Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Erajaya. Foto: EMRAL

Erajaya. Foto: EMRAL

Erajaya, Peritel Tahan Banting di Tengah Pandemi

Rabu, 28 Oktober 2020 | 07:08 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menunjukkan ketahanan yang baik dalam menghadapi pandemi Covid-19, yang terlihat dari realisasi kinerja keuangan pada kuartal II-2020. Pencapaian yang lebih baik itu dan mulai pulihnya penjualan di gerai perseroan dalam beberapa bulan pada semester II diharapkan membuat kinerja keuangan perseroan menjadi lebih baik dari estimasi semula.

Analis Trimegah Sekuritas Heribertus Ariando dan Darien Sanusi mengungkapkan, meskipun sektor ritel terimbas pandemic Covid-19, namun Erajaya menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan peritel lainnya. Hal itu ditunjukkan oleh keberhasilan perseoran meraup laba bersih senilai Rp 36 miliar pada kuartal II-2020 dibandingkan peritel lainnya yang merugi. Perolehan laba bersih itu di tengah penutupan sementara sejumlah gerai perseroan akibat pandemi.

Gerai yang tutup sementara sekitar 20-30% dari total gerai. Perseroan juga berhasil memangkas rasio utang menjadi 9% pada kuartal II-2020 dibandingkan kuartal I-2020 yang mencapai 45%. Hal ini membuat biaya keuangan perseroan turun yang berdampak terhadap laba bersih.

Erajaya juga berhasil menekan inventory day menjadi 45 hari. Sebagaimana diketahui, inventory day merupakan hal krusial di bisnis ritel.

“Memasuki kuartal III-2020, kami melihat trafik pengunjung di sejumlah gerai perseroan mengalami peningkatan, meskipun pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta diperketat selama September 2020. Tanda pemulihan juga sudah mulai terlihat pada Juli-Agustus 2020,” tulis Heribertus dan Darien dalam risetnya, baru-baru ini.

erajaya
erajaya

Sedangkan dari sisi produk yang paling berkontribusi adalah permintaan produk telepon pintar (smartphone) yang mengalami perubahan bauran dengan peningkatan terhadap produk Apple, Oppo, dan Realme. Pangsa pasar pejualan Apple di Indonesia meningkat menjadi 7,9% pada September yang diharapkan berdampak pada peningkatan sumbangan produk ini bagi perseroan.

Begitu juga dengan produkOppo dan Realme juga menunjukkan peningkatan pangsa pasar dibandingkan produk lainnya, seperti Samsung dan Xiaomi, yang justru mengalami penurunan tipis.

Meskipun volume penjualan smartphone perseroan turun pada semester I-2020, kondisi tersebut diprediksi berbalik pada semester II tahun ini dan secara langsung akan menopang peningkatan kinerja keuangan dibandingkan paruh pertama tahun ini.

Begitu juga dengan margin keuntungan diperkirakan meningkat sejalan dengan kenaikan harga jual produk. Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ERAA dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 2.200.  

Target harga tersebut mempertimbangkan berlanjutnya pemulihan penjualan perseroan tahun depan dengan harapan keuntungan bisa melampaui tahun 2019.

erajaya
erajaya

Target harga tersebut juga mempertimbangkan revisi naik target kinerja keuangan Erajaya tahun 2020 dan 2021, yang didukung oleh penjualan perseroan yang lebih baik dibandingkan perkiraan semula.

Trimegah Sekuritas merevisi naik pendapatan Erajaya tahun ini dari Rp 27,98 triliun menjadi Rp 28,51 triliun. Perkiraan laba bersih juga direvisi naik hingga 140% dari Rp 103 miliar menjadi Rp 246 miliar.

Sedangkan perkiraan laba bersih tahun 2021 direvisi naik sebesar 29% dari Rp 339 miliar menjadi Rp 436 miliar. Begitu juga dengan proyeksi penjualan Erajaya tahun 2021 direvisi naik dari Rp 31,71 triliun menjadi Rp 32,33 triliun. Tahun 2019, perseroan membukukan pendapatan dan laba bersih masing-masing Rp 32,94 triliun dan Rp 295 miliar.

Sementara itu, analis NH Korindo Sekuritas Putu Chantika Putri Dhammayanti mengungkapkan, kinerja keuangan Erajaya secara perlahan diperkirakan mulai pulih pada paruh kedua tahun ini, yang didukung oleh pemberian sejumlah promosi dan diskon bagi pelanggan. Peningkatan juga didukung oleh peluncuran produk smartphone terbaru sepanjang semester II tahun ini.

“Kami juga melihat bahwa Erajaya sukses mengelola inventory yang menjadi isu utama bagi peritel. Hal ini bisa menjadi sentimen positif terhadap kinerja keuangan dan operasional perseroan,” tulis Putu Chantika dalam risetnya.

Kondisi tersebut mendorong NH Korindo Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ERAA dengan target harga Rp 2.000. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun 2021 sekitar19,3 kali.

Sedangkan risiko terhadap kinerja keuangan dan saham dipengaruhi oleh penurunan minat konsumen terhadap produk baru dan penerapan regulasi IMEI. Target harga tersebut juga mempertimbangkan ekspektasi penurunan laba bersih Erajaya menjadi Rp 246 miliartahun ini dan diharapkan meningkat menjadi Rp 346 miliar pada 2021. Begitu juga dengan penjualan diperkirakan turun menjadi Rp 28,27 triliun pada 2020 dan diharapkan naik menjadi Rp 31,47 triliun pada 2021 dibandingkan realisasi tahun2019 senilai Rp 32,94 triliun.

erajaya
erajaya

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Erajaya Swasembada Amelia Allen mengatakan, pihaknya menyiapkan berbagai strategi di tengah pandemic Covid-19, seperti menggenjot penjualan melalui online. Langkah ini dilakukan sejalan dengan permintaan produk perseroan yang tetap terjagaselama pandemi, terutama produk yang mendukung Work From Home (WFH).

“Strateginya yakni tetap berfokus kepada pengalaman pelanggan sesuai dengan protokol yang berlaku. Selain itu, kami lakukan promosi secara agresif melalui online exhibition dan memberikan layanan home delivery services langsung ke rumah pelanggan,” jelasnya, belum lama ini.

Erajaya tengah mengembangkan situs penjualan resmi yang bernama Eraspace.com. Situs ini nantinya menerapkan sistem smart retail, yaitu transaksi penjualan tanpa menggunakan uang cash alias cashless.

Dengan fitur tersebut, pelanggan dapat dengan mudah berbelanja kebutuhan teknologi tanpa harus pergi ke luar rumah.

“Dengan persiapan yang matang dan antisipasi yang baik, operasional kami diharapkan dapat tetap berlangsung dengan baik,” ujar dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN