Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur The Fed Jerome Powell

Gubernur The Fed Jerome Powell

Fed Pangkas Suku Bunga 0,5% untuk Perangi Coronavirus

Gora Kunjana, Rabu, 4 Maret 2020 | 00:21 WIB

WASHINGTON, investor.id - Federal Reserve (the Fed) mengumumkan penurunan tingkat darurat pada hari Selasa sebesar setengah poin untuk menghadapi ancaman dampak coronavirus terhadap ekonomi.

Dengan pemangkasan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin kini FFR menjadi 1,00-1,25%. Langkah ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi AS akibat pukulan korona.

Langkah ini merupakan pemotongan pertama sejak Desember 2008, selama krisis keuangan. Langkah itu datang di tengah pasar yang volatile di Wall Street dan sesuai dengan arahan Presiden Donald Trump, yang telah menyerukan suku bunga yang lebih rendah untuk tetap kompetitif dengan kebijakan di bank sentral global lainnya.

"Virus korona berevolusi risiko terhadap kegiatan ekonomi," kata The Fed dalam sebuah pernyataan. "Mengingat risiko-risiko ini dan dalam mendukung pencapaian pekerjaan maksimum dan tujuan stabilitas harga, Komite Pasar Terbuka Federal hari ini memutuskan untuk menurunkan kisaran target untuk tingkat dana federal."

Pada konferensi pers kemudian, Ketua Jerome Powell mengatakan The Fed mengambil tindakan setelah para pejabat melihat virus korona memiliki dampak material pada prospek ekonomi.

"Besarnya dan seriusnya efek keseluruhan pada ekonomi AS tetap sangat tidak menentu dan situasinya tetap berubah-ubah," katanya kepada wartawan.

“Dengan latar belakang ini, kami telah melonggarkan sikap kebijakan moneter untuk memberikan lebih banyak dukungan kepada perekonomian. "

Trump mengatakan dalam tweet bahwa pemangkasan itu tidak cukup, meskipun Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan, "Saya memuji The Fed atas langkah ini."

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin. ( Foto: AFP )
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin. ( Foto: AFP )

Pasar bergejolak setelah langkah tersebut, awalnya melonjak kemudian berubah negatif sebentar sebelum kembali naik karena para peserta mengukur apa dampak yang akan ditimbulkan oleh pemotongan tersebut.

The Fed menargetkan rate di kisaran antara 1% -1,25%. The Fed telah mengurangi suku bunga tiga kali pada tahun 2019 dengan total pemangkasan 75 basis poin.

Pasar secara luas mengharapkan bank sentral AS mengambil beberapa jenis tindakan, dengan mengantisipasi pemotongan 50 basis poin oleh pertemuan FOMC bulan Maret.

Ekonom Goldman Sachs selama akhir pekan mengatakan mereka mengantisipasi pemotongan 50 basis poin yang bisa datang sebelum pertemuan.

Langkah ini dilakukan pada pagi yang sama saat G-7 mengumumkan bahwa mereka akan melakukan langkah untuk membantu ekonomi global menghadapi ancaman, dan karena Wall Street berada di tengah-tengah aksi jual pasar lainnya.

Selain pemotongan pada suku bunga pinjaman semalam, The Fed juga mengumumkan pemotongan setengah poin pada bunga yang dibayarkan pada kelebihan cadangan bank.

Powell mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari perdagangan Jumat bahwa ekonomi AS tetap "kuat" meskipun ia mengakui sebaran Covid -19 sebagai "risiko yang berkembang" dan mencatat bahwa The Fed akan "bertindak sesuai kebutuhan."

Sumber : CNBC

BAGIKAN