Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Energi Mega Persada Tbk. Foto: Perseroan.

PT Energi Mega Persada Tbk. Foto: Perseroan.

Energi Mega 'Rights Issue' Rp 1,8 T, Grup Bakrie Jadi Pembeli Siaga

Jumat, 25 Juni 2021 | 05:57 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akan melakukan penawaran umum terbatas (PUT) III atau rights issue dengan target dana US$ 125,19 juta atau sekitar Rp 1,82 triliun. Dalam aksi tersebut, PT Bakrie Kalila Investment bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer).

Presiden Direktur dan CEO Energi Mega Persada Syailendra S Bakrie mengatakan, jumlah saham baru yang akan dilepas dalam rights issue sebanyak 14,47 miliar saham. Harga pelaksanaan Rp 126 per saham, sehingga total dana yang bisa diraih mencapai Rp 1,82 triliun atau US$ 125,19 juta. “Setiap pemegang 100 saham ENRG bisa membeli 140 saham baru," kata Syailendra dalam keterangan tertulis, Kamis (24/6).

Dalam rights issue ini, Bakrie Kalila Investment akan bertindak sebagai pembeli siaga apabila masih terdapat sisa saham yang tidak diakuisisi oleh pemegang saham. Nilai maksimal dari saham yang bisa diserap oleh Bakrie Kalila sebanyak 14,47 miliar saham.

Perseroan berharap mendapatkan pernyataan efektif rights issue pada 22 Juni 2021. Distribusi hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) akan dilakukan pada 5 Juli 2021 dan pelaksanaan HMETD pada 6-14 Juli 2021.

Sesuai rencana, dana sebesar US$ 43,5 juta dari hasil rights issue akan digunakan untuk mengakuisisi 25% saham EMP Inc dari Kinross International Group Ltd. EMP melalui anak usahanya menguasai blok Kangean PSC di Jawa Timur. Saat ini, perseroan memiliki 50% saham EMP Inc dan setelah rights issue akan bertambah menjadi 75%.

Sepanjang 2020, Blok Kangean berkontribusi 48% dari total produksi minyak dan gas perusahaan. Sementara, rata-rata produksi di Kangean pada 2020 adalah 185 juta kaki kubik gas per hari. “Karena itu, peningkatan kepemilikan di Kangean akan berdampak positif terhadap total produksi minyak dan gas perseroan, serta kinerja pendapatan dan laba bersih,” jelas Syailendra.

Kemudian, perseroan juga akan menggunakan dana US$ 44,33 juta untuk membayar pinjaman kepada kreditur. Sisa dana US$ 37,35 juta akan dipakai untuk mendanai modal kerja dari aset Energi Mega Persada yang beroperasi.

Sebelumnya, Syailendra mengatakan, pelunasan pinjaman kepada kreditur dari hasil rights issue juga diharapkan menurunkan beban bunga, memperkuat likuiditas, dan pencapaian laba bersih perseroan. Sedangkan hasil rights issue yang dialokasikan untuk modal kerja, salah satunya adalah mengembangkan aset migas di Blok Buzi EPCC, Mozambik, Afrika.

Direktur Keuangan Energi Mega Persada Edoardus Windoe mengatakan, selain strategi mengakuisisi aset migas, perseroan akan tetap fokus meningkatkan produksi aset-aset yang telah beroperasi. Selama ini, Blok Bentu dan Blok Kangean telah berkontribusi cukup besar terhadap produksi perseroan, dan pihaknya berharap mempertahankan kondisi tersebut. “Kami juga siap meningkatkan produksi dari aset migas lain, termasuk Blok Malacca Strait,” ujar dia.

Chief Communication Officer Energi Mega Persada Adinda Bakrie menambahkan, aset Buzi EPCC di Afrika menunjukkan kemajuan yang menarik. Perseroan telah melakukan pengeboran di dua sumur yang rencananya akan selesai pada semester II-2021. Perseroan berharap Blok Buzi EPCC bisa mulai produksi gasnya pada 2024.

Energi Mega membukukan penjualan bersih US$ 239 juta hingga kuartal III-2020, naik 25% dibandingkan periode sama tahun 2019 sebesar US$ 191,99 juta. Seiring itu, perseroan membukukan laba bersih US$ 42,03 juta, melonjak 254% dari sebelumnya US$ 11,88 juta. Sementara, laba operasi tumbuh 45% secara tahunan menjadi US$ 92 juta.

Perseroan juga menjaga rasio-rasio keuangannya tetap sehat, dengan debt to equity ratio di level 0,62 kali dan memiliki cash dan restricted cash hingga US$ 66,50 juta hingga September 2020.

Perseroan akan terus berusaha meningkatkan produksi minyak dan gasnya melalui program pengembangan yang ada, menemukan cadangan minyak dan gas baru melalui aktivitas eksplorasi, dan menurunkan biaya terkait dengan melakukan efisiensi di seluruh lini organisasi perusahaan.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN