Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BCA Finance, Jakarta. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

BCA Finance, Jakarta. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Empat Perusahaan Siap Lunasi Surat Utang Rp 3 Triliun

Jumat, 25 September 2020 | 12:18 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Sebanyak empat perusahaan menyatakan kesiapannya untuk melunasi surat utang yang akan jatuh tempo tahun ini. Total nilai surat utang tersebut mencapai Rp 3 triliun.

Empat perusahaan itu adalah PT Timah Tbk (TINS), PT BCA Finance, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), dan PT Federal International Finance (FIF). Mereka akan melunasi utang dengan kas internal perusahaan.

Sekretaris Perusahaan Timah Muhammad Zulkarnaen mengatakan, perseroan menyiapkan dana untuk melunasi surat utang jatuh tempo dari kas internal. Dana tersebut akan digunakan untuk membayar pokok dan bunga Obligasi Berkelanjutan I Timah Tahap I Tahun 2017 Seri A senilai Rp 490,2 miliar. 

Selain itu, perseroan juga akan membayar  pokok dan bagi hasil Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Timah Tahap I Tahun 2017 Seri A senilai Rp 122,55 miliar. Sehingga, nilai total pokok dan obligasi yang harus dibayar mencapai Rp 612,75 miliar. Kedua surat utang ini akan jatuh tempo pada 28 September 2020.

"Dana untuk pembayaran pokok dan bunga obligasi sudah tersedia di rekening bank milik emiten. Perseroan akan membayarnya kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) paling lambat 25 September 2020," ujar dia dalam keterangan resmi.

Ke depan, Zulkarnaen mengungkapkan, perseroan akan melunasi obligasi yang jatuh tempo secara tepat waktu. Dana untuk membayar obligasi tersebut juga sudah masuk dalam anggaran perseroan. "Jadi tidak ada rencana refinancing, karena dana sudah siap dan dianggarkan," ujar dia.

Lebih lanjut, emiten lain yang juga siap untuk melunasi obligasi jatuh tempo tahun ini adalah PT BCA Finance. Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim mengatakan, perseroan memiliki obligasi jatuh tempo sebesar Rp 840 miliar pada November mendatang.

Dia menjelaskan, dana untuk pembayaran obligasi jatuh tempo sudah disiapkan dalam bentuk deposito. Perseroan juga meyakini bisa melunasi obligasi jatuh tempo lainnya dengan dana internal, tanpa melalui refinancing. "Maret tahun depan, kami juga masih memiliki obligasi jatuh tempo Rp 650 miliar. Tidak ada rencana refinancing, yakin dengan internal cashflow bisa dilunasi," terang dia.

Di pengujung akhir tahun ini, perseroan belum memiliki rencana untuk menerbitkan obligasi baru. Pasalnya, perseroan memiliki surplus kas karena nilai pembiayaan lebih rendah dari angsuran.

Sementara itu, Direktur SMF Trisnadi Yulrisman mengungkapkan, perseroan memiliki obligasi jatuh tempo pada Oktober 2020 sebesar Rp 637 miliar. Perseroan mempersiapkan dana internal dalam bentuk deposito untuk membayar obligasi tersebut.

Kemudian, FIF juga memiliki obligasi jatuh tempo senilai Rp 917 miliar. Direktur FIF Hugeng Gozali menjelaskan, perseroan juga sudah mempersiapkan dana internal untuk melunasinya. Sebelumnya, perseroan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II Tahun 2020 senilai Rp 1,5 triliun. Obligasi ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan IV dengan nilai total Rp 15 triliun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN