Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pekerja memperlihatkan kepingan koin emas. (Foto: ANTARA/REUTERS/Neil Hall/aa)

Pekerja memperlihatkan kepingan koin emas. (Foto: ANTARA/REUTERS/Neil Hall/aa)

Emas Naik karena Dolar Melemah, Hentikan Penurunan 5 Hari Beruntun

Rabu, 23 Nov 2022 | 15:08 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

CHICAGO, investor.id – Harga emas sedikit menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), menghentikan penurunan selama lima hari berturut-turut. Pasalnya, dolar Amerika Serikat (AS) melepaskan beberapa kenaikan kuat dari sesi sebelumnya di tengah peningkatan selera risiko.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember 2022 di divisi Comex New York Exchange, naik tipis 0,30 dolar AS atau 0,02% menjadi ditutup pada 1.739,90 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan mencapai tertinggi sesi di 1.751,00 dolar AS dan terendah di 1.737,90 dolar AS.

Baca juga: Capai Visi Indonesia Emas 2045, Penguatan Industri Pengolahan Dibutuhkan

Emas berjangka tergelincir 14,80 dolar AS atau 0,84% menjadi 1.739,60 dolar AS pada Senin (21/11), setelah melemah 8,60 dolar AS atau 0,49% menjadi 1.754,40 dolar AS pada Jumat (18/11), dan jatuh 12,80 dolar AS atau 0,72% menjadi 1.763,00 dolar AS pada Kamis (17/11).

Advertisement

Dolar AS melemah pada Selasa (22/11), memangkas beberapa kenaikan kuat dari sesi sebelumnya. Investor kini mengabaikan kekhawatiran tentang gejolak Covid-19 Tiongkok, meningkatkan permintaan untuk mata uang yang lebih berisiko.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,57% menjadi 107,2230, menyusul kenaikan 0,85% pada hari sebelumnya.

“Pemulihan tentatif dalam selera risiko sudah cukup untuk menghentikan rebound dolar beberapa hari,” kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Convera di Washington, AS pada Rabu (23/11).

Namun demikian, harga emas masih terjepit di dekat posisi terendah dua minggu karena sinyal hawkish dari beberapa anggota Federal Reserve (Fed) mendukung dolar.

Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly mengatakan pada Senin bahwa ada lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memperketat kebijakan moneter dan mendinginkan inflasi. Menurutnya, dampak riil dari kenaikan suku bunga baru-baru ini mungkin akan lebih besar dari apa yang diimplikasikan oleh target suku bunga jangka pendeknya.

Presiden Fed Cleveland Loretta Mester mengatakan dirinya mendukung kenaikan suku bunga yang lebih kecil pada Desember 2022, yang sejalan dengan ekspektasi pasar untuk kenaikan 50 basis poin (bps).

Baca juga: Pemerintah Usulkan Bank Emas Masuk dalam RUU P2SK

Tetapi kedua pejabat Fed itu mengatakan bahwa kenaikan suku bunga di waktu mendatang akan sangat bergantung pada pembacaan ekonomi AS, khususnya jalur inflasi.

Emas pada dasarnya stabil menjelang liburan Hari Thanksgiving di AS pada Kamis (24/11). Emas telah naik sekitar 6,0% sejauh bulan ini karena short covering (membeli kembali emas yang telah dijual).

Para analis pasar berpendapat bahwa pedagang spekulatif sekarang memiliki posisi net long di emas berjangka.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 17,7 sen atau 0,85%, menjadi ditutup pada 21,049 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari terangkat 7,80 dolar atau 0,79%, menjadi ditutup pada 995,70 dolar AS per ounce.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com