Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). (Foto: Perseroan)

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). (Foto: Perseroan)

Energi Mega (ENRG) Tingkatkan Pasokan Gas ke PLN

Selasa, 28 Juni 2022 | 22:00 WIB
Ghafur Fadillah (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) berencana meningkatkan pasokan gas ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dari Blok Kontrak Kerja Sama (KKS) Bentu di Riau. Peningkatan pasokan tersebut akan dilakukan melalui anak usahanya, yakni EMP Bentu Limited (EMP Bentu).

Direktur Utama Energi Mega Persada Syailendra Bakrie menjelaskan, saat ini EMP Bentu memasok sekitar 30 juta kaki kubik gas per hari ke PLN Pekanbaru. Sesuai dengan perjanjian jual beli gas dengan PLN, EMP Bentu diminta untuk memproduksi gas sampai dengan 40 juta kaki kubik gas per hari ke PLN.

Advertisement

“EMP Bentu merupakan pemegang 100% participating interest dan operator di Blok KKS Bentu di Riau,” kata Syailendra dalam keterangan tertulis, Selasa (28/6/2022).

Baca juga: Bakrie Capital Tambah Saham Energi Mega (ENRG) Jadi Lebih dari 5%

Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Rikky Rahmat menyebutkan bahwa pihaknya akan terus mendorong para kontraktor KKS untuk meningkatkan produksi migas dengan melakukan pemboran sumur-sumur pengembangan maupun eksplorasi di wilayah kerja masing-masing. “Kami mengapresiasi peningkatan produksi gas dari blok KKS Bentu yang diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar di Riau,” ujar dia.

Direktur Keuangan Energi Mega Persada Edoardus Ardianto menyebutkan bahwa pada tahun lalu, EMP Bentu telah menyelesaikan pemboran 2 sumur pengembangan dan 1 sumur eksplorasi. Sedangkan pada tahun ini EMP Bentu telah menyelesaikan 1 sumur pengembangan dan 1 sumur eksplorasi. Adapun 2 sumur eksplorasi juga akan diselesaikan oleh perseroan pada 2022.

“Kami berharap hasil positif dari kegiatan pemboran ini dapat menambah produksi gas dari Blok KKS Bentu dalam waktu dekat,” kata dia.

Edoardus mengungkapkan, pasokan gas dari blok KKS Bentu yang dijual ke PLN akan dialirkan melalui pipa gas yang dimiliki oleh PT Medco Ratch Power Riau (MRPR) di Pekanbaru. Selain penjualan gas ke PLN, EMP Bentu juga menjual produksi gasnya ke anak usaha PT Pertamina dan PT Riau Andalan Pulp & Paper.

“Kami berharap kenaikan produksi gas dari blok KKS Bentu tersebut dapat berdampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan pada masa mendatang,” ungkap dia.

Sebelumnya, Energi Mega Persada (ENRG) melalui anak usahanya, PT Imbang Tata Alam (ITA), yang merupakan operator dan pemilik 100% working interest di blok KKS Malacca Strait, telah mendapatkan temuan minyak baru sebanyak 115 juta barel dari blok KKS Malacca Strait. Temuan minyak baru tersebut sedang dalam proses sertifikasi oleh Gaffney Cline & Associates, yang merupakan salah satu konsultan migas terkemuka di dunia.

Baca juga: Produksi Minyak dan Gas Naik, Laba Energi Mega (ENRG) Terkerek

Berdasarkan pekerjaan optimasi Pengembangan Lapangan Lanjutan (OPLL) di Lapangan TB, ITA juga berhasil menemukan tambahan jumlah minyak di tempat sebesar 41 juta barel. Untuk itu, jumlah total penemuan minyak di tempat (Original Oil in Place) di lapangan TB dan Ringgit menjadi sebesar 156 juta barel (115 juta barel + 41 juta barel).

Penemuan minyak baru tersebut akan berdampak positif terhadap kinerja produksi dan keuangan ENRG dalam waktu dekat ini. Dengan diselesaikannya aktivitas pemboran di lokasi temuan minyak baru tersebut, diharapkan ITA sebagai operator dan pemilik working interest di blok KKS Malacca Strait dapat menjadi salah satu dari 10 produsen minyak terbesar di Indonesia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN