Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
TPS Food. Foto: DEFRIZAL

TPS Food. Foto: DEFRIZAL

FKS Group akan Kendalikan 56,58% Saham TPS Food

Senin, 28 September 2020 | 14:59 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) atau TPS Food berniat menggelar penerbitan saham baru melalui skema private placement dan penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terleih dahulu (HMETD) atau rights issue. Aksi ini berpotensi menjadikan PT FKS Food and Ingredients, bagian dari FKS Group, melalui dua anak usahanya menjadi pemegang 56,58% saham produsen snack Taro tersebut.

Pada aksi private placement, TPS Food berencana menerbitkan 6 miliar saham seri B atau setara 55,62% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga pelaksanaan yang diusulkan perseroan adalah Rp 210 per saham, sehingga perseroan berpotensi meraih dana Rp 1,26 triliun.

TPS Food menunjuk dua pihak yang menjadi pembeli siaga private placement ini. Pertama, PT Pangan Sejahtera Investama (PASTI) yang tercatat sebagai pengendali 32,77% saham perseroan per 18 September 2020. Pangan Sejahtera juga telah menyatakan kesanggupan mengambil sebanyak 3,74 miliar saham baru.

Sebagai informasi, saham Pangan Sejahtera dikendalikan 99,6% oleh FKS Food and Ingredients dan 0,4% oleh FKS Corporindo Indonesia. Para pengendali ini dimiliki oleh perusahaan asal Singapura, FKS Food and Agri Pte Ltd (FKS Group).

Sementara itu, anak usaha Pangan Sejahtera, PT Asta Aksara Sentosa juga menyatakan kesanggupan menyerap 800 juta saham baru TPS Food. Selain dua perusahaan ini, TPS Food mengaku belum menentukan pihak lain yang akan menyerap sisa 1,47 miliar saham baru.

“Tujuan penerbitan saham baru ini adalah perseroan bermaksud memperbaiki kondisi keuangan untuk menjaga keberlangsungan usaha,” kata manajemen dalam prospektus resmi, Senin (28/9).

Sesuai rencana, TPS Food akan menggunakan dana hasil private placement sebanyak Rp 650,86 miliar untuk membayar utang obligasi, sukuk, dan utang kepada Bank JP Morgan. Selain itu, sebanyak Rp 183,70 miliar akan disalurkan untuk penyertaan modal kepada anak usaha dan Rp 425,43 miliar akan dimanfaatkan sebagai modal kerja TPS Food.

Khusus bagian utang, rinciannya adalah obligasi dan sukuk ijarah TPS Food I tahun 2013 dengan jumlah masing-masing Rp 600 miliar dan Rp 300 miliar. Berdasarkan perjanjian damai Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), TPS Food memiliki call option dengan harga 25% dari saldo terutang hingga 30 Juni 2022.

Selanjutnya, ada pula Sukuk Ijarah TPS Food II tahun 2016 senilai Rp 1,2 triliun. Semula sukuk tersebut jatuh tempo 19 Juli 2021, kemudian direstrukturisasi sehingga jatuh tempo menjadi 30 Juni 2029. TPS Food turut memiliki call option sebesar 25% dari saldo terutang pada sukuk ijarah ini.

Adapun, TPS Food tercatat memiliki utang bank yang telah melewati rangkaian restrukturisaisi. Kewajiban tersebut antara lain sebanyak Rp 333,78 miliar kepada JP Morgan, Rp 434,88 miliar kepada Citibank, dan Rp 92,32 miliar kepada Standard Chartered. TPS Food punya call option sebanyak 30% dari total utang bank tersebut sampai 31 Desember 2020.

Rights Issue

Setelah mengeksekusi penambahan modal melalui private placement, TPS Food akan melanjutkan dengan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue.

Manajemen TPS Food menyatakan, jumlah saham baru yang diterbitkan pada rights issue maksimal 1,50 miliar saham dengan nilai nominal Rp 200. Jumlah itu setara dengan 12,21% dari seluruh modal disetor perseroan. Harga pelaksanaan ditentukan kemudian. “Dana hasil rights issue seluruhnya akan digunakan perseroan untuk modal kerja,” kata manajemen.

Setelah private placement dan rights issue, struktur kepemilikan saham TPS Food menjadi Pangan Sejahtera Investama 49,15% dari semula 32,77%, Asta Askara 7,43% dari semula nihil, dan pihak lain yang akan mengambil saham baru sebesar 13,7%.

Selain itu, kepemilikan Trophy Investor I Ltd menjadi 2,78% dari semula 6,27%, Trophy 2014 Investor Ltd menjadi 2,71% dari sebelumnya 6,11%, BBH Luxembourg S/A Fidelity FD V menjadi 2,38% dari 5,36% dan masyarakat menjadi 21,84% dari 49,4%.

Demi melancarkan seluruh rencana ini, TPS Food akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemagang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 September 2020.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN