 basis poin.  

Tidak hanya itu, Taufan juga menambahkan kondisi Covid-29 di Tiongkok yang terus mengalmai kenaikan, sehingga memaksa untuk pemerintah setempat memberlakukan pembatasan. Hal itu di khawatirkan akan membuat pasokan emas Tiongkok terganggu. Ditambah lagi, adanya potensi larangan ekspor emas Rusia oleh negara-negara G7.

“Berdasarkan data riset ICDX, harga emas saat ini menunjukan tren penurunan. Namun, tetap ada potensi harga emas tetap naik apabila ada kebijakan The Fed untuk mengembalikan kondisi ekonomi semula,“ tutup Taufan.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com