Menu
Sign in
@ Contact
Search
Emas batangan 50 gram difoto setelah dicetak di pabrik penyulingan dan pabrikan batangan Argor-Heraeus di Mendrisio, Swiss pada 13 Juli 2022. (FOTO: REUTERS/Denis Balibouse)

Emas batangan 50 gram difoto setelah dicetak di pabrik penyulingan dan pabrikan batangan Argor-Heraeus di Mendrisio, Swiss pada 13 Juli 2022. (FOTO: REUTERS/Denis Balibouse)

Emas Jatuh US$ 5,6 Tertekan Kuatnya Data Pekerjaan AS

Sabtu, 3 Des 2022 | 06:00 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

CHICAGO, investor.id - Harga emas merosot pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (2/12/2022). Berbalik melemah dari kenaikan tajam sehari sebelumnya. Tertekan data pekerjaan AS lebih baik kuat dari perkiraan. Namun, ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga yang lebih kecil pekan depan menahan kerugian lebih lanjut.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, tergelincir US$ 5,6 (0,31%) menjadi ditutup pada US$ 1.809,6 per ons. Namun, untuk minggu ini emas berjangka masih membukukan kenaikan 3,10%.

Emas berjangka melonjak US$ 55,3 (3,14%) menjadi US$ 1.815,2 pada Kamis (1/12/2022), setelah merosot US$ 3,8 (0,22%) menjadi US$ 1.759,9 pada Rabu (30/11/2022). Terangkat US$ 8,4 (0,48 %) menjadi US$ 1.763,7 pada Selasa (29/11/2022).

Baca juga:  Emas Melonjak 55,30 Dolar, Dipicu Greenback yang Melemah

Advertisement

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Jumat (2/12/2022) bahwa data penggajian non-pertanian (NFP) AS naik 263 ribu pada November, jauh di atas perkiraan 200 ribu, dan tingkat pengangguran 3,7%, sejalan dengan ekspektasi.

"Emas telah mengalami reli yang bagus sejak awal November dan aksi ambil untung dapat terjadi, tetapi penurunan yang signifikan tampaknya tidak dijamin. Ekonomi melambat dan inflasi harus terus menurun di sini dan membenarkan jeda kenaikan suku bunga Fed setelah kuartal pertama,” kata Ed Moya, analis di platform perdagangan online OANDA.  

Baca juga: Emas Tergelincir 3,80 Dolar, Investor Bereaksi Atas Pidato Powell

Setelah 15 minggu terjebak dalam cengkeraman harga US$ 1.700 atau lebih rendah, baik emas Comex maupun emas spot menembus level tertinggi lima bulan di atas US$ 1.800 per ons pada Kamis (1/12/2022) karena meredanya inflasi AS dan pertumbuhan pekerjaan menunjukkan kemungkinan kenaikan suku bunga Fed yang lebih kecil bulan ini.

Sementara pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang pelambatan kenaikan suku bunga pada Desember awal minggu ini telah mendorong emas, data pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan memiliki beberapa implikasi inflasi yang lebih tinggi, kemungkinan mengakibatkan keengganan bank sentral AS untuk mundur terlalu banyak pada pengetatan kebijakan moneter agresifnya, menurut analis pasar.

Baca juga: Emas Naik 8,40 Dolar karena Fed Mungkin Perlambat Kenaikan Suku Bunga

Menjawab pertanyaan setelah pidato di Universitas Loyola pada Jumat (2/12/2022), Presiden Fed Chicago Charles Evans mengatakan Fed berada di jalur untuk mengembalikan inflasi ke targetnya.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 40,9 sen (1,79%), menjadi ditutup pada US$  23,25 per ons. Platinum untuk pengiriman Januari turun US$  28,3 (2,68%) menjadi ditutup pada US$ 1.026,6 per ons.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com