Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN RI Erick Thohir (tengah) didampingi Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury (kanan) dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memberikan keterangan pers mengenai  salah satunya tentang arahan Menteri BUMN kepada PLN terkait pasokan batu bara ke PLN, di Jakarta, Rabu (19/1/2022). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Menteri BUMN RI Erick Thohir (tengah) didampingi Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury (kanan) dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memberikan keterangan pers mengenai salah satunya tentang arahan Menteri BUMN kepada PLN terkait pasokan batu bara ke PLN, di Jakarta, Rabu (19/1/2022). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Erick Thohir: Pembentukan Subholding PLN Bukanlah Liberalisasi Sektor Kelistrikan

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:03 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) segera melakukan transformasi lanjutan di tubuh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, utamanya melalui pembentukan holding dan subholding di tubuh PLN yang ditargetkan tuntas pada 2022 ini.

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan, transformasi yang dilakukan di tubuh PLN bukan berarti pemerintah ingin meliberalisasi kelistrikan nasional. Sebaliknya, pemerintah ingin memastikan pelayanan kelistrikan untuk masyarakat menjadi lebih baik.

Baca juga: PLN bakal Punya 2 Subholding, Satu di Antaranya Fokus ke Pembangkit Listrik

“Transformasi ini untuk memastikan pelayanan kelistrikan buat masyarakat lebih baik, sehingga listrik masuk desa dipastikan sesuai target, tetapi di saat bersamaan kita juga pastikan penciptaan listriknya yang berasal apakah dari fosil atau sumber energi baru terbarukan (EBT) seperti angin, matahari, air, itu juga sebuah hal yang harus jadi road map yang bisa dikonkretkan sesuai agenda besar 2060 emisi nol," kata Erick Thohir saat konferensi pers di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (19/1).

Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury menambahkan, transformasi lanjutan di tubuh PLN termasuk juga untuk melihat bagian-bagian bisnisnya yang bisa dioptimalisasi, sehingga kinerja PLN bisa lebih transparan. Meskipun saat ini tingkat elektrifikasi Indonesia sudah mencapai 99%, ia menegaskan, transformasi di tubuh PLN harus tetap dilanjutkan.

“Ke depan, pengembangan EBT membutuhkan dana yang cukup besar. Bagaimana ini semua bisa dilakukan sambil kita melakukan transformasi, salah satunya memang melalui pembentukan holding dan subholding di PLN, sehingga nanti untuk di pembangkit kemudian transmisi yang menjadi core utama dari PLN bisa terus kita kembangkan,” kata Mansyuri.

Baca juga: Bersih-Bersih BUMN, Erick Thohir Didukung Maju Pemilu 2024

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo juga menegaskan, transformasi PLN bukan merupakan proses liberalisasi sektor kelistrikan nasional. Transformasi ini merupakan upaya menjadikan PLN lebih lincah dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.

“Di tengah tantangan adanya transisi energi, tantangan disrupsi teknologi, tantangan adanya krisis energi, dan juga adanya suatu opportunity, renewable yang melimpah di Indonesia, PLN harus berubah menjadi organisasi yang lincah, yang dinamis, yang mampu mengubah tantangan ini jadi suatu kesempatan,” kata Darmawan Prasodjo.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN