Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas batangan. Foto ilustrasi: IST

Emas batangan. Foto ilustrasi: IST

Emas Perpanjang Kerugian di Tengah Dolar AS yang Kuat

Gora Kunjana, Kamis, 27 Februari 2020 | 08:24 WIB

CHICAGO, investor.id - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange memperpanjang kerugiannya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), di tengah dolar AS yang kuat dan kenaikan bertahap di pasar saham New York.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April turun US$ 6,90 atau 0,42%, menjadi menetap di US$ 1.643,10 per ounce.

Saham-saham AS diperdagangkan lebih tinggi pada Rabu pagi (26/2/2020), rebound dari aksi jual tajam dalam dua sesi sebelumnya karena kekhawatiran tentang wabah virus korona.

Sebelum penyelesaian perdagangan emas, semua indeks acuan saham, termasuk Dow Jones Industrial Average, S&P 500 dan Indeks Komposit Nasdaq naik ke wilayah positif. Ketika ekuitas rebound, logam mulia biasanya turun, karena investor tidak perlu mencari tempat yang aman.

Indeks dolar AS memberikan tekanan tambahan bagi emas. Ukuran dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya naik di atas 99 lagi pada Rabu (26/2/2020).

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dolar naik, emas berjangka yang dihargakan dalam dolar akan menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain.

Analis pasar mengatakan bahwa aksi ambil untung juga menekan emas, yang telah reli ke tertinggi tujuh tahun di tengah meningkatnya sentimen risk-off (penghindaran risiko).

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 35,4 sen atau 1,94%, menjadi ditutup pada US$ 17,914 per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun US$ 17,50 atau 1,88%, menjadi menetap di US$ 914,80 per ounce.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN