Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Enseval Putera -1

Enseval Putera -1

Enseval Targetkan Pertumbuhan Penjualan 6-8% di 2021

Minggu, 7 Februari 2021 | 07:59 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)


JAKARTA, Investor.id — PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT) menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 6-8% tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu. Optimisme ini didukung ekspektasi pulihnya perekonomian Indonesia tahun 2021.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan, pertumbuhan penjualan tersebut didukung rencana perseroan tahun ini, yakni menambahkan produk baru, area teritori baru, dan principal baru.

“Kami memperhatikan tren dari kuartal IV-2020 memberikan harapan dan optimisme bahwa pada tahun 2021 berpotensi lebih baik dibandingkan dengan tahun 2020,” ujar dia kepada Investor Daily baru-baru ini.

Tahun ini, perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) berkisar Rp 100-200 miliar yang akan digunakan untuk pengembangan sarana distribusi dan logistik, investasi transformasi digital, pengembangan bisnis alat keseharan dan pengembangan ritel apotik/klinik. “Sumber pendanaan capex tahun ini berasal dari dana internal,” ujar dia.

Sebagaimana diketahui, anak usaha PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) ini dikabarkan tengah menunggu tahapan kerjasama pendistribusian vaksin Covid-19 dengan pemerintah. Vidjongtius menyampaikan, Enseval kini sudah dalam tahapan untuk menunggu final alokasi dari kerjasama tersebut. Namun demikian, dia belum bisa menyampaikan lebih jauh sebab belum ada keputusan.

Sebelumnya, Kalbe Farma akan mendistribusikan vaksin melalui Enseval. Vidjongtius mengatakan bahwa Enseval telah menyiapkan distribusi vaksin di bawah koordinasi Biofarma grup. Namun, perseroan belum dapat memberitahukan terkait informasi detailnya, sehingga belum bisa dihitung dampak kegiatan tersebut terhadap bisnis perseroan.

Sebagai informasi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengeluarkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) untuk CoronaVac. CoronaVac adalah vaksin Covid-19 milik Sinovac asal Tiongkok.

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, pemberian izin ini dengan mempertimbangkan hasil uji klinis di Indonesia, Brasil, dan Turki. Uji klinis menunjukkan antivirus SARS-CoV-2 memiliki keamanan dan kemanjuran (efikasi) menangkal Covid-19.

Di Indonesia, uji klinis dilakukan di Bandung oleh Biofarma dan Sinovac dengan efikasi CoronaVac mencapai 65,3%. Selanjutnya, dalam uji klinis di Turki, efikasi Sinovac mencapai 91% dan Brasil 78%. "Vaksin Sinovac ini juga memenuhi standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk bisa mendapatkan izin EUA dengan tingkat efikasi minimal 50%," papar dia.

Penny menambahkan, pemberian EUA oleh BPOM itu juga mempertimbangkan hasil rapat bersama lintas sektor seperti Komite Nasional Penilai Obat, ITAGI, ahli epidemi dan unsur terkait lainnya. BPOM dan pemangku kepentingan terkait terus mengawasi proses vaksinasi terutama efek samping dari vaksin Sinovac tersebut. Pengawasan juga dilakukan untuk Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN