Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Data Perdagangan Positif. Pengunjung mendokumentasikan momen saat berada di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Data Perdagangan Positif. Pengunjung mendokumentasikan momen saat berada di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Empat Saham Ini Justru "Auto Reject" Atas Saat IHSG Terperosok 1,06%

Selasa, 19 Januari 2021 | 15:20 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Di tengah pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indoensia (BEI), Selasa (19/1), hingga anjlok 67,97 poin (1,06%) menjadi 6.321,86, sejumlah saham ini justru berhasil mencetak lonjakan hingga auto reject atas (ARA).

Pelemahan indeks dipicu atas penurunan seluruh sektor saham dengan koreksi terdalam dicatat sektor pertambangan sekitar 3,36%, sektor konstruksi 2,60%, industri dasar hingga 2,04%, sektor keuangan turun 0,79%, dan sektor pertanian hingga 0,71%.

Sejumlah saham yang berhasil mencetak kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) naik Rp 39 (34,51%) menjadi Rp 152, PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) naik RP 57 (34,13%) menjadi Rp 224, PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) naik Rp 84 (25%) menjadi Rp 420, PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) menguat Rp 111 (24,45%) menjadi Rp 565,

Adapun, sejumlah saham mengalami penurunan dalam hingga auto reject bawah (ARB), seperti saham PT Steel Pipe Industry Of Indonesia Tbk (ISSP), PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bank Bukopin Tbk (BBKP), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE), PT BRI Syariah Tbk (BRIS), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Timah Tbk (TINS).

Penurunan dalam juga dicatatkan hampir seluruh saham sektor farmasi, seperti PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Indofarma Tbk (INAF), PT Phapros Tk (PEHA), PT Itama Ranoraya Tk (IRRA). Begitu juga saham sektor konstruksi, seperti PT PP Tbk (PTPP), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Adhi Karya Tbk (PTPP), dan PT Acset Indonusa Tbk (ACST).

 

 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN