Menu
Sign in
@ Contact
Search
Emas batangan 50 gram setelah dicetak di pabrik penyulingan dan pabrikan batangan Argor-Heraeus di Mendrisio, Swiss pada 13 Juli 2022. (Foto: ANTARA/REUTERS/Denis Balibouse/pri)

Emas batangan 50 gram setelah dicetak di pabrik penyulingan dan pabrikan batangan Argor-Heraeus di Mendrisio, Swiss pada 13 Juli 2022. (Foto: ANTARA/REUTERS/Denis Balibouse/pri)

Emas Terdongkrak 5,70 Dolar AS dengan Sentimen Positif Risalah Fed

Kamis, 24 Nov 2022 | 09:00 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

CHICAGO, investor.id – Harga emas menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), memperpanjang kenaikan untuk hari kedua berturut-turut. Kenaikan ini akibat sentimen positif dari rilis risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan menaikkan suku bunga pada kecepatan yang lebih lambat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 5,70 dolar AS atau 0,33% menjadi ditutup pada 1.745,60 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan mencapai tertinggi sesi di 1.754,90 dolar AS dan terendah di 1.719,00 dolar AS.

Emas berjangka naik tipis 0,30 dolar AS atau 0,02% menjadi 1.739,90 dolar AS pada Selasa (22/11), tergelincir 14,80 dolar AS atau 0,84% menjadi 1.739,60 dolar AS pada Senin (21/11), dan melemah 8,60 dolar AS atau 0,49% menjadi 1.754,40 dolar AS pada Jumat (18/11).

Baca juga: Emas Naik karena Dolar Melemah, Hentikan Penurunan 5 Hari Beruntun

Advertisement

Tak lama setelah lantai perdagangan ditutup, Federal Reserve merilis risalah FOMC dari pertemuan pada awal November. Hasilnya menunjukkan mayoritas anggota FOMC mengatakan kenaikan suku bunga yang lebih lambat akan lebih baik untuk memungkinkan Fed menilai kemajuan menuju target inflasi 2%, mengingat kelambatan yang tidak pasti di sekitar kebijakan moneter dan ketika ancaman resesi meningkat.

Sementara FOMC memperkirakan suku bunga akan berakhir lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, banyak anggota Fed tidak yakin seberapa tinggi suku bunga yang harus diambil.

Prospek kenaikan suku bunga yang lebih kecil menawarkan bantuan jangka pendek untuk emas, mengingat kenaikan suku bunga meningkatkan peluang kerugian memegang logam kuning tahun ini.

Data ekonomi AS yang dirilis pada Rabu (23/11) bervariasi. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS melonjak 17.000 menjadi 240.000 untuk pekan yang berakhir 19 November. Angka tersebut juga melampaui ekspektasi para ekonom sebesar 225.000.

Indeks manajer pembelian manufaktur (PMI) S&P di AS keluar di level 47,6 pada November, turun dari 50,4 pada Oktober, menandakan penurunan baru dalam kondisi operasi di manufaktur pada November.

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pesanan barang tahan lama AS naik 1% pada Oktober, mencerminkan permintaan berbasis luas.

Baca juga: Pemerintah Usulkan Bank Emas Masuk dalam RUU P2SK

Indeks Sentimen Konsumen yang dirilis akhir pekan lalu oleh Survei Konsumen Universitas Michigan (UM) turun menjadi 56,8 pada survei November 2022, turun dari 59,9 pada Oktober dan di bawah 67,4 pada November.

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan rumah baru AS yang disesuaikan secara musiman meningkat 7,5% ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 632.000 unit pada Oktober.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 31,8 sen atau 1,51%, menjadi ditutup pada 21,367 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 1,10 dolar AS atau 0,11% menjadi ditutup pada 996,80 dolar AS per ounce.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com