Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas batangan. Foto ilustrasi: ISTIMEWA

Emas batangan. Foto ilustrasi: ISTIMEWA

Emas Rebound US$ 9,8, Namun Sepekan Hanya Naik 20 Sen

Gora Kunjana, Sabtu, 18 Januari 2020 | 07:45 WIB

CHICAGO, investor.id - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange rebound atau berbalik naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah sehari sebelumnya turun karena ekuitas AS menguat ke rekor tertinggi baru di tengah data ekonomi positif.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari, terangkat US$ 9,8 atau 0,63%  menjadi menetap pada US$ 1.560,30 per ounce. Namun selama sepekan, emas berjangka hanya naik 20 sen, dengan tiga hari mencatat penurunan dan dua hari naik.

Indeks Dow Jones Industrial Average terus reli minggu ini, dan stabil di atas 29.300 poin selama sesi terakhir. Indeks S&P 500 dan Indeks Komposit Nasdaq mengikuti kenaikan Dow.

Dengan pasar saham mencapai rekor tertinggi dan Amerika Serikat dan Tiongkok menandatangani perjanjian perdagangan fase-satu, emas hampir tidak dapat menggelar reli yang kuat dalam jangka pendek, kata para analis.

Sementara itu, beberapa investor telah beralih ke emas untuk mendiversifikasi risiko, kalau-kalau pasar saham tiba-tiba membaik tajam.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 13,4 sen atau 0,75%, menjadi ditutup pada US$ 18,073 per ounce. Platinum untuk penyerahan April naik US$ 23,60 atau 2,36%, menjadi menetap di US$ 1.024,80 per ounce.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari turun US$ 3,50 atau 0,23% menjadi US$ 1.550,50 per ounce pada penutupan perdagangan Kamis (16/1).

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA