Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas menunjukkan emas batangan di galeri 24 penjualan logam mulia di Jakarta. Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi pada Senin (27/7/2020). Foto:  SP/Ruht Semiono

Petugas menunjukkan emas batangan di galeri 24 penjualan logam mulia di Jakarta. Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi pada Senin (27/7/2020). Foto: SP/Ruht Semiono

Emas Meroket, PSAB dan MDKA Melejit

Senin, 27 Juli 2020 | 16:12 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Reli emas berlanjut dan kembali mencatat rekor teringgi, naik 1,6% menjadi $ 1.943 per ounce, melampaui puncak yang disentuh pada September 2011.

Ketegangan hubungan Tiongkok- AS disertai guyuran stimulus di berbagai negara yang membuat mata uang lemah, menjadikan emas sebagai investasi safe haven, karena tidak terikat pada negara tertentu.

Meroketnya harga emas membawa berkah pada saham-saham pertambangan yang berbasis komoditas emas. Saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) naik 19,57% menjadi Rp 270. Selain itu, saham PT Merdeka Cooper Gold Tbk (MDKA) naik 8,46% menjadi Rp 1.860 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2020). IHSG hari ini berhasil menguat sebanyak 33,68 (0,66%) mnjadi 5.116,67.

Sejak awal sesi, kedua saham pertambangan tersebut mencuri perhatian investor karena harganya terus meroket dan sangat aktif ditransaksikan. Bahkan, PSAB sempat mencetak rekor pada harga Rp 280, sedangkan MDKA mencetak rekor di level Rp 1.955, hampir menyentuh titik psikologi Rp 2.000.

Mandiri Sekuritas dalam catatannya menyebutkan, MDKA akan diuntungkan dari rekor harga emas yang tinggi, karena hampir 100% dari produksi emasnya pada tahun 2021 tetap tidak dilindung nilai.

“Kami telah meningkatkan laba bersih FY20-22 F sebesar 13-31%, terutama karena asumsi harga emas yang lebih tinggi,” katanya.

Mandiri menaikkan TP untuk MDKA menjadi Rp2.200 / saham. Harga emas telah meningkat sebesar 25% (YTD) menjadi USD 1.900 / ounce, karena langkah-langkah pelonggaran kuantitatif besar-besaran yang dilakukan oleh Bank Sentral AS dan berbagai bank sentral global yang telah mendorong investasi ke dalam emas.

“Kami memperkirakan harga emas akan tetap tinggi, mengingat emas akan terus mendapat manfaat dari lonjakan aset safe haven, karena akhir pandemi Covid-19 masih belum pasti,” ujarnya.

Cetak Rekor

Pada Senin pagi hari jam perdagangan Asia, emas spot diperdagangkan di sekitar $ 1.931,11 per ons setelah sebelumnya diperdagangkan setinggi $ 1.943 per ounce. Sementara itu, harga emas berjangka juga naik 1,54% menjadi $ 1,926.70.

Commonwealth Bank of Australia Vivek Dhar mengatakan, penurunan yield riil 10-tahun AS telah menjadi "pendorong paling penting" bagi kenaikan harga emas, selain pelemahan dolar AS.

Johan Jooste dari The Global CIO Office mengatakan kepada CNBC "Street Signs Asia" pada hari Senin bahwa "biaya peluang memegang emas hampir nol" dengan hasil Treasury pada level rendah saat ini.

Meski begitu, dia menambahkan bahwa ada "perasaan mengerikan” jika memasuki pasar emas sekarang karena harganya telah terlalu tinggi.

Pergerakan harga logam mulia itu datang karena ketegangan memanas antara Washington dan Beijing. Sementara itu, jumlah kasus coronavirus secara global terus meningkat. Lebih dari 16 juta orang di seluruh dunia telah terinfeksi oleh coronavirus, dengan AS terhitung sekitar seperempat dari angka itu, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.

Faktor Pendorong

Mantan Dirut PT Bursa Efek Jakarta yang sekarang menjadi mentor komunitas Investa, Hasan Zein Mahmud mengatakan, ada tujuh faktor yang membuat harga emas makin memanas, di tengah pandemi virus yang tetap mengganas:

[1] pertumbuhan ekonomi global yang lemah, bahkan banyak negara mengalami resesi.

[2] banjir stimulus tanpa batas

[3] geopolitik makin panas

[4] para bank sentral menumpuk cadangan emas

[5] ETF yang menggunakan underlying emas, terus beringas

[6] Indeks US Dollar yang terhempas

Kenaikan harga emas akan membuat saham tambang yang berbasis emas menjadi lirikan. Emiten di BEI yang core business nya terkait emas adalah:

[1] MDKA, laba, naik 1,24% [

2] PSAB, mulai laba, melonjak 24,59%

[3] SQMI, masih rugi, meloncat 9,29%

[4] BRMS, laba bersih, rugi operasi. Harga masih mentok di batas bawah Rp 50.

[5] ANTM, meskipun sudah nyaris bukan petambang emas, tapi lebih menjadi pedagang emas. Saham-saham lain yang akan dilirik investor adalah emiten produsen nikel dan bauksit yang harganya ikut terkerek kenaikan harga emas.
 

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN