Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas batangan. Foto ilustrasi: IST

Emas batangan. Foto ilustrasi: IST

Emas Rebound Setelah Dua Hari Alami Kerugian

Gora Kunjana, Kamis, 16 Januari 2020 | 08:09 WIB

CHICAGO, investor.id - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berbalik naik atau rebound pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) setelah dua hari berturut-turut mengalami kerugian.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari naik US$ 9,40 atau 0,61%, menjadi menetap di US$ 1.554,00 per ounce.

Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,19% menjadi 97,19 tak lama sebelum penyelesaian perdagangan emas.

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Jika indeks dolar AS turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS akan menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average dan indeks acuan utama lainnya melemah setelah naik ke tertinggi baru. Ini mendorong para investor untuk mendiversifikasikan dana mereka ke emas, sebagai salah satu aset safe-haven.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk penyerahan Maret naik 24,6 sen atau 1,39%, menjadi ditutup pada US$ 17,988 per ounce. Platinum untuk pengiriman April melonjak US$ 38,30 atau 3,88%, menjadi menetap di US$ 1.025,60 per ounce, pertama kalinya sejak Februari 2018 untuk platinum naik di atas US$ 1.000.

Amerika Serikat dan Tiongkok pada Rabu (15/1) menandatangani perjanjian ekonomi dan perdagangan fase satu di Washington, yang diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi global pada 2020.

"Itu bisa dibaca sebagai bullish untuk logam dan sektor komoditas mentah karena menunjukkan permintaan global yang lebih baik," tulis Jim Wyckoff, seorang analis senior di Kitco.com.

Sehari sebelumnya, emas berjangka turun untuk sesi kedua berturut-turut karena reli pasar ekuitas dan berkurangnya ketegangan geopolitik membatasi selera terhadap emas.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari kehilangan US$ 6,00 atau 0,39%, menjadi menetap di US$ 1.544,60 per ounce pada perdagangan Selasa (14/1).

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA