Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Vale Indonesia. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Vale Indonesia. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Erick Thohir: Akuisisi Saham Vale Dorong Penguatan Hilirisasi Industri Nikel

Kamis, 8 Oktober 2020 | 13:33 WIB
Thereis Love Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menilai langkah akuisisi 20% saham PT Vale Indonesia (INCO) oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) atau Mining Industry Indonesia (MIND ID) sebagai langkah penting dalam hilirisasi industri pertambangan nasional.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, transaksi pembelian 20% saham divestasi Vale Indonesia milik Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. (SMM) membuat kepemilikan saham negara semakin bertambah di sektor pertambangan.

Erick Tohir
Erick Tohir

“Ini juga langkah bagus untuk memperkuat value chain di Indonesia, serta pengembangan industri baterai untuk mobil listrik sebagai bagian proses transformasi sistem energi," ujar Erick dalam keterangan resminya dikutip Investor Daily, di Jakarta, Kamis (8/10).

Erick menambahkan, pembelian saham Vale Indonesia oleh MIND ID sesuai dengan mandat BUMN untuk mengelola cadangan mineral strategis Indonesia dan juga hilirisasi industri pertambangan nasional. Terutama untuk nikel domestik, sehingga menghasilkan produk domestik dengan nilai ekonomis hingga 4-5 kali lipat lebih tinggi dari produk hulu.

“Dengan menjadi pemegang saham terbesar kedua, MIND ID akan memiliki akses strategis untuk mengamankan pasokan bahan baku untuk industri hilir nikel Indonesia. Baik untuk hilirisasi industri nikel menjadi stainless steel, maupun menjadi baterai kendaraan listrik,” ujarnya.

Dalam transaksi yang berlangsung, Rabu (7/10) di Jakarta itu, VCL telah melepas sahamnya sebesar 14,9% dan SMM sebesar 5,1% seharga Rp 2.780 per lembar saham atau senilai total Rp 5,52 triliun. Dengan demikian, setelah transaksi ini, struktur kepemilikan saham di Vale Indonesia berubah menjadi Vale Group 44,34%, MIND ID 20,00%, SMM 15,03%, Sumitomo Corporation 0,14%, dan publik 20,49%.

Adapun, transaksi ini merupakan langkah konkret setelah pada Juni lalu, para pihak telah menandatangani perjanjian jual beli saham (shares purchase agreement). Hal ini juga merupakan pengembangan penting bagi industri nikel Vale Indonesia memiliki salah satu aset nikel terbaik dan terbesar di dunia.

Lebih lanjut, divestasi saham 20% ini merupakan kewajiban amandemen dari Kontrak Karya (KK) pada tahun 2014 antara pemerintah dengan Vale Indonesia yang harus dilaksanakan lima tahun setelah amandemen tersebut. KK Vale Indonesia akan berakhir pada 2025 dan dapat diubah atau diperpanjang menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK) sesuai peraturan perundang-undangan.

Kedepannya, MIND ID juga akan fokus terhadap nikel sebagai core business dengan membangun ekosistem pengembangan industri jenis mineral ini demi hilirisasi produk dalam negeri serta membuka peluang untuk bekerja sama.

Hingga saat ini, untuk mendukung rencana tersebut, MIND IDE tengah melakukan pembangunan pabrik lithium-ion yang rencananya di dekat dua tambang nikel milik PT Antam di Tanjung Buli, Halmahera Timur dan di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara agar bisa berkompetisi di pasar EV Battery dunia yang 27,9% dikuasai Tiongkok.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN