Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bisnis. Foto: Credit Commerce (Pixabay)

Ilustrasi bisnis. Foto: Credit Commerce (Pixabay)

Emiten RI akan Terbitkan Obligasi Global US$ 2,85 Miliar

Senin, 26 Juli 2021 | 06:05 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Sebanyak enam emiten asal Indonesia berencana menerbitkan obligasi global (global bond) senilai total US$ 2,85 miliar atau sebesar Rp 41,3 triliun pada tahun ini.

Terbaru, PT Jababeka Tbk (KIJA) akan emisi obligasi global senilai US$ 350 juta. Penerbitan surat utang ini bertujuan untuk membiayai kembali (refinancing) surat utang yang diterbitkan anak usahanya, JIBV, senilai US$ 300 juta yang akan jatuh tempo pada 2023.

Surat utang yang baru akan dijamin oleh jaminan perusahaan atau entitas anak lain. "Pada saat ini, belum terdapat informasi mengenai investor yang akan membeli surat utang baru," tulis manajemen Jababeka dalam keterangan tertulis, akhir pekan lalu. Jababeka akan mengadakan rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 31 Agustus 2021 untuk meminta persetujuan atas rencana penerbitan obligasi global ini.

Kemudian, PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) yang menyiapkan rencana penerbitan obligasi global hingga US$ 400 juta untuk membiayai kembali surat utang. Berdasarkan prospektus belum lama ini, perseroan berniat membeli kembali obligasi global yang lama senilai US$ 250 juta yang jatuh tempo 2023. Selain itu, perseroan berencana melunasi obligasi berkelanjutan I senilai Rp 1,5 triliun yang jatuh tempo 2023 dan 2025.

Tunas Baru menargetkan surat utang tersebut bertenor lima tahun. Indikasi suku bunga terbaik bagi perseroan pada rentang 6-8%. Kepastian mengenai suku bunga akan ditentukan saat bookbuilding.

Selanjutnya, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang berencana menerbitkan obligasi global senilai US$ 800 juta dan PT ABM Investama Tbk (ABMM) sebesar US$ 200 juta. Medco akan menerbitkan obligasi global untuk refinancing surat utang sebesar US$ 350 juta, sedangkan ABM untuk mendanai modal kerja, termasuk untuk akuisisi.

Tidak ketinggalan, PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) yang berniat merilis obligasi global senilai US$ 600 juta. Penerbitan surat utang itu untuk membiayai kembali surat utang yang akan jatuh tempo pada 2026 senilai US$ 600 juta.

Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) akan menerbitkan obligasi subordinasi (sub debt) berdenominasi dolar AS senilai US$ 500-800 juta.

Realisasi

Selama semester I-2021, sebanyak tujuh emiten telah menerbitkan obligasi global. Total nilai emisi global bond tersebut mencapai US$ 2,68 miliar.

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menjadi emiten yang menerbitkan global bond dengan nilai terbesar, yakni US$ 1,15 miliar. Surat utang ini memiliki kupon 3,39%, tenor 10 tahun, dan jatuh tempo pada 2031.

Lalu, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menerbitkan obligasi global US$ 350 juta dengan tingkat kupon 5,37% dan jatuh tempo pada 2026. Surat utang yang dicatatkan di Bursa Efek Singapura (SGX) ini diterbitkan dalam format Sustainability-Linked Bond (SLB).

Di lain pihak, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) juga menerbitkan obligasi global US$ 300 juta, tingkat bunga 2,75%, dan jatuh tempo pada 2026. Dana hasil emisi surat utang tersebut digunakan untuk refinancing surat utang.

Kemudian, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) menerbitkan obligasi global sebesar US$ 175 juta. Dana hasil emisi obligasi tersebut digunakan untuk membiayai penawaran tender (tender offer) obligasi global yang bernilai US$ 250 juta.

Sementara itu, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menerbitkan obligasi global tambahan sebesar US$ 100 juta. Surat utang ini bagian dari surat utang senior (senior notes) sebesar US$ 300 juta, sehingga total global bond yang diterbitkan perseroan mencapai US$ 400 juta.

Selanjutnya, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) menyelesaikan refinancing surat utang global senilai Sin$ 150 juta atau setara US$ 110 juta, yang jatuh tempo 2021 dan memiliki bunga 4,85%. Perseroan menebus global bond 2021 dengan global bond baru senilai Sin$ 150 juta, yang akan jatuh tempo pada 2026 dengan bunga 6%.

Terakhir, BNI yang menawarkan obligasi global US$ 500 juta bertenor lima tahun dengan kupon 3,75%. Penerbitan surat utang dalam format Basel III-compliant tier 2 ini meraih respons positif dari pasar dengan mayoritas pembelian terbanyak oleh investor Asia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN