Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Emas Konsolidasi, Berharap Stimulus

Sabtu, 5 Desember 2020 | 08:58 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas konsolidasi dan terkoreksi tipis pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena aksi profit taking (ambil untung) dari kenaikan tiga hari berturut-turut.

Pelaku pasar berharap stimulus baru AS mendukung daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi dan mempertahankan kenaikan mingguan pertamanya dalam empat pekan terakhir.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, terkoreksi 0,06% atau US$ 1,10 menjadi US$ 1.840,00 per ounce. Dalam minggu ini, emas membukukan keuntungan lebih dari 3%.

Sebelumnya, harga emas berjangka naik US$ 10,9 atau 0,6% pada Kamis, setelah terangkat 0,62% menjadi US$ 1.830,20 pada Rabu (2/12/2020). Emas menemukan momentuk kenaikan pada Selasa (1/12/2020) dengan melonjak US$ 38 atau 2,13% menjadi US$1.818,90.

"Setelah kenaikan tiga hari yang luar biasa, emas mengalami aksi ambil untung menjelang level resisten secara teknikal di US$ 1.850," kata Kepala Perdagangan Derivatif Logam Dasar dan Mulia BMO, Tai Wong.

"Reaksi emas terhadap laporan penggajian AS yang sangat lemah - direspon aksi jual untuk ambil untung saat ini," katanya menambahkan.

Data pada Jumat (4/12/2020) menunjukkan ekonomi AS menambahkan pekerja paling sedikit dalam enam bulan pada November. Hal ini memperkuat ekspektasi akan lebih banyak stimulus fiskal yang mengangkat indeks-indeks utama Wall Street ke level tertinggi sepanjang masa.

RUU bantuan Virus Corona bipartisan senilai US$ 908 miliar mendapat dukungan di Kongres AS pada Kamis (3/12/2020).

Sementara itu dolar menuju minggu terburuk sejak awal November, membuat harga emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 11,6 sen atau 0,48% menjadi US$ 24,253 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik US$ 34,2 atau 3,29% menjadi US$ 1.072,8 per ounce.

 

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN