Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fayadri, Head of Regional Sales Bank BNI. Sumber: BSTV

Fayadri, Head of Regional Sales Bank BNI. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM BANK BNI

Fayadri: Pasar Tunggu Rilis Data Cadangan Devisa

Gora Kunjana, Senin, 7 Oktober 2019 | 10:08 WIB

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Senin pagi (7/10/2019), dibuka stagnan seperti penutupan Jumat (4/10/2019) akhir pekan lalu, di posisi Rp14.130 per dolar AS.

Fayadri, Head of Regional Treasury Bank BNI, dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV, Senin (7/10/2019) mengatakan, rupiah pagi ini dibuka sama persis dengan closing hari Jumat karena pada dasarnya memang belum ada sentimen atau isu-isu besar yang diharapkan bisa memberikan gerak signifikan terhadap rupiah dan dolar.

“Hari ini yang akan menjadi perhatian para pelaku pasar adalah data cadangan devisa kita yang akan dirilis pada jam 11.00 siang,” katanya saat ditemui di Dealing Room Bank BNI.

Foto ilustrasi uang rupiah/David Gitaroza/Investor Daily
Foto ilustrasi uang rupiah/David Gitaroza/Investor Daily

Menurut Fayadri, kondisi keamanan di Hong Kong juga memberikan pengaruh terhadap pergerakan rupiah. Semua sudah tahu Hong Kong dilanda gelombang demonstrasi. Namun unjuk rasa beberapa hari terakhir sudah mengarah pada tindakan anarkis, vadalisme yang menyasar asset-aset dan bank-bank milik Tiongkok.

“Itu dikhawatirkan oleh para pelaku pasar akan berdampak pada situasi perekonomian yang tidak kondusif terutama terhadap Negara-negara di Asia,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Fayadri, suku bunga the Fed juga menjadi sentimen karena suku bunga Fed adalah acuan para pelaku pasar baik  pasar saham, pasar mata uang, dan pasar obligasi.

Terkait dengan kemungkinan penurunan suku bunga the Fed, Fayadri mengatakan, diperkirakan akhir Oktober Fed akan menurunkan suku bunga meskipun terbatas di 25 basis poin.

Fayadri, Head of Regional Sales Bank BNI. Sumber: BSTV
Fayadri, Head of Regional Sales Bank BNI. Sumber: BSTV

Sementara itu dari sisi domestik, Fayadri menilai pasar sempat dibuat khawatir oleh demonstarsi yang rusuh selama beberapa hari. Namun semingu terakhir ini tenang, juga pelantikan anggota DPR yang baru berlangsung tanpa gangguan.

“Saya mengira beberapa hari ke depan pelaku pasar masih akan wait and see dulu, menunggu seperti apa komposisi cabinet yang akan disusun oleh Presiden Jokowi. Baru setelah kelihatan kabinetnya terutama tim ekonominya seperti apa, barulah pelaku pasar bisa memprediksi kira-kira arah kebijakan ekonomi kita akan kemana,” katanya.    

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN