Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pedagang menunjukkan emas batangan di salah satu toko perhiasan di kawasan Tebet, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Pedagang menunjukkan emas batangan di salah satu toko perhiasan di kawasan Tebet, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Emas Turun Setelah Reli 4 Hari Berturut-turut

Gora Kunjana, Rabu, 12 Februari 2020 | 08:00 WIB

CHICAGO, investor.id - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange lebih rendah pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), menyusul kenaikan signifikan dalam empat sesi berturut-turut di tengah kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April turun US$ 9,40 atau 0,6%, menjadi menetap di US$ 1.570,10 per ounce.

Ekuitas AS lebih tinggi di tengah pernyataan optimis tentang ekonomi AS oleh Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Dalam pidato yang disiapkan untuk Kongres, Powell mengatakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) percaya bahwa sikap kebijakan moneter saat ini akan mendukung kelanjutan pertumbuhan ekonomi, pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi yang kembali ke target simetris komite sebesar 2%.

Didukung oleh pernyataan Powell, indeks acuan saham New York naik lebih lanjut pada Selasa (11/2). Ketika ekuitas naik, emas biasanya turun karena selera terhadap aset safe haven seperti emas berkurang.

Ada pun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 18,8 sen atau 1,06%, menjadi ditutup pada US$ 17,597 per ounce. Platinum untuk penyerahan April naik US$6,60 atau 0,68%, menjadi menetap di US$ 973,50 per ounce.

Sementara itu, komentar resmi Tiongkok tentang pengendalian wabah virus korona yang sedang berlangsung telah menawarkan kepercayaan tambahan, mengimbangi kekhawatiran atas dampak penyakit tersebut pada ekonomi dunia.

Kasus pneumonia virus korona baru yang dikonfirmasi di Tiongkok di luar Provinsi Hubei, tempat kota Wuhan, telah turun selama tujuh hari berturut-turut, menurut Komisi Kesehatan Nasional (NHC).

Berbicara dalam konferensi pers Selasa (11/2), He Qinghua, seorang pejabat NHC, mengatakan situasi wabah di wilayah tingkat provinsi kecuali Hubei telah menunjukkan tren penurunan secara keseluruhan sejak 3 Februari.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang mengatakan pada Selasa (11/2) bahwa Tiongkok mampu meminimalkan dampak wabah terhadap ekonominya.

"Kami percaya fundamental ekonomi kami yang mendukung pertumbuhan jangka panjang Tiongkok akan tetap tidak berubah, dan kami mampu meminimalkan dampak epidemi terhadap ekonomi," katanya dalam konferensi pers secara daring.

Lembaga-lembaga internasional termasuk Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia mencatat bahwa Tiongkok memiliki ruang kebijakan yang cukup untuk menangani epidemi dan upaya-upaya Tiongkok telah secara efektif mengurangi risiko ekonomi dunia yang mungkin terpapar, kata juru bicara itu.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN