Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Erick Thohir

Erick Thohir

Erick Thohir Effect Angkat Saham BUMN

Nabil Syarifuddin Al Faruq/Thereis Love Kalla, Selasa, 10 Desember 2019 | 17:11 WIB

JAKARTA, investor.id - Gebrakan yang dilakukan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk menyehatkan perusahaan-perusahaan pelat merah mendapat apresiasi dari para pelaku pasar saham. Dampak positif kebijakan Erick Thohir (Erick Thohir effect) tercermin pada penguatan saham-saham emiten BUMN yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Setelah pemerintah mengumumkan pencopotan direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk karena diduga menyelundupkan sepeda motor Harley Davidson menggunakan pesawat baru Garuda pada 5 Desember lalu, saham emiten BUMN dan anak usahanya dalam tiga hari terakhir rata-rata naik 2,05%. Kapitalisasi pasar (market cap) saham emiten BUMN dan anak usahanya bertambah sekitar Rp 7 triliun atau 0,41% dari Rp 1.701,42 triliun menjadi Rp 1.708,40 triliun.

Kalangan analis dan pengamat pasar modal yang dihubungi Investor Daily di Jakarta, Senin (9/12), memperkirakan Erick Thohir effect berlanjut jika Menteri BUMN Erick Thohir konsisten meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) di BUMN dan anak usaha BUMN, terutama yang sudah mencatatkan saham di bursa (listed company).

Erick Thohir effect juga bisa bertahan lama bila langkah-langkah Erick Thohir terbukti efektif. Apalagi jika menteri-menteri teknis yang membawahkan BUMN mendukung langkah-langkah Erick Thohir. Karena saham BUMN memberikan kontribusi besar terhadap market cap bursa domestik, yaitu sekitar 25%, penguatan saham emiten milik negara bisa mendongkrak indeks harga saham gabungan (IHSG).

Erick Thohir

Setidaknya ada enam langkah yang sedang dijalankan Erick Thohir untuk membenahi BUMN, yaitu meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG), fokus ke bisnis inti (core business), dan perbaikan model bisnis. Langkah lainnya adalah membentuk tim kerja yang solid, memperbaiki manajemen Kementerian BUMN, serta keharusan direksi BUMN untuk steril dari kepentingan politik.

Dalam berbagai kesempatan, Erick Thohir menegaskan, para direksi BUMN harus mengedepankan akhlak atau integritas. Sebab, perusahaan yang dikelola adalah milik negara, bukan milik pribadi dan keluarga. Direksi tidak boleh bermewah-mewah dengan fasilitas perusahaan, apalagi jika BUMN yang dipimpinnya dalam kondisi merugi.

Erick Thohir juga menekankan bahwa semua tender di BUMN harus dilakukan terbuka. Tak boleh lagi ada suap-menyuap, jngan lagi ada penggelembungan nilai (mark up) anggaran proyek dan mengorbankan kualitas proyek. Erick Thohir secara khusus juga mewajibkan BUMN karya mengutamakan kualitas bangunan.

Indikasi kebangkitan sebagian besar saham BUMN, anak usaha, dan perusahaan terafiliasi, sudah tampak sejak pekan lalu. 

Harga saham dan Kapitalisasi Pasar Emiten BUMN
Harga saham dan Kapitalisasi Pasar Emiten BUMN

 

Diapresiasi Pasar

Director Research & Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus mengakui, sejumlah langkah Menteri BUMN Erick Thohir dalam memperbaiki kinerja BUMN diapresiasi pelaku pasar.

“Sejauh ini apa yang terlihat di pasar, memang mencerminkan apa yang dilakukan oleh Pak Erick Thohir di BUMN. Tentu hal ini menjadi salah satu poin penting. Menteri BUMN akan mendapat apresiasi lebih jika manajemen baru di sejumlah BUMN benar-benar capable, kredibel, dan sesuai kapasitasnya,” ujar Nico kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (9/12).

Menurut dia, sejak Erick Thohir dipilih menjadi Menteri BUMN, para pelaku pasar langsung menyambut positif hal tersebut. Terbukti saat itu saham-saham BUMN langsung naik. “Ini menunjukkan kapasitas dan kredibilitasnya. Tindakan Erick Thohir yang bergerak cepat memberikan keyakinan kepada pasar bahwa Erick siap membenahi BUMN, khususnya yang bermasalah,” tutur dia.

Head of Fixed Income Division PT Indomitra Securities Maximilianus Nico Demus. Foto: id.linkedIn
Head of Fixed Income Division PT Indomitra Securities Maximilianus Nico Demus. Foto: id.linkedIn

Pasar, kata Nico, menunggu langkah konkret Erick Thohir selanjutnya dalam membenahi BUMN. “Selama apa yang dilakukan Erick benar, tentu pasar akan mengapresiasi saham-saham BUMN. Apalagi Erick akan bergerak cepat. Beliau juga sudah sampaikan bahwa berikan kesempatan kepadanya untuk bekerja,” tandas dia.

Nico mengharapkan Menteri BUMN membawa perusahaan-perusahaan pelat merah yang memiliki aset besar agar keluar dari zona nyaman. Sedangkan BUMN yang masih kecil harus diberikan perhatian lebih supaya bertumbuh semakin besar.

“Fokus utamanya adalah memberikan sustainability bisnis BUMN. Sinergi BUMN sudah baik, tapi implementasinya terkadang masih kurang maksimal,” papar Nico yang merekomendasikan saham BMRI, BBRI, BBNI, JSMR, dan TLKM.

Hal senada dikemukakan analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana. Menurut dia, pembenahan BUMN yang dilakukan Erick Thohir mendapat sambutan positif dari pelaku pasar.

Herditya menambahkan, efek kinerja Erick Thohir secara keseluruhan belum terasa bagi fundamental emiten-emiten BUMN karena ia baru bekerja sekitar sebulan. “Efeknya belum begitu kerasa, karena kan butuh waktu untuk memperbaiki kinerja masing-masing BUMN,” ucap dia.

Kendati demikian, kata dia, apa yang dilakukan Erick dalam membenahi perusahaan BUMN mulai terlihat pada pergerakan teknikal emiten-emiten BUMN.

Herditya merekomendasikan saham-saham BUMN dari sektor konstruksi, seperti PTPP dan ADHI. Sedangkan di sektor pertambangan, investor dapat mencermati TINS dan ANTM.

Di sisi lain, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, kasus Garuda direspons positif para pelaku pasar. Itu karena Menteri BUMN Erick Thohir merespons secara cepat dengan mengganti sementara jabatan direksi Garuda.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee. Foto: Beritasatu TV
Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee. Foto: Beritasatu TV

“Pasar memberikan respons positif. Market-nya mulai rebound lagi setelah minggu lalu mengalami tekanan turun karena ada beberapa kasus,” ujar Hans Kwee kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (9/12).

Dia menjelaskan, pasar sedang diterpa berbagai isu, baik yang berasal dari eksternal (faktor global) maupun dari internal (faktor domestik). Dari eksternal, tekanan antara lain datang dari isu perang dagang, perlambatan ekonomi dunia, dan ketidakpastian suku bunga The Fed.

Adapun dari internal di antaranya kasus jual paksa (forced sell) saham yang menjadi underlying asset reksa dana akibat pencairan (redemption) reksa dana secara masif, sehubungan dengan salah kelola dan penyimpangan yang dilakukan oleh sejumlah manajer investasi (MI).

Tekanan itu, menurut Hans, dapat ‘direduksi’ oleh sejumlah terobosan Erick Thohir terhadap BUMN bermasalah yang menunjukkan bahwa ia memiliki komitmen yang kuat untuk menegakkan GCG dan meningkatkan kinerja bisnis BUMN. “Itu sebabnya, pasar tetap punya sentimen positif,” tutur dia.

Hans Kwee menambahkan, emiten BUMN ke depan dituntut memiliki kinerja keuangan yang baik, sehingga pasar akan terus positif. “Maka pasar berharap Kementrian BUMN memilih orang yang tepat untuk memimpin emiten BUMN,” tegas dia.

Hans mengungkapkan, kinerja saham emiten BUMN secara umum masih positif, terutama di sektor perbankan. Karena itu, ia merekomendasikan saham bank besar BUMN, seperti BMRi, BBRI, dan BBNI. Selanjutnya sektor konstruksi, di antaranya WIKA, WSKT, PTPP, dan ADHI. “Valuasi saham BUMN konstruksi masih murah, jadi bisa dipilih juga,” ujar Hans.

Kepercayaan Pasar

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta. Sumber: BSTV
Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta. Sumber: BSTV

Analis Bina Artha Sekuritas M Nafan Aji mengakui, gebrakan Erick Thohir telah meningkatkan kepercayaan pasar terhadap saham emiten-emiten BUMN. Itu selaras dengan menguatnya beberapa saham emiten pelat merah.

"Apalagi dalam waktu bersamaan, market juga sedang dilanda window dressing, sehingga Erick Thohir effect terasa sekali di pasar," kata Nafan kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (9/12).

Dia mengungkapkan, perombakan direksi sejumlah BUMN, terutama BUMN bermasalah, seperti Garuda Indonesia, dapat meningkatkan kinerja BUMN. Tak mengherankan jika hal itu kemudian mendatangkan katalis positif di lantai bursa yang sedang mengalami tekanan akibat isu reksa dana.

Nafan Aji memperkirakan Erick Thohir effect akan mampu memberikan katalis positif dalam jangka menengah dan panjang terhadap IHSG, terutama jika Menteri BUMN Erick Thohir konsisten meningkatkan GCG di emiten-emiten milik negara. Itu karena saham BUMN memberikan kontribusi besar terhadap market cap bursa domestik, yaitu sekitar 25%.

“Erick Thohir effect juga bisa bertahan lama bila langkah-langkah Erick Thohir terbukti efektif. Apalagi jika menteri-menteri teknis mendukungnya,” ujar dia.

Menurut Nafan Aji, keputusan Presiden Jokowi melanjutkan pembangunan infrastruktur pada 2020 akan membuat saham-saham emiten BUMN di sektor infrastruktur dan konstruksi bertabur sentimen positif. “Pada awal Januari tahun depan, IHSG berpeluang rally,” ucap dia.

Secara terpisah, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, para direktur utama (dirut) BUMN berkomitmen untuk menjalankan enam instruksi Menteri BUMN Erick Thohir. “Instruksi enam poin itu jelas jadi GCG sekarang. Lihat saja, sekarang komisaris diberdayakan,” kata dia ketika dihubungi Investor Daily di Jakarta, Senin (21/3).

Arya Sinulingga menjelaskan, BUMN-BUMN sedang melaksanakan tahapan-tahapan yang diinstruksikan Erick Thohir, seperti agar BUMN fokus ke bisnis inti, memperbaiki model bisnis, membentuk tim kerja yang solid, keharusan direksi BUMN untuk steril dari kepentingan politik, termasuk dilarang menerima suvenir. “Perbaikan manajemen juga sedang dilakukan Kementerian BUMN,” tegas dia.

Agar fokus ke bisnis inti, menurut Arya, anak-anak BUMN yang tidak memiliki bisnis inti sedang dievaluasi untuk digabungkan dengan bisnis yang lain. “Demikian pula model bisnisnya, sedang dirancang,” tutur dia.

Arya memastikan enam instruksi Erick Thohir sudah mulai dijalankan dengan baik oleh para direksi BUMN. Begitu pula perbaikan struktur di Kementerian BUMN.

Kecuali itu, kata dia, ancaman Menteri BUMN bahwa ia tak akan segan-segan mencopot direksi yang tidak menjalankan GCG, sudah direspons dengan baik oleh para direksi BUMN. “Semua dirut sudah memahami konsekuensinya, termasuk dalam kasus Garuda Indonesia,” papar dia.

GCG dan Profitabilitas

tanri abeng
tanri abeng

Mantan Menneg Pemberdayaan BUMN Tanri Abeng optimistis jika GCG dilaksanakan dengan baik di BUMN, profitabilitas BUMN otomatis bakal meningkat. “Jadi, langkah Erick Thohir sangat bagus. Kalau ingin profit meningkat, GCG harus ditegakkan. Jangan langsung kejar profit, kejar dulu GCG-nya,” ujar dia.

Tanri Abeng juga mengapresiasi keputusan Erick Thohir untuk melibatkan dewan komisaris secara aktif di BUMN. “Fungsi dewan komisaris sangat penting untuk memastikan GCG berjalan sesuai aturan,” tutur dia.

Edwin Sebayang di Beritasatu TV. Sumber: BSTV
Edwin Sebayang di Beritasatu TV. Sumber: BSTV

Menurut Ketua Umum AAEI Edwin Sebayang, untuk memaskimalkan kinerja bisnis BUMN, Menteri BUMN Erick Thohir sebaiknya tidak hanya merombak jajaran direksi, tapi juga karyawan di level menengah. Sebab, mereka adalah eksekutor rencana bisnis yang digariskan para direksi, bahkan kebijakan yang ditetapkan Menteri BUMN.

“Yang mengeksekusi kebijakan perusahaan bukan direksi, tapi SDM di level menengah dan bawah. Maka mereka harus mendapat perhatian serius. Mereka harus mendapat pembinaan secara lebih intens. Jika tidak perform, mereka juga harus diganti,” tutur dia.

Edwin menjelaskan, karyawan level menengah memegang peranan sangat penting. Sebab, selain harus mampu mengeksekusi program atau rencana bisnis perusahaan di lapangan, mereka harus mampu menerjemahkan industruksi atau kebijakan perusahaan dari atas. (fur/try/az)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA