Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi - Emas batangan dengan latar belakang dolar AS. ANTARA/Shutterstock/pri.

Ilustrasi - Emas batangan dengan latar belakang dolar AS. ANTARA/Shutterstock/pri.

Emas Mulai Melemah Setelah Alami Lonjakan Di Atas Level US$ 1.700

Rabu, 5 Oktober 2022 | 10:56 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Harga emas bergerak melemah di zona US$ 1720.89 per troy ons. Pada pagi hari ini harga emas bergerak melemah setelah ditutup menguat di hari perdagangan kemarin. Pergerakan emas dipengaruhi oleh kinerja indeks dolar pasca sektor ketenagakerjaan AS yang melemah namun masih dibayangi oleh ekspektasi kenaikan suku bunga.

Emas bergerak melemah setelah ditutup menguat di zona US$ 1726.46 pada hari perdagangan kemarin seiring dengan indeks dolar yang ditutup melemah di zona 109.97. Kinerja dolar melemah usai dirilisnya data US JOLTS Job Openings oleh Bureau of Labor Statistics menunjukkan kontraksi di angka 10.05M dibandingkan dengan data sebelumnya 11.17M.

Baca juga: Dalam Tren Menguat, Harga Emas Antam Naik Lagi Kini Rp 962.000 Per Gramnya

Pembukaan pekerjaan yang terkontraksi mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja mulai melemah karena ekonomi bergulat dengan suku bunga yang tinggi. Perusahaan menunda ekspansi kapasitas dan rencana investasi untuk menghindari kewajiban bunga yang lebih tinggi sehingga memperlambat proses penciptaan lapangan kerja. 

Pagi ini, emas bergerak melemah walaupun masih di atas level US$ 1.700 dibayangi oleh ekspektasi kenaikan suku bunga. Presiden Fed San Francisco Mary Daly mengatakan ada banyak ruang bagi The Fed untuk menggunakan suku bunga yang lebih tinggi sebagai alat untuk mengurangi permintaan dan tekanan harga serta turut mencatat sekitar setengah dari apa yang menyebabkan inflasi tinggi saat ini adalah kelebihan permintaan.

Baca juga:  Sempat Tembus US$ 1.700, Emas Tertahan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga

Daly menegaskan kembali bahwa mandat The Fed adalah untuk mencapai stabilitas harga dengan tetap memperhatikan dampak dari apresiasi dolar karena tingginya suku bunga AS terhadap pertumbuhan global. Pejabat Fed lainnya, Philip Jefferson, turut menyampaikan fokusnya bahwa inflasi adalah masalah paling serius dan memulihkan stabilitas harga membutuhkan waktu dan periode dimana pertumbuhan berada di bawah tren.

Baca juga: Wow Harga Emas Antam Naik Rp 10.000 Jadi Rp 955.000 Per Gram

The Fed telah menaikkan suku bunga AS lebih cepat tahun ini, Jefferson tidak mengomentari langsung terkait besaran kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed November mendatang apakah 75 basis poin untuk yang keempat kalinya berturut-turut, seperti ekspektasi mayoritas pasar saat ini, atau 50 basis poin. Emas sensitif terhadap pergerakan suku bunga, kondisi tingginya suku bunga melemahkan daya tarik emas sehingga menjadi sentimen negatif bagi kinerja emas.

Berdasarkan riset ICDX, Rabu (5/10/2022) harga emas melemah dengan support saat ini beralih ke areal US$ 1.714,71 dan resistance terdekatnya berada di areal US$ 1.732,08. Support terjauhnya berada di areal US$ 1.709,06 hingga ke areal US$ 1.703,42, sementara untuk resistance terjauhnya berada di areal US$ 1.740,34 hingga ke areal US$ 1.745,55.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com