Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Waskita Karya Tbk. Foto: Perseroan.

PT Waskita Karya Tbk. Foto: Perseroan.

Fitch Ratings Tarik Peringkat Waskita

Jumat, 15 Januari 2021 | 23:52 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Fitch Ratings Indonesia menarik peringkat jangka panjang CCC+ yang sebelumnya disematkan kepada PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Pada saat bersamaan, Fitch juga menarik peringkat CCC pada program penerbitan obligasi emiten kontraktor pelat merah tersebut.

Fitch Ratings menarik peringkat karena Waskita telah memilih untuk berhenti berpartisipasi dalam proses pemeringkatan. Oleh karena itu, Fitch tidak lagi memiliki informasi yang cukup untuk mempertahankan peringkat. “Dengan demikian, Fitch tidak lagi memberikan peringkat atau cakupan analitis untuk Waskita,” tulis Fitch dalam keterangan resmi, Jumat (15/1).

Sebagai informasi, peringkat nasional CCC menunjukkan bahwa resiko gagal bayar yang sangat tinggi relatif terhadap emiten atau surat utang lain pada negara yang sama.

Sementara itu, Waskita bersiap menggelar Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada 9, 10, dan 11 Februari 2021. Perseroan tercatat memiliki obligasi jatuh tempo senilai Rp 2,83 triliun sepanjang tahun ini.

Rinciannya, Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2018 Seri A senilai Rp1,17 triliun jatuh tempo pada 23 Februari 2021, Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2018 Seri A senilai Rp 761 miliar jatuh tempo pada 28 September 2021, dan Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2016 senilai Rp 900 miliar pada 28 September 2021.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Waskita Karya Taufik Hendra Kusuma mengatakan, peseroan dan anak-anak usaha saat ini sedang melakukan penyehatan kondisi keuangan yang terdampak akibat pandemi Covid-19, termasuk kondisi mismatch terhadap kewajiban perusahaan. Saat ini, manajemen dibantu oleh konsultan keuangan dan hukum independen untuk melakukan proses restrukturisasi keuangan perseroan.

Rencana restrukturisasi sedang dimatangkan oleh perseroan, dan membuka diskusi beberapa opsi termasuk, namun tidak terbatas pada rencana divestasi anak perusahaan dan penerbitan surat utang dengan skema penjaminan. Selain itu, Waskita juga mengikuti program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan kriteria yang dapat dipenuhi perseroan.

“Struktur dan pelaksanaan restrukturisasi keuangan diharapkan dapat selesai secepatnya dan disesuikan dengan kondisi keuangan perseroan dari waktu ke waktu,” jelas dia dalam keterangan resmi, baru-baru ini.

Saat ini, lanjut Taufik, rencana restrukturisasi masih dalam pembahasan dan proposal final diharapkan dapat disampaikan Januari 2021, dan disepakati tahun ini. Restrukturisasi ini akan termasuk permintaan manajemen untuk mendapat relaksasi kewajiban kepada kreditur.

Divestasi jalan tol

Waskita Karya bersiap menawarkan 11 ruas jalan tol kepada investor strategis, termasuk lembaga pengelola investasi atau sovereign wealth fund (SWF) mulai 2021. Perseroan memprediksi potensi nilai divestasi jalan tol tersebut mencapai Rp 31 triliun.

Sebelumnya, Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan, dari 16 proyek jalan tol milik perseroan, sebanyak 11 proyek jalan tol sudah melewati tahap kajian dan siap ditawarkan kepada investor, termasuk SWF.

Dia berharap, dengan kehadiran SWF, proses investasi bisa berputar. Nantinya, hasil divestasi jalan tol akan digunakan untuk investasi kembali pada proyek-proyek infrastruktur prospektif.

“Program divestasi 11 jalan tol kami, baik yang mayoritas maupun minoritas pada tahun depan diharapkan bisa mengurangi beban keuangan Waskita saat ini, sehingga neraca Waskita akan membaik,” jelas dia dalam webinar Prodeep Institute, baru-baru ini.

Berdasarkan bahan pemaparan Waskita, 11 jalan tol tersebut antara lain ruas tol Cimanggis-Cibitung sepanjang 25,4 kilometer (km) dengan potensi nilai Rp 3,5-4,5 triliun, ruas tol Cibitung-Cilincing sepanjang 34 km senilai Rp 1-2 triliun, ruas tol Ciawi-Sukabumi sepanjang 54 km senilai Rp 5-6 triliun, ruas tol Depok-Antasari sepanjang 27 km senilai Rp 500 miliar-Rp 1 triliun, ruas tol Cinere-Serpong sepanjang 10,1 km senilai Rp 1-2 triliun, dan ruas tol Kanci-Pejagan sepanjang 35 km senilai Rp 500 miliar – Rp 1,5 triliun.

Kemudian, ruas tol Pejagan-Pemalang sepanjang 57,5 km dengan potensi nilai Rp 2-3 triliun, ruas tol Pemalang-Batang sepanjang 39,2 km senilai Rp 2-3 triliun, ruas tol Batang-Semarang sepanjang 75 km senilai Rp 5-6 triliun, ruas tol Pasuruan-Probolinggo sepanjang 44 km senilai Rp 500 miliar-Rp 1,5 triliun, dan ruas tol Krian-Legundi-Bunder sepanjang 38 km senilai Rp 4,5-5,5 triliun.

Sebagai informasi, ruas jalan tol Waskita yang ditawarkan kepada investor ini terdiri atas empat ruas yang sudah beroperasi penuh, lima ruas yang beroperasi sebagian, dan dua ruas yang masih dalam proses konstruksi.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN