Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Erick Thohir. Foto: IST

Erick Thohir. Foto: IST

Erick Thohir Targetkan 8-12 BUMN IPO

Senin, 8 Februari 2021 | 13:55 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id) ,Harso Kurniawan (harso@investor.co.id) ,Ester Nuky

JAKARTA, investor.id –Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pekan lalu, pihaknya menargetkan 8-12 BUMN dan anak-anak usahanya bisa menggelar IPO saham. Aksi melantai BUMN di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut diharapkan bisa terealisasi pada 2021-2023.

Erick juga mengatakan, grup BUMN harus dilandasi fokus strategi bisnis jangka panjang pascapandemi Covid-19. Ia menuturkan, saat ini, BUMN yang cukup sustain bersaing dengan perusahaan swasta dan asing adalah perbankan. Bank pemerintah itu kerap menjadi percontohan.

Harga saham emiten BUMN dan anak serta IHSG
Harga saham emiten BUMN dan anak serta IHSG

“Bank-bank BUMN perannya luar biasa, lebih baik jangan menambah bank lagi di BUMN kalau strategi komitmen tidak jelas. Kita pun harus memastikan dengan adanya Bank Syariah Indonesia ada keberpihakan dan kesetaraan, untuk market yang percaya industri syariah ini,” kata Erick saat pembukaan perdagangan di BEI dalam rangka perkenalan PT Bank Syariah Indonesia Tbk yang mengambil kode saham BRIS ini, Kamis (4/2/2021).

Anggaran Infrastruktur 2015-2021
Anggaran Infrastruktur 2015-2021

Sesuai roadmap Kementerian BUMN, kata Erick, pihaknya mengharapkan BUMN untuk go global bukan dengan jalan akuisisi, tapi tumbuh sehat dan masuk persaingan peringkat internasional.

“Sejumlah BUMN masuk persaingan peringkat internasional, yang tercermin dari pengakuan majalah asal Amerika Serikat Forbes yang merilis daftar 2.000 perusahaan publik terbesar global pada 2019. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) masuk dalam daftar Forbes tersebut,” paparnya.

Market Cap emiten BUMN dan Anak serta IHSG
Market Cap emiten BUMN dan Anak serta IHSG

Jangan yang Merugi

Menanggapi rencana tersebut, Analis CSA Research Institute Reza Priyambada  mengingatkan, dari sisi pasar saham, pemerintah juga perlu mencermati kondisi psikologis para investor, apakah mereka sudah agresif masuk atau masih wait and see.

Analis CSA Research Institute. Foto: IST
Analis CSA Research Institute. Foto: IST

Ini penting, mengingat pada dasarnya IPO ibarat menjual barang, sehingga harus melihat animo investor selaku pembeli. Sektor BUMN yang akan menggelar IPO, kata Reza, juga perlu dilihat, apakah ‘seksi’ atau tengah dihantam sentimen negatif.

Tabel Kinerja emiten infrastruktur, konstruksi dan yang terkait. Dan, Tabel Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas.
Tabel Kinerja emiten infrastruktur, konstruksi dan yang terkait. Dan, Tabel Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas.

“Prinsipnya, jangan memaksakan BUMN menggelar IPO saat sektornya atau kinerja keuangannya sedang jeblok. Ini akan memengaruhi penerimaan pasar,” tandasnya. (fur/tm/esa/mwd)

Baca juga https://investor.id/market-and-corporate/pemerintah-harus-tambah-anggaran-infrastruktur

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN